Press Release

Bedah Buku Mantra Layar Kaca di UK Petra

15 April 2016

Kamis, 14 April 2016 yang lalu tak kurang dari 800 pengunjung memadati Auditorium Universitas Kristen Petra (UK Petra) mulai pukul 10.00 WIB. Para pengunjung yang terdiri dari mahasiswa UK Petra maupun luar UK Petra, dosen, persona kependidikan hingga pustakawan tersebut berbondong-bondong menghadiri acara bertajuk Meet and Greet Najwa Shihab Mantra Layar Kaca. Acara yang dibuka langsung oleh Rektor UK Petra, Prof. Ir. Rolly Intan, M.A.Sc., Dr. Eng tersebut menyatakan kebahagiaannya sebagai tuan rumah dalam acara ini, “Dengan adanya acara ini, semoga para hadirin merasa termotivasi untuk memberitakan kebenaran sekaligus memberikan inspirasi bagi orang lain”.

Tak kurang tiga jam, acara ini mempertemukan antara Najwa Shihab-Presenter program “Mata Najwa” dengan Fenty Effendy sebagai penulis buku Mantra Layar Kaca. Dalam bedah buku tersebut, Nana, panggilan akrab dari Najwa Shihab, tak hanya membagikan kisahnya dalam program “Mata Najwa” saja akan tetapi juga menceritakan petualangannya sebagai seorang jurnalis sekaligus memotivasi para hadirin untuk bisa membedakan mana yang voice (layak diinformasikan) dan mana yang noise (tidak layak diinformasikan).

Najwa memulai sesinya dengan membagikan pengalamannya ketika memulai karir di bidang jurnalistik, pekerjaan yang menurutnya adalah pekerjaan paling exciting. Saat akan menyelesaikan kuliah S1 Hukum di UI, Najwa mencoba untuk magang di salah satu perusahaan televisi swasta. Saat magang itu ia menemukan bahwa kegiatan wartawan adalah sangat menantang dan menyenangkan. Ia merasakan bahwa ia bisa ada di tempat segala kejadian penting, saat kejadiannya dan menjadi bagian dari kegiatan pemberitaannya. Dari magang itu, ia akhirnya memutuskan untuk berkarir di dunia jurnalisme. “Presenter hanyalah hanyalah bagian kecil dari satu tim besar yang memungkinkan adanya Mata Najwa. Yang penting adalah kekompakan tim. Dalam satu kesatuan tim terdiri dari executive producer, managing producer, sampai dengan tim riset”, urai Nana.

Sang penulis, Fenty Effendy, mengungkapkan betapa pentingnya memandang berita dalam berbagai sisi. “Membaca setiap pemberitaan media membutuhkan dua sisi sudut pandang, sebab yang penting ialah informasinya jangan hanya karena posisi orang yang menyampaikan informasi tersebut maka menyebabkan kita sebagai penonton membuat persepsi lain terhadap informasi tersebut”, ungap wanita berkaca mata tersebut. Fenty juga membagikan bagian dari buku yang ditulisnya tersebut. Salah satu dari sharingnya adalah bagaimana tim jurnalis Mata Najwa bisa membuat pemberitaan yang berdampak. Menurutnya membuat berita adalah memberikan konteks terhadap suatu peristiwa seperti dalam episode mengenai mengangkat lingkaran setan narkoba di salah satu lembaga pemasyarakatan. “Tak lama setelah Mata Najwa menayangkan liputan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) tersebut, BNN melakukan pengerebekan di LP itu. Ini artinya, dengan memberikan konteks pada fenomena yang diberitakan, maka “Mata Najwa” bisa memberi dampak lebih dari hanya sekedar pemberitaan”, urai wanita kelahiran Pekanbaru-Riau tersebut.