Press Release

Perempuan Perempatan, Sebuah Diary Visual tentang Perempuan

19 April 2018

Perempuan. Tantangan yang dihadapi perempuan masa kini berbeda dengan perempuan satu dekade lalu. Secara khusus perempuan masa kini dihadapkan dengan pilihan dan tuntutan yang lebih beragam dan kompleks. Lalu bagaimana perempuan mengekpresikan jati dirinya sebagai perempuan merdeka tanpa meninggalkan peran dan peluangnya sebagai bagian dari masyarakat? Berangkat dari ini, Perpustakaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) bekerjasama dengan dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kristen (UK) Petra Maria Nala Damajanti, S.Sn., M.Hum., serta Rumah Belajar dan Komunitas Film ASFS UK Petra, menggelar kegiatan bertajuk “/EMPUAN /EMPATAN” (Perempuan Perempatan). Gelaran ini akan digelar di ruang pamer Perpustakaan UK Petra, Gedung Radius Prawiro lantai 6 kampus UK Petra pada Jumat tanggal 20 April 2018 mulai pukul 13.30 WIB.  

Beberapa kegiatan akan digelar diantaranya pameran hasil workshop art therapy, pembukaan pameran Perempatan Perempuan hingga pemutaran film Marlina-si Pembunuh dalam Empat Babak. ”Dengan adanya kegiatan ini semoga para perempuan akan mendapatkan wawasan baru untuk lebih berani berekspresi menyalurkan ide dan pikirannya secara estetis”, ungkap Maria Nala. Apa itu workshop art theraphy? Sebuah workshop untuk healing through self-expression yang kali ini bertujuan relaksasi.  Nantinya peserta akan diajak untuk belajar mengekspresikan pikirannya melalui medium seni seperti kolase, mewarnai, menempel dan lain-lain. Workshop akan disampaikan oleh Heru Dwi Waluyanto bersama Maya. Peserta yang berjumlah 20 orang ibu akan diajak untuk mempraktekkan apa yang sudah dipelajari. Kemudian dilanjutkan dengan pembukaan Perempuan Perempatan pada hari Jumat, 20 April 2018 mulai pukul 13.30 WIB. Pada pembukaan ini selain dipamerkan finalisasi dan hasil karya workshop art theraphy juga akan dibuka dengan teatrikal dan musikalisasi puisi dengan tema perempuan. Hasil karya art therapy sejumlah 20 karya dari ibu-ibu Kecamatan Wonocolo dan Kecamatan Sawahan (Dolly) dan 30 hasil karya dari Maria Nala Damajanti, S.Sn., M.Hum. berupa ilustrasi grafis juga akan meramaikan suasana opening ini. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan pemutaran film Marlina, si Pembunuh dalam empat babak pada tanggal 27 April 2018 mulai pukul 10.30-14.00 WIB di Perpustakaan UK Petra.

Kegiatan dalam rangka Hari Kartini ini merupakan sebuah kegiatan untuk mengapresiasi perempuan dan karyanya yang jarang dilakukan selama ini. Karya-karya visual yang dipamerkan ini merespons isu sosial, lingkungan, anak, keluarga dan isu lainnya yang ditemui sehari-hari. “Pameran ini merupakan diary visual yang mencoba mengetengahkan gejolak rasa dan pikir setelah melihat, mengalami, dan menjalani peran sebagai perempuan dan ibu dengan segala dinamikanya. Ada juga karya yang merespon ‘sakit’ yang dialami para perempuan pekerja seks sebagai bagian dari kontemplasi personal dan perjalanan eksplorasi visual”, tutup Maya.

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194

  • Maria Nala Damajanti, S.Sn., M.Hum. (087854129188)
Press Release

UK Petra Kembali Dipercaya Menjadi Salah Satu Perguruan Tinggi Pengasuh

13 April 2018

Jumlah Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia saat ini mencapai 4.616 PT. Untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Direktorat Penjaminan Mutu Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan membuka kesempatan bagi Perguruan Tinggi unggul (ter-akreditasi A) untuk membina perguruan tinggi lain yang masih terakreditasi C melalui Hibah ”Program Asuh PT Unggul”. Di awal April ini, Universitas Kristen Petra bersama dengan 28 perguruan tinggi lain terpilih sebagai penerima Hibah tahun 2018.

Berita bahagia ini diterima langsung oleh Rektor UK Petra, Surabaya, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M. Eng. ”Puji Tuhan, kepercayaan ini merupakan sebuah kehormatan bagi UK Petra untuk berbagi pengalaman-pengalaman baik (best practice) pengelolaan perguruan tinggi dengan perguruan tinggi mitra. Sekaligus ini merupakan kesempatan berharga untuk menjadi berkat, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia”. Ada proses seleksi yang harus dilalui untuk menjadi perguruan tinggi asuh ini, dan ke-29 perguruan tinggi tersebut terpilih melalui seleksi dari antara 36 perguruan tinggi yang mengajukan proposal dalam hibah ”Program Asuh PT Unggul” ini. ”Tentunya UK Petra akan memberikan yang terbaik dalam melaksanakan amanat yang telah dipercayakan ini. Tim dan narasumber Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UK Petra akan mengawal pelaksanaan hibah PT Asuh ini”, urai Prof. Djwantoro saat dihubungi di kantornya. Pengesahan program ini didukung dengan penandatanganan perjanjian PT Asuh yang dihadiri langsung oleh Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UK Petra yaitu Dr. Dra. Gan Shu San, M.Sc. Berdasarkan release resmi dari Kemenristekdikti, para PT unggul diminta untuk dapat sharing best practice sekaligus untuk membangun budaya mutu sehingga terdorong menjadi unggul.

Peningkatan peringkat akreditasi merupakan hasil yang ingin diraih dari perbaikan manajemen mutu yang diterapkan di PT tersebut. Karenanya, UK Petra nantinya tak hanya fokus pada perbaikan peringkat program studi yang mendapat nilai C saja akan tetapi juga pembenahan manajemen mutunya, di antaranya komitmen terhadap mutu, pengembangan sistem penjaminan mutu dan penyediaan auditor mutu internal. Ada banyak kegiatan yang disiapkan untuk kegiatan program asuh ini, di antaranya lokakarya Sistem Penjaminan Mutu Internal, Audit Mutu Internal (AMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). Adapun tiga perguruan tinggi yang diasuh oleh UK Petra pada tahun 2018 adalah Universitas Kristen Wira Wacana, Sumba Timur-NTT, Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum, Jombang-Jatim, dan Institut Teknologi Del,Toba Samosir-Sumatra Utara.

”UK Petra siap mendukung program pemerintah dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Melalui program yang telah disusun, kami akan membagikan pengalaman mengelola sistem penjaminan mutu serta mendampingi agar PT yang diasuh siap melakukan reakreditasi untuk program studi yang masih terakreditasi C. Berdasarkan data dari Kemenristekdikti, pada program serupa tahun 2017 yang lalu, program studi terakreditasi C yang mengalami peningkatan peringkat menjadi  B atau A tercatat sejumlah 124 program studi dari 637 program studi yang diasuh. Untuk tahun 2017 lalu, UK Petra telah mengasuh Universitas Yudharta-Pasuruan, Universitas Dhyana Pura-Bali dan Universitas Kristen Artha Wacana-Kupang. Dari 22 program studi yang diasuh, terdapat 6 program studi yang meningkat akreditasinya dari C menjadi B”, tutup Gan Shu San.

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194

Press Release

Architecture Festival Bahas Contextual Micro Space di UK Petra

13 April 2018

Ruang sisa di perkotaan masih sering kita temui misalnya seperti pojok gang, pinggir sungai hingga kolong jembatan. Tak jarang ruang sisa ini kemudian dijadikan tempat yang negatif seperti sebagai lokasi pembuangan sampah, transaksi jual beli barang-barang terlarang hingga graffiti yang vandalisme. Padahal ruang sisa ini dapat digunakan untuk kegiatan yang positif. Isu ini sangat penting dan mendesak. Tapi apa yang dapat kita lakukan? Berkaca dari hal ini Himpunan Mahasiswa Arsitektur Petra menggelar kegiatan sayembara dan pameran bertajuk Architecture Festival pada hari Jumat, 13 April 2018 mulai pukul 13.30 WIB di Ruang Konferensi I, Gedung Radius Prawiro lantai 10 kampus UK Petra-Surabaya.

Architecture festival merupakan sayembara yang menjadi wadah bagi peserta nasional dan internasional untuk saling berkompetisi dan belajar satu sama lain. Kegiatannya berupa seminar dan pameran 25 karya sayembara yang bertemakan Contextual Micro Space. “Kami sengaja memilih tema ini karena sebagai calon arsitek sesungguhnya dilatih tak hanya terampil menciptakan solusi kreatif saja akan tetapi juga harus melihat secara kreatif sebuah kondisi sosial untuk kemudian disimpulkan potensi dan solusinya”, ungkap Richman selaku ketua acara Architecture Festival 2018.  Sayembara bertaraf internasional ini berhasil menjaring 170 kelompok mahasiswa dari enam negara yaitu Indonesia, Amerika Serikat, Hungaria, Australia, Irak dan Iran. Kemudian diseleksi dan terpilih 25 terbaik yang akan dipamerkan akan tetapi nantinya hanya 5 terbaik saja yang presentasi di hadapan juri. Adapun lima kelompok terbaik yang telah melakukan presentasi pagi ini (13/04) adalah satu kelompok mahasiswa Universitas Indonesia-Jakarta, dua kelompok mahasiswa UK Petra-Surabaya, satu kelompok mahasiswa Universitas Parahyangan-Bandung dan satu kelompok mahasiswa dari Hungaria. Uniknya, saat presentasi kelompok mahasiswa dari Hungaria ini

Setelah acara penjurian lima kelompok berlangsung dilanjutkan dengan seminar dari empat pembicara sekaligus mulai pukul 13.30 WIB. Adapun pembicara itu adalah Daliana Suryawinata dari SHAU architects, Hermawan Dasmanto, S.T. dari ARA Studio, Deffry Agatha Ardianta,S.T.,M.T dari dosen ITS dan Altrerosje Asri,S.T., M.T yang merupakan dosen Program Studi Arsitektur UK Petra.

 

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194

Press Release

Kapolrestabes Surabaya Ajak Civitas UK Petra Perangi Hoax

9 April 2018

Kemajuan teknologi informasi membuat pertukaran informasi menjadi hal yang sangat mudah dan merasuk ke seluruh kegiatan masyarakat Indonesia. Banyak kemudahan dan kebaikan yang sudah dirasakan dengan hadirnya berbagai media sosial dan juga gadget yang membuat laju pertukaran informasi menjadi sangat cepat. Di balik kemudahan dan kebaikan tersebut terdapat juga sisi negatifnya, percepatan informasi ini meningkat bersamaan dengan banyaknya informasi palsu atau berita bohong yang kita kenal dengan hoax. Universitas Kristen Petra (UK Petra) turut serta dalam upaya memerangi hoax melalui kegiatan Seminar Anti Hoax “Hoaxbuster: Cerdas Mengelola dan Meneruskan Informasi”, yang diselenggarakan oleh Departemen Mata Kuliah Umum UK Petra pada hari Jumat, tanggal 6 April 2018 di Ruang AVT 503 Gedung T UK Petra.

Sekitar 210 peserta memenuhi ruangan AVT yang menghadirkan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, S.H., M.H. sebagai pembicara utama. Rudi membawakan seminar bertajuk “Bersama Mahasiswa Melawan Hoax”. Rudi mengawali pembicaraan dengan memberikan definisi hoax. Menurutnya, hoax adalah segala informasi yang tidak sesuai dengan aslinya. Ia kemudian menggambarkan bagaimana hoax menjadi viral dengan ilustrasi jika seseorang memiliki 11 ribu pengikut di media sosial, dan orang tersebut memasang suatu hoax. Lalu hoax ini kemudian di-share oleh pengikutnya yang juga memiliki ribuan pengikut. Maka dalam waktu singkat bisa dipastikan sejumlah besar pengguna internet sudah terpapar dengan informasi salah tersebut, situasi ini yang disebut dengan istilah viral. Rudi menjelaskan bahwa pemerintah sudah mengantisipasi hoax melalui perangkat perundangan. Kepolisian juga sudah melakukan tindakan terkait hoax, yaitu: preemtif, preventif, dan penegakan hukum. Rudi menyarankan kepada para pengguna internet untuk menjadi netizen yang cerdas dan bijak. Ia mengingatkan bahwa kepolisian saat ini sudah memiliki cyber patrol yang bekerja 24 jam setiap hari dan juga bekerjasama dengan para ahli. Pelanggar hukum di dunia cyber pasti tertangkap, Rudi mengatakan “Sekarang bukan lagi mulutmu harimaumu, tapi jempolmu harimaumu”. Sebagai penutup sesi ini, segenap peserta seminar melakukan deklarasi anti hoax serta penandatanganan ikrar melawan hoax di lembar Wall of Hopes.

Seusai sesi Kapolres, seminar dilanjutkan dengan sesi seminar bertajuk “Let’s Turn Back Hoax” yang diasuh oleh Rovien Aryunia, M.PPO., M.M., Koordinator Masyarakat Anti Fitnah Wilayah Surabaya. Rovien memberikan gambaran bahwa hoax meningkat di Indonesia karena rendahnya literasi digital pengguna internet di Indonesia. Rovien kemudian memberikan saran tentang bagaimana mengetahui ciri-ciri hoax, yaitu berita yang mengajak pembacanya membenci, fitnah/rekayasa yang memakai gambar yang tidak berkaitan dengan informasi yang disebarkan, dan menggunakan media abal-abal (yang tidak bertanggungjawab). Sesi terakhir seminar adalah seminar “Hoax dan Umat Beragama” dengan narasumber Pdt. Wahyu Pramudya, M.Th., Pendeta GKI Ngagel. Menurut Wahyu, semakin user friendly sebuah teknologi, semakin besar partisipasi tiap orang dalam pembuatan & penyebaran berita. Hal ini menyebabkan semakin besar pula dampaknya, baik itu positif atau negatif. Sally Azaria, S.Sos., M.PPO., dosen Departemen Mata Kuliah Umum dan koordinator seminar ini menyampaikan himbauannya terkait melawan hoax, ia mengatakan “Kita tidak bisa membuat berita hoax tidak ada. Tetapi yang kita bisa adalah meminimalkan dampak buruk dari hoax. Misalnya cerdas dalam menerima dan menyebarkan informasi atau bisa juga mengingatkan keluarga jika mereka menyebarkan hoax”.

Uncategorized

Bharatika 2018, Ceritakan Rindu Berkarya para anak muda

6 April 2018

di Gedung Balai Pemuda Surabaya-Jalan Gubernur Suryo no 16
Surabaya.
Berbagai kegiatan menarik digelar dalam Bharatika Creative Design Festival 2018
kali ini yaitu mulai dari kompetisi, talk show, workshop, coaching class, creative market,
pameran, meet the judges hingga awarding night. Mengusung tema Rindu, dalam
Bharatika ini ingin memacu para anak muda agar terus rindu berkarya. “Kegiatan ini
memang kegiatan tahunan skala nasional. Respon positif terus kami terima sebab kegiatan
ini sebagai ajang untuk mengembangkan potensi diri sekaligus menambah wawasan di
bidang industri kreatif yang mana membantu program pemerintah Indonesia untuk
mendongkrak pengembangan industri kreatif di era ekonomi kreatif”, urai Margareth
Thresea Wijaya selaku ketua acara Bharatika Creative Design Festival 2018.
Kompetisi ini sendiri dibagi menjadi 12 cabang yang dibagi untuk kategori
mahasiswa dan siswa SMA. Untuk kategori mahasiswa cabang yang dilombakan antara
lain Corporate Identity, Print Ad, Conceptual Photography, Packaging Design, Integrated
Campaign, Apartement Lobby Design, Visual Merchandising, Lamp Armature Design, Chair
Design dan Innovation Challenge. Sedangkan kategori siswa SMA cabang yang dilombakan
yaituPhotography dan illustration. Tercatat ada 200 peserta mulai dari Bandung,
Yogyakarta, Jakarta, Malang, Surabaya, Samarinda, China, Taiwan, Singapura, Malaysia,
hingga Australia. Dalam pameran nantinya dimeriahkan dengan 5 karya dari setiap cabang
lomba yang ada, 20 pameran karya kreatif berupa dua dimensi dan pameran karya
berprestasi mahasiswa FSD UK Petra.
Hari pertama (06/04) selain menyajikan pameran para lima finalis 12 cabang
lomba, akan juga hadir workshop “Enamel Pin Trendi, buatan sendiri!” oleh Elaboure dari
Yogyakarta mulai pukul 10.30-15.15 WIB. “Mungkin orang sudah mulai lupa tentang
enamel pin yang terbuat dari besi ini. Ternyata membuatnya tak sulit dan saat ini mulai
kembali menjadi tren di kalangan anak muda”, rinci Margareth. Para peserta dapat belajar
sekaligus praktek langsung dari orang yang telah lama bergerak di bidang industri kreatif.
Tak hanya itu, selama tiga hari Bharatika akan dimeriahkan dengan 20 stand pameran dari
industri kreatif diantaranya designer fashion, videographer dan masih banyak lagi lainnya.
Hari kedua (07/04) akan dimeriahkan dengan workshop bertajuk “seru-seru bareng
buat Motion Graphic” oleh FJORD Motion mulai pukul 10.00-13.45 WIB. Tak hanya itu
saja, akan juga hadir talkshow bertajuk “Menguak Rahasia Inovator” oleh Dhany Virdian
dan Mario Tetelepta mulai pukul 15.00-20.00 WIB. Sedangkan hari ketiga (08/04) para
finalis akan berkesempatan bertemu dengan para juri dan saling berdiskusi. Bagaimana
caranya membuat yang terbaik dalam karya di industri kreatif. Ditutup dengan
penganugerahan hadiah bagi para pemenang dalam acara Awarding Night yang dihadiri
oleh Triawan Munaf dari Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF).
Informasi lebih lanjut hubungi :
 Humas & Informasi Studi
Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya
Telp : 2983190-3194
 Margareth Thresea Wijaya (081217217224)

Press Release

Ilmu yang Up-to-date dengan Teknologi

4 April 2018

Pertumbuhan ekonomi yang konstan dan pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia membawa angin segar bagi industri konstruksi Indonesia. Dinamika yang kondusif ini membuka peluang bagi para pelaku, praktisi dan akademisi industri konstruksi untuk meningkatkan kualitas serta memutakhirkan keahliannya. Salah satu komponen penting dalam industri ini adalah bidang keahlian rekayasa struktur yang kegiatannya adalah mendesain dan membangun struktur. Rekayasa struktur merupakan bidang profesi yang memerlukan ketrampilan teknis, intuisi, dan seni. Agar dapat mendesain dan membangun struktur yang aman dan ekonomis, praktisi industri konstruksi perlu mengikuti perkembangan terkini metode analisis struktur, metode desain, metode konstruksi dan peraturan-peraturan bangunan. Sebagai upaya memberikan pemahaman dan mengaktualkan ilmu mahasiswa serta kalangan praktisi industri konstruksi khususnya di bidang rekayasa struktur, Program Studi Magister Teknik Sipil UK Petra menyelenggarakan seminar bertajuk Structural Modelling, Analysis and Design pada hari Selasa, 3 April 2018.

Seminar yang dihadiri sekitar 50 orang praktisi, akademisi dan mahasiswa teknik sipil ini dipandu oleh Wong Foek Tjong, S.T., M.T., Ph.D., Kepala Program Studi S2 Teknik Sipil UK Petra. Hadir sebagai pembicara tunggal seminar ini Dr. Nathan Madutujuh. Nathan adalah pegiat rekayasa industri melalui perusahaan konsultan konstruksinya. Selain itu, Nathan juga memimpin ESRC yang mengembangkan program alat bantu desain struktur SANSPRO. Seminar dimulai dengan memberikan paparan tentang Desain Awal Gedung Tinggi di Daerah Seismik. Letak geografis Indonesia dikenal sebagai ‘cincin api’ karena berada di tempat dimana beberapa lempeng tektonik bertemu. Karakteristik daerah ini adalah resiko gempa bumi yang tinggi. “Karena karakteristik ini, regulasi konstruksi bangunan tinggi menuntut standar bangunan yang mampu mengakomodasi resiko gempa. Regulasi terkait resiko gempa ini didasarkan pada peta resiko gempa yang dinamis dan harus senantiasa diperbarui”, urai Nathan. Standar yang ditetapkan berbeda antara di area yang rentan gempa dan area yang jarang gempa. Karena perbedaan standar serta adanya kemungkinan standar terebut berubah, ada tuntutan tersendiri bagi para desainer struktur untuk bisa menghasilkan desain awal dengan cepat dan akurat. Desain awal berperan sentral perencanaan struktur karena para pemegang kepentingan membuat keputusan berdasarkan desain awal tersebut. Dalam membuat desain awal, finite element method (FEM / metode elemen hingga) memungkinkan adanya kalkulasi yang akurat dan penetapan batas error yang jelas dalam waktu yang singkat.

Sesi kedua diisi Nathan dengan penjelasan tentang pemakaian FEM dalam analisis struktur. Dalam analisis struktur banyak sekali ditemukan variabel yang saling mempengaruhi. Banyaknya variabel tersebut dan adanya efek saling mempengaruhi menyebabkan terjadinya penghitungan yang berulang-ulang kali dan bahkan berulang sampai tidak terhingga. FEM adalah metode menyederhanakan analisa tersebut. FEM dilakukan dengan memilih beberapa elemen spesifik dari banyaknya elemen yang ada untuk dianalisa, contoh: elemen tulang baja, kolom beton, tiang pondasi. Analisa dilakukan dengan kalkulasi statistik pada elemen-elemen tersebut dan menetapkan rasio kesalahan (error ratio) yang sesuai. Dengan FEM, perencanaan struktur bisa dilakukan dalam jangka waktu yang lebih singkat.

Bahasan terakhir dalam seminar ini adalah Capacity Design of Pile Foundations yang mengangkat tentang perancangan kapasitas tiang pondasi. Penghitungan kebutuhan tiang, regulasi standar gempa, dan kondisi tanah adalah kombinasi penghitungan yang sederhana namun memakan waktu dan perlu perhitungan berulang kali apabila dilakukan secara manual. Dengan program SANSPRO dan metode FEM kalkulasi tersebut bisa dilakukan dengan akurat dan waktu yang cepat. Menurut Nathan, perkembangan teknologi alat bantu kalkulasi dan penguasaan metode FEM ini akan memungkinkan industri konstruksi untuk lebih efisien, aman, dan membuat inovasi-inovasi baru. Akhir kata, Nathan menyampaikan anjuran bagi para pelaku industri konstruksi untuk terus memperkaya ilmu dan mengasah keterampilannya agar selalu relevan dengan perkembangan situasi. Ia mengatakan, “Semaju apa pun alat bantu, yang terpenting adalah orang yang mengoperasikannya”.

 

Press Release

International Day 2018, berpetualang sambil belajar

23 March 2018

Era Revolusi Industri ke 4.0 atau kita kenal dengan era Disruption, mulai terjadi saat ini. Perubahan pola baru ini menjadi tantangan terbesar bagi para mahasiswa yang sedang menuntut ilmu. Maka dari itu para generasi yang hidup di era Disruption harus memiliki daya saing yang tinggi, salah satunya memperlengkapi diri dengan pengetahuan lintas budaya. International Day 2018, itulah kegiatan yang diusung oleh Biro Administrasi Kerjasama dan Pengembangan Institusi (BAKP) Universitas Kristen Petra (UK Petra) selama dua hari berturut-turut pada hari Kamis-Jumat, 22-23 Maret 2018 di UK Petra dan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Siwalankerto 2, Surabaya.

Continue Reading…

Press Release

Mahasiswa Arsitektur UK Petra Tawarkan Desain Kota di Kawasan Darmo

19 March 2018

Surabaya. Sebagai ibukota provinsi Jawa Timur sekaligus kota terbesar kedua setelah Jakarta, Surabaya menyimpan berbagai catatan sejarah. Salah satunya yang terlihat di kawasan Darmo. Kawasan Darmo ini termasuk daerah yang strategis sebab berhimpitan dengan pusat kota dan sering menjadi salah satu alternatif pintu masuk bagi warga kota yang ingin ketengah kota. Banyak bangunan lama bernilai sejarah tinggi yang termasuk cagar budaya. Akan tetapi juga banyak bermunculan bangunan tinggi yang mengabaikan sejarahnya sebagai kota baru Surabaya di masa kolonial. Keresahan inilah yang dibaca para mahasiswa semester tujuh Program Studi Arsitektur Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan membuat Pameran Desain Tematik Fasilitas Seni dan Ruang Terbuka Hijau yang Berkelanjutan di Kawasan Darmo, Surabaya di ruang pamer Perpustakaan UK Petra Gedung Radius Prawiro lantai 6, Surabaya yang dapat dinikmati selama bulan Maret 2018 mulai pukul 08.00-15.00 WIB.

Continue Reading…

Press Release

Kompetisi Debat Tingkat Nasional “Aku Untuk Indonesiaku 2018”di UK Petra

18 March 2018

Sebagai negara berkembang yang memasuki era globalisasi, Indonesia harus siap dengan konsekuensi terbukanya segala informasi di kalangan masyarakat. Mulai dari informasi bidang politil, sosial dan ekonomi termasuk didalamnya membawa muatan informasi positif maupun negatif. Sebagai mahasiswa yang mempunyai sikap kritis sudah selayaknya harus mampu menyaring dan mengkritisi segala informasi yang ada. Salah satu cara mengkritisi sebuah informasi ini dengan bertukar pikiran yang dikemas dalam sebuah kompetisi debat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Kristen Petra (BEM UK Petra) yaitu “Aku Untuk Indonesiaku 2018” selama dua hari berturut-turut mulai 17-18 Maret 2018 mulai pukul 09.00 WIB di kampus UK Petra.

“Kompetisi ini merupkan kompetisi debat berbahasa Inggris tingkat nasional dalam rangka mewadahi para mahasiswa untuk berpikir kritis dan menjadi gen perubahan bagi Indonesia untuk menjadilebih baik”, ungkap Arnold Rezon selaku ketua acara. Tercatat 48 tim dengan dua orang tiap kelompoknya yang sudah mendaftar dalam lomba debat ini. Mereka adalah para mahasiswa dari berbagai jurusan dari 21 universitas yang berbeda di Indonesia seperti Universitas Indonesia-Jakarta, Universitas Surabaya, Universitas Airlangga, ITS-Surabaya, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Sumatera Utara dan lain-lain.

Sistem kompetisi yang dipakai adalah British Parliamentary System. Sistem tersebut akan memperlombakan 4 tim yang berbeda. Dalam satu match, membahas motion (topik) yang telah disiapkan oleh panitia. Dalam match tersebut, terdapat satu tim yang berlaku sebagai Opening Government team, satu tim yang berlaku sebagai Opening Opposition team, satu tim berlaku sebagai Closing Government team, dan satu tim berlaku sebagai Closing Opposition team. Kompetisi ini akan diadakan dalam  6 babak (4x babak penyisihan, 16 besar, 8 besar, 4 besar, perebutan juara 3, dan grand final). Uniknya, dalam lomba ini mendatangkan 12 juri mahasiswa yang sudah mempunyai pengalaman debat secara nasional di babak penyisihan dengan dua juri utama yaitu Noel Hasintongan (UGM-Yogyakarta) dan Bobi Andika Ruitang (UI-Jakarta). Hari ini (18 Maret 2018) di gedung P lantai 6 kampus UK Petra sedang berlangsung babak final untuk mencari pemenangnya.

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194

Arnold Rezon (081553006021)

Press Release

Bedah Buku, Kupas Sejarah yang dilupakan dari seorang Henk Ngantung

9 March 2018

Nama Hendrik Hermanus Joel Ngantung atau lebih dikenal Henk Ngantung, sudah mulai dilupakan. Seorang gubernur Jakarta sekaligus seniman ini sempat memimpin Jakarta di era tahun 1964-1965an. Orang yang pernah berjasa bagi kemajuan kota Jakarta tapi kini nama Henk Ngantung hampir tidak pernah diperdengarkan kisahnya bahkan jasanya terkubur dalam-dalam hingga para generasi muda pun tak mengenalnya. Siapakah sebenarnya Henk Ngantung ini, hingga bangsa Indonesia dipaksa untuk lupa? Untuk mengenal sejarah yang mulai dilupakan, Jurnal Mahasiswa UK Petra Discerning menggelar Bedah Buku bertajuk Pemimpin yang Disingkirkan dengan judul buku Henk Ngantung: Saya Bukan Gubernurnya PKI” pada hari Jumat, 16 Maret 2018 mulai pukul 13.00-15.00 WIB di Ruang Lesehan Perpustakaan UK Petra lantai 7, Gedung Radius Prawiro.

Bedah buku ini akan menghadirkan penulisnya langsung yaitu Obed Bima Wicandra, S.Sn., M.A. seorang dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UK Petra. Proses pembuatan buku ini sangat panjang, “diawali dengan riset terlebih dahulu di tahun 2011. Merupakan proyek yang didanai oleh Yayasan Kebangsaan. Henk Ngantung menjadi fokus penelitian saya untuk melengkapi penelitian dari anggota-anggota tim lain”, urai Obed. Buku ini bermaksud mengembalikan pikiran sebagai bangsa bahwa tidak ada hitam putih dalam sejarah bangsa Indonesia. Henk Ngantung mencoba membuka kesadaran kita semua bahwa berlatar belakang apapun di Indonesia maka sah menjadi pemimpin selama mempunyai kapasitas dan kapabilitas dalam memimpin serta membuat Indonesia maju. Tak hanya itu saja, bedah buku ini akan mendatangkan seorang pengajar yang belajar mengenai sosialisme dan kapitalisme yaitu Daniel Sihombing.

“Bagi saya, Henk Ngantung merupakan hal yang menarik bukan saja karena kesamaan latar belakang di seni rupa namun bagaimana jalan hidup yang ditempuh oleh seorang seniman yang ditakdirkan kemudian menjadi seorang Gubernur DKI Jakarta. Saya membayangkan bagaimana saat ia ditunjuk menjadi wakil gubernur dan kemudian gubernur, Henk tentu mengalami cibiran dari lawan-lawan politiknya yang menganggap hal itu sebagai tindakan ceroboh Presiden Sukarno yang memilih seorang seniman menjadi pejabat di pemerintahan. Catatan pers dalam bentuk berita ini kemudian memperlihatkan betapa mumpuninya seorang seniman bernama Henk Ngantung itu; bukan karena faktor kedekatannya dengan Presiden Sukarno, namun karena memang kapasitasnya untuk membenahi kota Jakarta”, urai Obed

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194