Press Release

594 Siswa dan Mahasiswa Berlaga dalam Bridge Competition 2016

31 Maret 2016

Jembatan merupakan sebuah struktur yang dibuat untuk menyebrangi rintangan seperti sungai, rel kereta api ataupun jalan raya. Fungsinya sangat vital dalam sebuah ruas jalan, maka dari itu perlu direncanakan strukturnya dengan sangat baik. Dibutuhkan kemampuan hardskill yang diiringi softskill yang baik dari setiap Sumber Daya Manusia (SDM) dalam membuat jembatan ini. Kemampuan setiap SDM diuji dalam Bridge Competition 2016 yang diusung oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Kristen Petra (Himasitra) selama dua hari berturut-turut hari Jumat-Sabtu tanggal 1-2 April 2016 mulai pukul 13.00-21.00 WIB di Ciputra Worl mall lantai LG (depannya Hypermart).

Bridge Competition 2016 merupakan sebuah wadah bagi para siswa SMA untuk mengenal lebih jauh mengenai dunia teknik sipil sedangkan untuk mahasiswa selain agar lebih ahli dibidangnya juga belajar mengenai desain struktur jembatan. Kompetisi ini dikemas dalam workshop dan lomba yang diharapkan akan memacu peserta menciptakan struktur jembatan yang efisien, kuat dan inovasi yang baru. Kompetisi ini dilakukan secara tim yang beranggotakan 3 orang didalamnya dengan level SMA dan mahasiswa Teknik Sipil dan Arsitektur”, urai Johan Siandy Putra selaku Ketua Panitia Bridge Competition 2016. Johan menjelaskan, peserta dalam kompetisi kali ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Tercatat 345 orang siswa SMA dan 249 orang mahasiswa yang dibagi dalam 198 kelompok. Pada sesi eliminasi yang sudah dilaksanakan 11 Maret 2016 yang lalu, menyaring menjadi 30 kelompok saja yang terdiri dari 20 kelompok tingkat SMA dan 10 kelompok tingkat Perguruan Tinggi untuk maju babak Final. Team pemenang tingkat SMA ini akan diikutkan dalam lomba Bridge Competition tingkat Internasional di Illinois Institute of Technology, Chicago-USA .

Para peserta lomba ditantang untuk menyusun arsitektur jembatan dengan bahan dasar kayu basa yang diberikan oleh panitia. “Dalam sesi babak final yang digelar selama dua hari tersebut, pada hari pertama para peserta diberi waktu pengerjaan jembatan selama 5 jam kemudian keesokan harinya akan diuji dengan beban yang diberikan secara perlahan-lahan. Syarat jembatan yang dibuat mempunyai ketentuan yaitu beratnya maksimal 25 gram dengan lebar maksimal 8 cm, panjang maksimal 30 cm dan tinggi maksimal 18 cm”, ungkap Johan lebih lanjut. Untuk kategori siswa SMA, akan dinilai efisiensinya yaitu mencari berapa berat yang ditanggung dibagi dengan berat jembatan. Sedangkan kategori mahasiswa, akan dicari dua hal yaitu point ketepatan dimana jembatan yang dibuat harus menanggung beban seberat minimal 40 kilogram dan presentasi jembatan yang telah dibuat mulai pemilihan struktur, kemudahan realisasi, metode cara penghitungan hingga kemampuan presentasi.

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : (031) 2983190-3194

  • Johan Siandy Putra (089675903045)

Email : johan_siandy@yahoo.com