Press Release

Call of Paper Nasional: Arsitektur Tanpa batas yang Bertanggung Jawab

29 April 2016

Beberapa waktu yang lalu Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristek Dikti RI) mengajak para mahasiswa untuk menggalakkan budaya menulis salah satunya dengan membuat karya tulis. Bukan hal yang sulit bagi para mahasiswa bidang sosial yang sering menulis, akan tetapi berbeda bagi para mahasiswa visual yang lebih senang menggambar dibandingkan membuat tulisan. Menilik hal ini, Himpunan Mahasiswa (Hima) Program Studi Arsitektur UK Petra (Hima Arta) merasa perlu mendukung program pemerintah ini dengan mengadakan Seminar call for paper berskala Nasional bertajuk Architecture: Creativity Beyond The Limit pada hari Sabtu, 30 April 2016 mulai pukul 09.30-16.00 WIB di Ruang Konferensi (RK) 4 gedung Radius Prawiro lantai 10 kampus UK Petra.

“Menjadi Arsitek yang kreatif namun memiliki rasa tanggung jawab pada lingkungan, budaya dan teknologi itulah maksud dari tema yang kami pilih. Saat ini sudah terkumpul kurang lebih 120 paper dari mahasiswa Arsitektur seluruh Indonesia”, ungkap Esti Asih Nurdiah, S.T., M.T. selaku dosen penanggung jawab Seminar Nasional ini. Dalam perancangan Arsitektur kreativitas merupakan kualitas yang harus dimiliki oleh perancang. Akan tetapi ketika kreativitas menjadi tanpa batas, maka kreativitas justru akan menjadi bumerang. Seorang perancang tidak hanya harus kreatif namun juga bertanggung jawab dan tidak melupakan bahwa bangunan tidak dapat dilepaskan dari konteks lingkungan dan manusia. Harus ada kesadaran dan tanggung jawab besar bagi para perancang pada kelestarian lingkungan (alam), kelestarian budaya lokal, dan inovasi teknologi.

Para mahasiswa yang sudah mengumpulkan paper ini sebelum dipresentasikan dalam Seminar Nasional ini telah direview oleh juri reviewer terlebih dahulu. Yang menarik, salah satu paper tersebut ada yang mengangkat mengenai Rumah Panggung yang mana merupakan bangunan tradisional yang tidak menapak tanah akan tetapi bagaimana mengaktualisasi bangunan tersebut dengan kondisi modern saat ini. Nantinya akan dipilih tiga pemakalah terbaik.

Pembicara dalam Seminar Nasional ini akan menghadirkan empat pembicara sekaligus yang pertama Prof. Yandi  Andri Yatmo, S.T., Dp.ARh., M. Arch., Ph.D-Ketua Program Studi Arsitektur Universitas Indonesia yang telah mendapatkan penghargaan baik skala nasional maupun internasional. Kedua, Popo Danes-seorang Arsitek yang konsisten memasukkan warisan dan budaya Arsitektur Indonesia ke dalam setiap bentukan Arsitektur bergaya modern yang dikerjakannya. Kemudian disusul dengan Yu Sing, S.T, seorang principle architect dari Studio Akanoma yang dalam desain-desainnya banyak menggunakan material lokal dan material bekas. Dan yang terakhir Dr. Ir. Pancawati Dewi, M.T.-seorang dosen dari UPN Veteran Jawa Timur yang sangat tertarik dan peduli terhadap arsitektur tradisional Indonesia.

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : (031) 2983190-3194

  • Esti Asih Nurdiah, S.T., M.T. (081330941349)