Browsing Category

Press Release

Press Release

Dosen UK Petra, Rolly Intan Raih Gelar Doktor Honoris Causa dari Dongseo University, Busan-Korea Selatan

12 February 2018

Rektor Universitas Kristen Petra (UK Petra), Surabaya-Indonesia periode 2009-2017, Rolly Intan, telah menerima gelar doktor kehormatan atau Doctor Honoris Causa di bidang Business Administration dari Dongseo University (DSU), Busan-Korea Selatan pada hari Jumat, 9 Februari 2018 yang lalu pukul 11.00 waktu setempat di Korea. Penganugerahan ini dilakukan bersamaan dengan upacara pelepasan wisudawan mulai bachelor degree (sarjana), master degree (Magister) hingga doctoral degree (Doktor) Dongseo University, Busan-Korea Selatan.

Prof. Dr. (HC) Rolly Intan, Dr. Eng. dihubungi beberapa saat setelah acara penganugerahan gelar kehormatan mengungkapkan perasaannya. “Saya merasa sangat terhormat atas capaian yang baru saja saya dapatkan. Sejujurnya saya merasa kaget tidak menduga akan menerima penghargaan ini. Mereka menilai saya layak mendapatkan gelar ini khususnya di bidang leadership dan manajemen”, ungkapnya via telepon. Pemberian gelar kehormatan ini diberikan langsung oleh Presiden DSU yaitu Dr. Jekuk Chang bersama dengan Dean of Graduate School, Jonghae Kim, Ph.D. di dalam gedung kampus DSU, Busan, Korea Selatan.

Seperti yang kita ketahui, pemberian gelar Doctor Honoris Causa ini hanya dapat diberikan pada seseorang bila telah dianggap berjasa dan atau berkarya luar biasa bagi ilmu pengetahuan dan umat manusia. Dihubungi secara terpisah, President DSU mengungkapkan alasannya memberikan gelar penghormatan pada Rolly Intan. “Kami menganggap bahwa kiprah Rolly Intan saat menjadi rektor sangat besar. Kepemimpinannya yang luar biasa (excellent) sekaligus berkontribusi yang besar dalam internasionalisasi dan pengembangan pendidikan tinggi di regional di Asia”, urai Dr. Jekuk Chang.

Kota Surabaya telah mengembangkan kerjasama kota kembar atau sering disebut dengan sister city dengan Busan, Korea Selatan sejak tahun 1996. Semenjak itulah hubungan aktif antara UK Petra dengan DSU, Korea Selatan terjalin hingga saat ini. Berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi pengembangan masyarakat pun telah dilakukan secara bersama. “Saya yakin ke depan UK Petra yang kini dipimpin oleh Prof. Djwantoro Hardjito, Ph.D. akan terus melanjutkan kerjasama dengan DSU semakin intens dan bermanfaat bagi pengembangan pendidikan tinggi di Asia, khususnya kedua universitas. Terima kasih sekali kepada Dongseo University di Korea Selatan atas kerjasamanya selama ini. Supportnya sungguh besar pada beberapa program yang telah dilakukan secara bersama dengan Universitas Kristen Petra”, rinci Prof. Dr. (HC) Rolly Intan, Dr. Eng. yang juga seorang dosen di Program Studi Informatika UK Petra.

Rektor UK Petra, Prof. Djwantoro Hardjito, Ph.D. yang turut hadir dalam penganugerahan ini mengungkapkan kegembiraannya. “Prestasi Prof. Dr. (HC) Rolly Intan, Dr.Eng benar-benar membuat keluarga besar Universitas Kristen Petra berbangga. Kolaborasi aktif dengan Dong Seo University di berbagai bidang ini amat penting untuk untuk terus dikembangkan, terlebih di masa Revolusi Industri 4.0, yang menghadapkan kita pada banyak tantangan dan sekaligus peluang”, ungkap Prof. Djwantoro.

Adapun berbagai kegiatan yang berkesinambungan tahun demi tahun antara Universitas Kristen Petra, Indonesia-Surabaya dengan Dongseo University, Busan-Korea Selatan antara lain:

  1. Program KKN Internasional yang disebut Community Outreach Program (sejak 1996)
  2. Asia Summer Program (sejak 2012) – UK Petra dan DSU sebagai founders;
  3. Partisipasi UK Petra dalam Asia University Presidents Forum atas rekomendasi DSU (sejak 2012);
  4. Penyelenggaraan Double Degree Program (2+2) di bidang  Film (sejak 2014)
  5. Penyelenggaraan Joint Degree Program dalam bidang  Digital Media (sejak 2016);
  6. Pembukaan Pusat Bahasa dan Budaya Korea,  King Sejong Institute Surabaya di UK Petra (2015);
  7. Pembukaan E-Class Korean, bekerjasama dengan Korean Association of Network Industries (2017).

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194

Press Release

Prestasi Mahasiswi Desain Interior UK Petra: Sabet Best Desain untuk SOHO Design Competition

18 January 2018

Semakin minimnya lahan tanah yang ada maka tak heran saat ini para penduduk di kota mulai mengemari hunian keatas. Apartemen pun menjadi salah satu pilihan gaya hidup masyarakat perkotaan. Akan tetapi bagaimana membuat apartemen yang nyaman di tinggali sekaligus menjadi kantor? Pemikiran inilah yang mendasari tiga mahasiswi Program Studi Desain Interior (DI) Universitas Kristen Petra (UK Petra) membuat OMAHUB!, an multifunction apartment yang kemudian berhasil menyabet Best Design kategori mahasiswa dalam SOHO Design Competition digelar oleh Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) pada tanggal 9 Januari 2018 yang lalu di Jakarta. Mereka adalah Melissa Ardani, Evania Tjandra Khosasih dan Natasya Angelina yang merupakan mahasiswi semester 5 Prodi DI UK Petra.

OMAHUB! merupakan sebuah small office home office (SOHO) yang terletak disebuah apartement di pusat kota Surabaya dengan luasan 42 m2 dan tinggi 3 meter. Ini disesuaikan dengan syarat perlombaan yang diminta mendesain hunian dan kantor dengan luasan antara 36 m2. “Kami mendesain dengan skenario untuk para professional muda yang dapat dihuni dua hingga 3 orang. Jadi apartement tersebut dapat dijadikan sebagai tempat bekerja, bertemu client, menerima tamu hingga tempat berkumpul dengan keluarga”, rinci Melissa. Omah diambil dari bahasa Jawa yang memiliki arti rumah, sedangkan Hub merupakan pusat dari aktifitas. Sehingga OMAHUB ini sebagai pusat aktivitas yang termasuk green building, dwi fungsi dan multi fungsi dengan didukung teknologi masa depan.

Aspek green building meliputi banyak hal yaitu penghawaan alami yaitu memiliki fitur yang mendapatkan penghawaan alami dan ditambah AC dengan sistem eco. Material juga dipikirkan dengan matang menggunakan sustainable dan low-emission yaitu material utamanya kayu, cork dan concert. Cork ini sebagai peredam suara sedangkan concrete mampu meningkatkan kualitas udara dalam ruangan sehingga biaya sedikit untuk perawatan. Tak lupa juga menggunakan Plumbing Fixture yaitu peralatan mandi yang mampu menghemat air lebih banyak dengan menggunakan limbah air wastafel sebagai flush toilet.

Uniknya, desain ini memiliki tiga layout yang berbeda jika dijabarkan yaitu situasi pagi hari, situasi kantor dan situasi di malam hari. Ini menggunakan smart partion yang mampu mengubah beragam situasi tersebut. Cara kerjanya menggunakan rel dibawahnya yang mampu mengubah fungsi area dari tempat bekerja menjadi ruang tidur didukung dengan LED yang mampu berubah warna sesuai dengan kebutuhan.

Tim ini juga mempertimbangkan pemilihan warna di setiap sisi dengan memilih warna coklat, biru, hijau dan orange yangmana memiliki artinya masing-masing. Misalnya saja, pemilihan warna biru memberikan efek untuk menstimulasi produktivitas, simbol dari jiwa muda. Sehingga membuat mood yang ceria, fresh, tenang sekaligus membuat ruangan terasa lebih luas. Desain OMAHUB! memiliki banyak keunikan sehingga tak heran mampu mengalahkan 69 peserta dari enam universitas yang ada di Indonesia. Kekuatan utama desain ini terletak pada lesehan yang disediakan sehingga nuansa local contentnya sangat terasa. “Jadi dalam apartemen ini nantinya para penghuninya bisa juga leyeh-leyeh seperti konsep rumah pada umumnya, sangat menyenangkan sebab biasanya itu yang tidak didapatkan pada fungsi apartemen pada umumnya”, ungkap Natasya.

Desain yang lengkap dan apik ini tak heran berhasil memboyong hadiah sebesar Rp. 20.000.000, Trophy dan sertifikat dengan gelar sebagai best design. Pengalaman yang menyenangkan ini sangat membekas bagi ketiga mahasiswi ini. “Kami sama-sama mendapat pengalaman dan pembelajaran baru bahwa jangan takut memberikan ide, lepas dan dituangkan saja. Jangan pernah merasa jago akan tetapi hauslah akan belajar banyak hal sebab di dunia luar masih banyak hal yang lebih bagus dari yang kita punya. Dan jika ada kesempatan diambil saja”, urai ketiganya mantap.

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194

  • Mahasiswi Prodi Desain Interior UK Petra: Melissa Ardani (081216447772), Evania Tjandra Khosasih (087851258997), Natasya Angelina (082122221250)
Press Release

Ibu-ibu PKK Siwalankerto Masak Bersama Makanan Korea

23 November 2017

Sejumlah 9 orang mahasiswa asal Korea yang sedang menimba ilmu di Universitas Kristen Petra (UK Petra) akan berinteraksi lebih dekat dengan 30 orang ibu-ibu PKK kelurahan Siwalankerto. Kegiatan Memasak Bersama Ala Korea ini akan berlangsung pada hari Jumat, 24 November 2017 mulai pukul 14.00-15.30 WIB di Pendopo Kelurahan Siwalankerto jalan Siwalankerto 132, Surabaya. Gelaran ini diusung oleh Biro Administrasi Kerjasama dan Pengembangan Institusi (BAKP) UK Petra bekerjasama dengan Kelurahan Siwalankerto.

“Acara ini sangat bagus. Dengan adanya kegiatan seperti ini maka mahasiswa asing yang ada di Indonesia khususnya yang sedang kuliah di UK Petra mengetahui seluk beluk kehidupan masyarakat Siwalankerto. Tahu bagaimana keguyuban warganya, kerukunan, tolong menolongnya dan masih banyak lagi sifat orang Indonesia”, ungkap Rury Damayanti, S.H., MH selaku Lurah Siwalankerto. Menariknya, acara ini akan memberikan kesempatan untuk berinteraksi lebih dekat antara mahasiswa asing Korea dengan para ibu-ibu PKK Siwalankerto tersebut. Peserta dibagi menjadi lima kelompok yang berbeda. Dalam masing-masing kelompok akan terdapat satu hingga dua mahasiswa Korea yang didampingi oleh mahasiswa dari Indonesia sebagai penerjemah. Menu makanan yang akan dipelajari tiap kelompokpun berbeda satu dengan yang lainnya. Di akhir acara, para peserta akan mendapatkan kumpulan resep dan cara memasak seluruh makanan yang diperkenalkan.

Makanan apa saja yang akan diajarkan? Gimbab, Jimdak, Pajeon, Gimchi Jeon dan Bimbimbap. Itulah lima makanan asal Korea yang akan diperkenalkan ke 9 mahasiswa Korea tersebut. “Para mahasiswa Korea ini merupakan bagian dari program pertukaran pelajar dan Indonesian Spectrum dengan masa studi satu semester dan atau satu tahun di UK Petra. Gelaran Memasak Bersama Ala Korea ini merupakan salah satu kegiatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia dengan mengenal keberadaan PKK yang merupakan perkumpulan khas Indonesia yang memiliki keunikan dan nilai yang luhur dari sikap bermasyarakat bangsa Indonesia”, urai Meilinda, S.S., M.A. selaku Kepala Biro Administrasi dan Pengembangan Institusi UK Petra. Makanan yang diajarkan sengaja dipilih makanan Korea yang mudah pembuatannya dan bahan-bahannya bisa dengan mudah didapatkan sehingga jika para ibu-ibu PKK dapat dengan mudah mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya seperti Gimbap yang terdiri dari nasi yang dibungkus dengan rumput laut seperti lemper. Atau misalkan Bimbimbap yang sejenis nasi campur di Surabaya berisikan semangkuk nasi putih dengan lauk di atasnya berupa sayur-sayuran, daging sapi, telur, dan saus pedas gochujang.

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194

Press Release

Merry Riana Berbagi Pengalaman Sukses di tengah MEA pada 800 mahasiswa

22 November 2017

Siapa yang tak kenal dengan Merry Riana? Seorang motivator muda yang sukses dengan pendapatan 1 juta dollarnya saat berusia 26 Tahun. Meski telah berhasil di Singapura tak membuat wanita Indonesia ini melupakan tanah kelahirannya. Rabu, 22 November 2017 mulai pukul 18.00-20.30 WIB, Merry Riana akan membakar semangat para mahasiswa dalam talkshow bertajuk Culture in Business Communication di Auditorium UK Petra, jalan Siwalankerto 121-131, Surabaya.

Kegiatan yang diusung oleh Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris UK Petra ini untuk menjawab kebutuhan mahasiswa akan pengetahuan tentang pentingnya peran dari pemahaman suatu kebudayaan dalam menjalin relasi dan kerjasama bisnis yang baik dengan orang lain. Tantangan terbesar bagi mahasiswa jika sudah menyelesaikan kuliahnya adalah memasuki dunia pekerjaan yang kini memasuki program Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Itu artinya mengharuskan kita menjalin kerjasama atau bisnis dengan pihak asing. “Akan tetapi masalahnya tiap negara mempunyai budaya yang berbeda, maka dari itu Merry Riana akan memberikan pengalaman pada mahasiswa UK Petra maupun kampus lain agar mampu menyelaraskan perbedaan budaya tersebut agar dapat menempatkan diri dan berperilaku yang tepat sehingga mampu membedakan hal-hal yang pantas dan tidak pantas dilakukan saat menjalin kerjasama dengan pihak asing”, ungkap Eva Violina selaku ketua acara talkshow. Dengan berlakunya Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional, hal ini secara tidak langsung memudahkan para lulusan universitas nantinya agar dapat lebih mudah dalam memahami dan berkomunikasi dengan negara diluar Indonesia. Hal ini diharapkan juga agar menaikkan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia agar dapat bersaing dengan negara lain.

Sejumlah 800 mahasiswa baik mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra) maupun universitas lain di Surabaya telah mendaftar dalam kegiatan ini. Merry Riana juga akan bicara mengenai peran vital yang dipegang oleh budaya dalam kelancaran suatu bisnis internasional, serta yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan saat berhadapan dengan pihak asing yang tentunya memiliki budaya yang berbeda dengan Indonesia.

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194

  • Eva Violina (085791817313)
Press Release

Unik, Tumpukan Ban Menjulang di Perpustakaan UK. Petra

13 December 2016

Ada yang unik di ruang pamer Perpustakaan Universitas Kristen Petra (U.K. Petra) hari Rabu tanggal 14 Desember 2016. Sebuah pohon natal yang terbuat dari berbagai ban mobil dan motor tersusun dengan cantiknya hingga 15 Januari 2017. Setiap lekuk ukiran pada badan ban tampak dengan jelas terlihat yang dipercantik dengan warna cat emas. Tak lupa juga dilengkapi dengan hiasan-hiasan natal agar semakin meriah. “Pohon natal unik ini dirancang dan dibuat oleh dosen UK. Petra bernama Ir. Titien Wahono. Setiap detail dalam rancangan ini memiliki arti yang mendalam. Pohon natal ban ini mencerminkan kehidupan umat Kristiani di dunia yang disadari tiga hal yaitu iman, pengharapan dan kasih.” ungkap Dian Wulandari, S.IIP. selaku Kepala Perpustakaan UK. Petra di ruang kerjanya.

Menghadirkan suasana dan semangat Natal yang selalu baru bagi para pengunjung, inilah keinginan Perpustakaan UK. Petra. Jika dicermati, tampak terlihat dengan jelas badan ban dalam pohon natal tersebut sengaja dibuat berukit-ukir agar mempunyai daya cengkeram yang kuat sehingga tidak mudah tergelincir, sebagaimana iman dalam kehidupan manusia. Bukanlah hiasan, akan tetapi sebagai pegangan hidup yang kokoh demi mencapai keselamatan. Pengharapan manusia akan keselamatan juga digambarkan dari sifat ban, yang bila makin lama dipakai makin menipis maka perlu diperbarui. Pengharapan manusia pun sering kali menipis akibat kejenuhan sehingga memerlukan pembaharuan dengan refleksi serta introspeksi diri, salah satunya melalui peringatan kelahiran Yesus Kristus sang Juru Selamat. Sifat dari kasih Kristiani yang tak memegahkan diri dan rela berkorban juga tergambar dari keberadaan ban, selalu di bagian paling bawah dari kendaraan yang membuat badannya akan habis tergerus demi tugas memikul seluruh penumpang agar sampai ke tujuan dengan selamat.

Tak ingin menyia-nyiakan pemandangan unik ini? Para pengunjung Perpustakaan UK. Petra diberikan kesempatan Photobooth secara Gratis esok Rabu, 14 Desember 2016 di Ruang Pamer Perpustakaan UK. Petra di Gedung Radius Prawiro lantai 6 kampus UK. Petra mulai pukul 11.00-15.00 WIB. Kesempatan terbatas loh…

 

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

·         Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131 Surabaya

Telp : 2983190-3194

  • Dian Wulandari, S.IIP. (08123016131)
Press Release

Internasional Vaganza 2016, Atraksi Mahasiswa dari 6 Negara

4 November 2016

Terlihat sejumlah 14 mahasiswa asing dari 6 negara yang berbeda berbaur  bersama mahasiswa Indonesia dalam kegiatan bertajuk International Vaganza 2016 Fantasix pada hari Jumat, 4 November 2016 mulai pukul 13.00-16.00 WIB di Atrium Gedung Radius Prawiro kampus U.K. Petra Surabaya. Kegiatan tahunan yang diusung oleh Biro Administrasi Kerja sama dan Pengembangan (BAKP) U.K. Petra ini sengaja digelar bagi para sivitas akademika U.K. Petra. “Selain kami ingin memperkenalkan aneka budaya dari Negara-negara asal para mahasiswa asing yang sedang belajar di U.K. Petra juga untuk menyegarkan kembali pengetahuan sekaligus berbagi pengalaman keuntungan mengikuti program kerjasama internasional yang ada di kampus ini. Diantaranya Student Exchange, Summer Program dan Join atau Double Degree”, ungkap Meilinda, S.S., M.M selaku Kepala BAKP U.K. Petra Surabaya. Ada kurang lebih 50 orang mahasiswa UK Petra yang tergabung dalam Petramate turut serta terlibat kegiatan ini. Petramate adalah kelompok sukarelawan mahasiswa UK Petra yang mendampingi mahasiswa asing untuk dapat beradaptasi lebih cepat di Surabaya. Selain itu teman- teman Petramate juga belajar tentang komunikasi lintas budaya untuk mengasah kemampuan mereka bersaing secara global.

Korea Selatan, Belanda, Mesir, Jerman, Thailand dan Italia itulah keenam Negara mahasiswa asing yang akan unjuk kebolehan dalam Internasional Vaganza 2016 Fantasix. Akan ada beragam kegiatan diantaranya booth makanan tradisional dari masing – masing Negara, penampilan dari mahasiswa asing hingga booth informasi dari kerjasama internasional yang ada di U.K. Petra. “Masing-masing Negara mendapatkan kesempatan kurang lebih waktu sebanyak 8 menit untuk menampilkan sesuatu. Baik itu menari, menyanyi dalam bahasa Indonesia, presentasi pengenalan negaranya, permainan hingga demo memasak sederhana makanan khas negaranya”, urai Ivana selaku ketua panitia acara ini.

Para mahasiswa Korea Selatan menampilkan dance serta menyajikan mie Samyang, sebuah makanan yang berbahan dasar mie dengan rasa yang pedas. Negara Belanda akan demo memasak poffertjes, kue tradisional yang renyah kecil dan manis serta mengajak sivitas bermain mainan khas Belanda. Di tengah hawa yang dingin-dingin saat ini, mahasiswa asal Mesir akan menyajikan Egytian Lentils Soup. Uniknya mahasiswa Mesir akan menyanyikan lagu dalam bahasa Indonesia. Tak ketinggalan dua mahasiswa Jerman akan membuat Pretzel, kue dengan rasa asin dan sedikit manis. Mereka juga akan menampilkan drama singkat serta presentasi negaranya. Mahasiswa asal Thailand akan menyajikan Green Papaya Salad dan mempresentasikan tempat wisata di Bangkok. Mahasiswa Italia akan mendemokan makanan Cold Pasta, yang berisi makanan segar yang disajikan dengan saus itali.

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

·         Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131 Surabaya

Telp : 031-2983190-3194

  • Meilinda, S.S., M.M (081217434488)
  • Ivana (Ketua Panitia) : 081803071313
Press Release

Mahasiswa Asing Program Darmasiswa Di UK Petra

30 September 2016

Universitas Kristen Petra (UK Petra) menerima lima (5) mahasiswa asing program beasiswa Darmasiswa dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri. Kelima mahasiswa ini berasal dari Negara Italia, Korea Selatan dan Thailand. DARMASISWA merupakan program beasiswa non-gelar satu tahun yang ditawarkan oleh pemerintah Indonesia untuk semua mahasiswa asing dari negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia untuk belajar Bahasa Indonesia, seni, musik, kerajinan, dan topik tertentu di beberapa Perguruan Tinggi Indonesia yang dipilih di berbagai kota di Indonesia.

“Sejak 2010, UK Petra dipilih oleh pemerintah Indonesia untuk mendapat mandat menjadi tuan rumah para mahasiswa asing beasiswa Darmasiswa ini. UK Petra memiliki program Indonesian Spectrum dibawah Departemen Mata Kuliah Umum yang  menitikberatkan peminatan di bidang bahasa Indonesia dan budaya Indonesia, sehingga kami mempunyai tim khusus dan kurikulum BIPA dalam proses pembelajaran para mahasiswa asing program Darmasiswa ini”, ungkap Meilinda, S.S., M.M selaku Kepala Biro Administrasi Kerjasama dan Pengembangan (BAKP) UK Petra. Para mahasiswa Darmasiswa ini memulai aktivitasnya belajar di UK Petra sejak 5 September 2016 yang lalu. Beragam kegiatan telah disusun, diantaranya Making Batik in Canvas Bag pada hari Rabu, 28 September 2016 mulai pukul 10.00-11.30 WIB dan 13.30-15.30 WIB di Laboratorium Bahan Program Studi Desain Interior UK Petra. Dalam kegiatan ini, para mahasiswa asing ini diajak untuk lebih mengenal salah satu budaya Indonesia yaitu Batik di atas media selain kain. Minggu lalu, mereka belajar batik di atas media topeng. Dengan dipandu oleh Andereas Pandu Setiawan, S.Sn., M.Sn seorang Dosen Program Studi Desain Interior UK Petra, kelima mahasiswa Darmasiswa ini sebelumnya belajar secara teori teknik membatik sebelum mengaplikasikannya. Mengapa batik? Batik ini mempunyai filosofi yang sangat Indonesia, ada proses dan ceritanya. Masing-masing motif batik mempunyai filosofinya tersendiri dan filosofi ini mewakili nilai masyarakat Indonesia. Dengan belajar batik sebenarnya mahasiswa internasional bukan hanya belajar proses dan motif tapi pemikiran pemikiran di balik proses dan seni batik itu sendiri. Pemahaman atas pemikiran – pemikiran ini yang membuat mahasiswa asing mengenal budaya dan pola pikir masyarakat kita untuk lebih dekat. “Hasil kreasi ini dapat mereka bawa pulang ke Negara asalnya sehingga harapannya para mahasiswa asing ini akan menyebarkan kisah yang positif tentang Indonesia ke negara asalnya. UK Petra mempunyai Laboratorium Batik, dengan pengajar yang menekuni Batik baik dalam bentuk karya baru maupun penelitian keilmuan sehingga sangat pas jika dikenalkan pada mahasiswa asing ini”, ungkap Meilinda lebih lanjut.

    Kelima mahasiswa ini adalah Aniello Iannone L yang berasal dari University of Naples L’Orientale (Italia), Lee So Yeong P dan Song Yu Jeong P asal Hankuk University of Foreign Studies (Korea Selatan), Bassoree Wani asal Yala Rajabhat, University Muang District (Thailand) dan Jiraphat Sirichon asal Walailak University (Thailand).

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194

  • Meilinda, S.S., M.M selaku Kepala BAKP UK Petra (081217434488)
Press Release

Research Week dan Festival SL sambut Dies Natalis UK Petra ke-55

16 September 2016

Dalam dunia pendidikan, menghasilkan riset penelitian merupakan salah satu hal yang wajib dilakukan. Akan tetapi, satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya adalah mempublikasikannya untuk kemudian dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat. Menyambut Dies Natalis UK Petra ke-55, Lembaga Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) UK Petra menggelar Research Week dan Festival Service Learning (SL) yang bekerjasama dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UK Petra. Acara ini digelar mulai hari Senin-Jumat, 19-23 September 2016 di kampus UK Petra, Surabaya.

“Mengambil tema Fostering Community Empowerment: Engaging Applied Research and Service-Learning, dua agenda ini diselenggarakan bertujuan untuk mendorong hasil-hasil penelitian, abdimas dan karya Service Learning (SL) dosen dan mahasiswa untuk terus dikembangkan dalam rangka membawa kemajuan nyata bagi pemberdayaan masyarakat dan bangsa. Semua kegiatan ini berfokus pada tiga penelitian UK Petra yaitu sustainable engineering, budaya & masyarakat, serta ekonomi kreatif”, urai Dr. Juliana Anggono selaku Kepala LPPM UK Petra. Research Week ini terdiri dari dua kegiatan yaitu seminar penelitian serta Research Talk dan pameran poster. Seminar penelitian ini akan dilaksanakan hari Senin, 19 September 2016 di Ruang Konferensi 4 Gedung Radius Prawiro lantai 10 kampus UK Petra dengan menghadirkan E. G. Manurung, Ph. D selaku Ketua Badan Pengawas Forest Watch Indonesia sekaligus Penasehat Menteri Kehutanan tahun 2006-2009. Seminar pertama mengangkat tema Community Development in Toba – North Sumatera: Integrated Farming System with Zero Waste++ mulai pukul 10.00-11.30 WIB dan kemudian dilanjutkan pada pukul 14.00-15.30 WIB dengan tema Pemanasan Global, Perubahan Iklim: Dampaknya terhadap Negara Kepulauan Indonesia dan Apa Respons Kita?. Sementara itu, hasil penelitian berupa poster dari masing-masing Program/Program Studi yang ada di UK Petra akan dipamerkan selama lima hari mulai tanggal 19-23 September 2016 mulai pukul 09.00 WIB di Atrium UK Petra. Sedangkan Research Talk akan dilaksanakan pada hari Jumat, 23 September 2016 di Ruang Konferensi 4 Gedung Radius Prawiro lantai 10 kampus UK Petra menghadirkan dua pembicara internal yang akan sharing bagaimana hasil penelitian diarahkan menjadi Pengabdian Masyarakat. Kedua pembicara ini adalah Prof. Lilianny S. Arifin, Ph.D. selaku guru besar Program Studi Arsitektur UK Petra dan Dr. Willyanto Anggono selaku dosen Program Studi Teknik Mesin UK Petra.

“Festival of Service-Learning ini digelar untuk menyambut 6th Asia Pasific Regional Conference on Service-Learning (SL) yang akan digelar tahun depan. Kegiatan ini sendiri terdiri dari Mini Simposium, pameran karya SL dan Workshop”, ungkap Dr. Juliana Anggono yang juga mengajar di Program Studi Teknik Mesin UK Petra. Mini Simposium akan dilaksanakan hari Selasa, 20 September 2016 mulai pukul 13.30-16.00 WIB di Ruang Konferensi IV, Gedung Radius Prawiro lantai 10 kampus UK Petra. Mendatangkan peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen tersebut akan menghadirkan tiga pembicara yaitu Christine Wonoseputro, S.T., M.A.S.D. yang juga dosen dari Program Studi Arsitektur UK Petra, Felecia, S.T., M.Sc. merupakan dosen dari Program Studi Teknik Industri UK Petra serta Daniel Budiana, S.Sos., M.A merupakan dosen dari Program Studi Ilmu Komunikasi UK Petra. Pameran karya SL yang dipamerkan mulai hari Selasa-Jumat tanggal 20-23 September 2016 di Atrium UK Petra itu akan menghadirkan produk-produk SL dari para dosen dan mahasiswa yang ada di UK Petra. Adapun produk-produknya seperti poster, foto, karya desain, buku, desain kemasan dan masih banyak lainnya. Workshop SL akan dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut mulai hari Selasa-Jumat, 20-23 September 2016 di Ruang Konferensi IV gedung Radius Prawiro lantai 10 kampus UK Petra. Tiga hari workshop SL ini akan mendatangkan Judy Yeh., P.h.D berasal National Sun Yat-Sen University-Taiwan dengan tiga topik yang berbeda tiap harinya.

Press Release

UK Petra ikut serta dalam Konferensi UN Habitat 3: Inclusive Building, Regerating Kampung dan Kompetisi Beauty of Indonesia

22 July 2016

Surabaya patut berbangga hati. Tak lama lagi, tepatnya pada tanggal 25 – 27 Juli 2016 yang akan datang menjadi jujugan para tamu seluruh dunia dalam acara Preparatory Committee (PrepCom) 3 for Habitat 3 yang digelar oleh UN Habitat (salah satu badan Perserikatan Bangsa-bangsa bergerak di bidang pemukiman dan pembangunan kota berkelanjutan). Dalam rangka menyambut kegiatan PrepCom 3 ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah bekerjasama dengan banyak pihak salah satunya Universitas Kristen Petra. UK Petra terlibat dalam dua agenda kegiatan parallel event yaitu Inclusive Building and Urban Parks in Surabaya Trip yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 23 Juli 2016 dan Regenerating Kampung pada hari Minggu, 24 Juli 2016. Seperti apa kunjungan kegiatan ini? Simak penjelasannya berikut

 

  • Inclusive Building and Urban Parks in Surabaya Trip

Dalam kunjungan ke gedung sekolah SMPLB-A YPAB di Jl. Gebang Putih No 5 Surabaya dan Taman Bungkul di Jl. Darmo Surabaya tersebut ternyata berhasil menarik hati peserta UN Habitat. Pasalnya mereka diajak untuk menilik langsung hasil perbaikan fisik fasilitas sekolah yang semakin memudahkan bagi para siswa disabilitas di sekolah tersebut dan ikut merasakan fasilitas taman di Surabaya yang mulai memperhatikan para disabilitas. “Perjalanan ini kami rancang sebab kota yang berkelanjutan harus mampu memfasilitasi kebutuhan semua orang termasuk para penyandang disabilitas. Maka dari itu, kami ingin sharing apa yang ada di Kota Surabaya ini sehingga harapannya bias ditetapkan diseluruh dunia mengenai bangunan inklusif. Sehingga ketika mendesain kota perlu melibatkan para penyandang disabilitas”, ungkap Gunawan Tanuwidjaya, M.Sc. selaku koordinator kunjungan Bangunan Inklusif dan Taman Kota di Surabaya tersebut.

Tercatat 40 peserta yang akan mengikuti perjalanan ini, salah satunya berasal dari Cityscope Amerika. Hari Sabtu, 23 Juli 2016 mulai pukul 09.00 WIB peserta akan berangkat menuju kampus UK Petra untuk mengikuti pengantar singkat mengenai Desain bangunan Inklusif hingga pukul 10.00 WIB di Ruang Konferensi 3 gedung Radius Prawiro lantai 10 kampus UK Petra. Pembekalan singkat ini akan dibawakan oleh dua narasumber yang berkompeten dibidangnya yaitu Dr. Arlinah Hayati, S.T., M.T seorang penyandang disabitas kruk sekaligus dosen ITS dan Gunawan Tanuwidjaja, M.Sc. selaku dosen Program Studi Arsitektur UK Petra yang juga pemerhati penyandang disabilitas.

Pukul 11.00-12.00 WIB, para peserta program Inclusive Building and Urban Parks in Surabaya Trip diajak berkeliling ke SMPLB-A YPAB, untuk meliht langsung sekolah serta kebutuhan di sekolah tersebut. Persembahan seni dari para penyandang disabilitas yang sangat memukau menutup kunjungan siang itu. Dilanjutkan pada pukul 14.00-15.00 WIB, para peserta diajak mengunjungi Taman Bungkul yang terletak di jalan Gubeng, Surabaya. Para pesera diajak merasakan fasilitas bagi kaum disabilitas yaitu mencoba menggunakan kursi roda di trotoar taman. Aksi menutup mata menggunakan kain penutup juga akan dilakukan untuk merasakan guiding path (ubin pemandu Tuna Netra).

 

  • Regenerating Kampung

Mlaku-mlaku nang Kampung Ampel. Itulah yang akan dilakukan dalam kegiatan

bertajuk Regenerating Kampung pada hari Minggu, 24 Juli 2016 mulai pukul 09.30 WIB. Film singkat mengenai Kampung Ampel akan mengawali perjalanan para peserta Regenerating Kampung yang terdiri dari 25 peserta UN Habitat dan 35 mahasisiwa Program Studi Arsitektur UK Petra tersebut. Mereka terkesima dengan film berdurasi 15 menit tersebut yang merupakan hasil karya Altrerosje Asri, S.T., M.T seorang dosen Program Studi Arsitektur yang sedang menyelesaikan disertasinya di Belfast, Irlandia. Film yang berjudul Life and event in Ampel itu berhasil membuat kagum tiga peserta asing asal Philipina, Srilanka dan Amerika Serikat.

Dengan dibantu oleh Kelompok Sadar Wisata Ampel (POKDARWIS Ampel) dan komunitas Fotografer Ampel, para peserta akan melakukan perjalanan ke Kampung Ampel mulai pukul 11.00-14.00 WIB. Total akan ada tujuh lokasi yang dituju dengan berjalan kaki yaitu Gapura Ampel Masjid, Sentra Belanja Ampel Masjid, Masjid&Pesantren Sunan Ampel, Sentra Belanja Ampel Suci (Gubah), Cagar Budaya Bangunan Makam Habib Habsyi, Gapura Lawang Agung dan sentra jajan khas Ampel. Ke 25 peserta UN Habitat yang juga dibarengi 35 mahasiswa Program Studi Arsitektur tersebut akan mengobservasi bangunan Ampel. “Uniknya nanti para peserta sambil lesehan akan menikmati makanan khas Ampel mulai dari roti Briyani, sate kambing dan masih banyak lainnya  sembari menikmati foto-foto hasil karya komunitas fotografi “Penantang Cahaya” di yayasan perguruan Bahreisy yang sarat dengan nuansa budaya Ampel”, ungkap Rully Damayanti, Ph.D. selaku koordinator kegiatan Regenerating Kampung ini.

Harapannya dengan adanya kegiatan ini, akan ada new agenda yang akan dibicarakan dalam Konferensi UN Habitat 3 khususnya kampung yang ada di perkotaan seperti Surabaya. “Kampung Ampel ini sangat sarat dengan makna. Semua yang ada di kampung Ampel ini kaya akan sejarah, budaya, bahkan perekonomian yang menarik untuk dikupas”, urai Rully.

 

————————————————————————————————————

 

Aksi 10 tim mahasiswa UK Petra bersaing menghias 30 buah payung kertas juga berhasil menarik minat para peserta UN Habitat di Grand City Mall, Surabaya. Mereka terkesima dengan tampilan payung kertas yang dikelompokkan sesuai dengan daerah yang ada di Indonesia yaitu Bali, Toraja, Aceh, Madura, Ponorogo, Dayak, NTT, Yogyakarta, Betawi dan Batak. “Jadi nantinya para peserta UN Habitat dari berbagai negara tersebut akan lebih mengenal keragaman dan keindahan budaya Indonesia melalui komposisi payung tradisional 2D-3D. Setiap tim lomba yang terdiri dari dua mahasiswa Program Studi Desain Interior UK Petra angkatan 2014 dan 2016 tersebut diharuskan menghias 3 buah payung berdiameter 70 cm sebanyak 1 buah dan 50 cm sebanyak 2 buah payung ,” ungkap Grace Setiati Kattu, S.Sn., M.Ds. selaku koordinator lomba.

Kompetisi bertajuk Beauty of Indonesia ini akan digelar selama dua hari mulai hari Senin-Selasa, 25-26 Juli 2016 mulai pukul 13.00 WIB di Grand City East Rotunda (depan Mark Spencer). Kriteria kompetisi hasil kerjasama antara Grand City dengan Program Studi Desain Interior UK Petra tersebut akan meliputi aplikasi konsep budaya, kreativitas, penyajian dan komposisi. Akan dipilih pemenang dengan mendatangkan 1 juri dari pihak Grand City, Surabaya dan 2 juri dari UK Petra. “Karena keterbatasan waktu yang ada, maka komposisi bahan dalam menghias payung kertas ini dibatasi yaitu 60% menempel dan 40% mengecat”, tutup Grace.

 

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194

  • PIC Inclusive Building and Urban Parks in Surabaya Trip (Gunawan Tanuwidjaya, M.Sc.) : 081221220842
  • PIC Regenerating Kampung (Rully Damayanti, Ph.D.) :081296053100
Press Release

Peraih Nobel Dunia bidang Fisika hadir di UK Petra

16 June 2016

Universitas Kristen Petra semakin memantapkan langkahnya menjadi a global university, hal ini dibuktikan dengan kehadiran tamu kehormatan bernama Prof. Jerome Isaac Friedman dari Massachusetts Institute of Technology, Cambridge USA yang merupakan peraih penghargaan nobel dunia di bidang Fisika bersama dengan Henry Way Kendall dan Richard Edward Taylor pada tahun 1990. Kedatangan tamu kehormatan ini merupakan hasil kerjasama UK Petra dengan The International Peace Foundation dalam rangkaian acara Bridges, Dialogues Towards A Culture Of Peace. Prof. Jerome Friedman ini akan menjadi Nobel Laurant pertama yang akan datang ke UK Petra pada hari Jumat, 10 Maret 2017 mulai pukul 14.00 WIB yang akan datang di Auditorium Gedung P2, Kampus UK Petra, Jalan Siwalankerto 121-131, Surabaya.

Continue Reading…