Browsing Category

Press Release

Press Release

The Real Tax Agents, Ajak Mahasiswa dari 6 Provinsi Pahami Aturan Pajak secara Fun

11 May 2018

Pajak merupakan salah satu penerimaan terbesar pemerintah Indonesia untuk kemajuan negara. Akan tetapi penerimaannya masih belum maksimal ini membuktikan bahwa rakyat Indonesia masih belum sadar akan pentingnya membayar pajak. Melihat fenomena ini maka Himpunan Mahasiswa Akuntansi Pajak Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya menggelar seminar dan Petra Tax Competition bertajuk The Real Tax Agents selama dua hari berturut-turut mulai hari Jumat-Sabtu, 11-12 Mei 2018 di kampus UK Petra jalan Siwalankerto 121-131, Surabaya.

Kegiatan tahunan yang terdiri dari dua agenda yaitu seminar dan kompetisi ini berhasil mengajak para mahasiswa dari enam provinsi yang ada di Indonesia yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. “Saat ini peserta mencapai 34 tim dengan tiga orang didalamnya. Hari pertama peserta akan mengikuti seminar yang nantinya akan dijadikan bahan untuk peserta jika lolos hingga babak final. Sedangkan di hari kedua, selama satu hari penuh akan diadakan kompetisi mulai babak penyisihan, babak semifinal hingga babak final”, urai Graciella Tanaya selaku ketua acara Petra Tax Competition 2018 ini. Hari pertama, Jumat (11/05) seminar akan dilaksanakan mulai pukul 14.00-16.00 WIB di gedung T lantai 5 ruang AVT. 503 kampus UK Petra Surabaya. Seminar ini menghadirkan B. Bawono Kristiaji dari Danny Darussalam Tax Centre di Jakarta. Beliau akan memberikan wawasan bahwa keterbukaan informasi bisa diakses oleh semua lembaga atau organisasi yang ada. “Termasuk salah satunya Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sehingga tidak ada penggelapan atau penipuan pajak yang dilakukan oleh para pelaku wajib pajak. Itu artinya masyarakat tak perlu ragu untuk membayar pajak”, ungkap B. Bawono Kristiaji.

Hari kedua, Sabtu (12/05), para peserta akan menghadapi Petra Tax competition mulai pukul 09.00-17.00 WIB di gedung T lantai 5 ruang AVT. 502 kampus UK Petra dengan tema The Real Tax Agents dengan berbagai jenis kompetisi yang fun mulai dari mengerjakan soal secara pilihan ganda, esai, rally games, cerdas cermat hingga presentasi. Melalui tema yang diberikan, para mahasiswa dapat menjadi agen yang membawa perubahan bagi Indonesia khususnya di bidang perpajakan. Dengan kesadaran pajak yang tinggi, mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen pajak yang sebenarnya, yaitu konsultan pajak yang berkualitas kedepannya. “Materi lomba yang diberikan seputar perpajakan diantaranya Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pengetahuan umum pajak, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan lain-lain”, ungkap Retnaningtyas Widuri, S. Sos., MM., BKP., CMA selaku Ketua Program Studi Akuntansi Pajak UK Petra Surabaya.

Dalam babak pertama (penyisihan), peserta selama 90 menit diminta melewati proses pengerjaan soal secara pilihan ganda maupun esai. Setiap individu dalam tim akan diberikan 100 soal pilihan ganda dan 10 soal esai. Peserta diminta secara bersamaan mengerjakan soal tersebut dengan waktu yang telah ditentukan. Nilainya akan diakumulasikan di babak berikutnya. Kemudian pada babak dua (penyisihan), peserta selama 60 menit akan melakukan rally games dengan mendatangi pos-pos yang telah ditentukan dengan berbagai games diantaranya Battleship, Guess The Price, Fill The Blank dan lain-lain.

10 tim terbaik akan melangkah ke babak semifinal selama 90 menit dan babak final selama 60 menit. Babak semifinal, peserta akan menghadapi soal secara cerdas cermat dan lima tim dengan poin tertinggi akan lolos ke babak final. Peserta diminta membuat presentasi terkait dengan isu yang diberikan, dan nantinya akan dinilai oleh juri-juri yang kompeten di bidang perpajakan. Selain itu, peserta akan diminta untuk membuat slogan terkait perpajakan, akan ditampilkan sebelum melakukan presentasi. Slogan akan masuk sebagai salah satu aspek penilaian juri.

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194

Graciella Tanaya (082143310330)

Press Release

KUATKU, Kampanye Sosial Ekspresi Kisah Hidup Anak Kanker

2 May 2018

KUATKU (Kisahku Lewat Tanganku) itulah kampanye sosial yang digelar oleh Christopher Allen Setia Dharma bagi anak-anak penderita kanker di Yayasan Kasih Anak Kanker. Apa itu KUATKU? Sebuah karya Tugas Akhir berupa art theraphy dari seorang mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya ini bertujuan membantu para anak penderita kanker dalam melatih saraf motorik sekaligus sebagai media berekspresi. Pelatihan art theraphy melalui media keramik ini akan digelar hari ini Rabu, 02 Mei 2018 mulai pukul 10.00-12.00 WIB di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) di jalan Karang menjangan no 5, Surabaya.

“Saya merasa bahagia ketika melihat senyum orang-orang yang saya bantu. Kampanye Kuatku ini bekerjasama dengan YKAKI Surabaya sebagai yayasan yang menampung anak-anak penderita kanker di Surabaya. Melalui kegiatan membuat keramik, anak penderita kanker dapat berekspresi mengisahkan kisah hidupnya serta memberi pengaruh positif untuk setiap anak kanker yang ada supaya menggunakan waktu luangnya untuk terus berkarya. Sebab kesenangan merupakan hal penting bagi kesembuhan dari setiap anak penderita kanker”, urai Allen. Sering kali kegiatan positif bagi anak penderita kanker tidak dipikirkan secara serius, padahal kegiatan ini dapat membantu para anak penderita kanker untuk membantu proses penyembuhannya.

Art Theraphy ini sendiri berbagai macam bentuknya dan terbukti mampu secara psikologis mempercepat proses penyembuhan. Allen mengambil media keramik dalam art theraphy bagi anak-anak penderita kanker ini. Sejak Februari 2018, Allen secara berkesinambungan terjun langsung di YKAKI. Mengapa memilih media keramik? Menurut mahasiswa asal Yogyakarta ini para anak-anak penderita kanker setelah Kemoterapi membutuhkan media untuk melatih saraf motoriknya agar tidak kaku. “Dengan menggunakan tangan mereka belajar membentuk keramik maka tangan-tangan itu akan secara aktif bergerak”, urai Allen. Tak tanggung-tanggung, sebelum terjun melatih para anak kanker Allen mengembangkan diri melatih diri hingga ke Malang. Melalui kegiatan membuat keramik, anak penderita kanker dapat berekspresi mengisahkan kisah hidupnya serta memberi pengaruh positif untuk setiap anak kanker yang ada supaya menggunakan waktu luangnya untuk terus berkarya. “Saya sangat senang dengan adanya kegiatan ini, anak-anak dapat melupakan tentang sakitnya dan dapat lebih ceria”, ungkap Khomaria selaku ibu dari Adi Mas Putra yang mengidap tumor mata.  

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194

  • Christopher Allen Setia Dharma (087839332525)
Press Release

Surabaya Memory 2018

2 May 2018

Surabaya merupakan salah satu kota multi etnis di Indonesia yang kaya akan budaya. Beragam etnis bermigrasi ke Surabaya. Keberagaman ini tidak menjadikan Surabaya menjadi masyarakat yang terpecah-pecah akan tetapi berjalan berkesinambungan menjadi sebuah kampung yang harmonis. Bulan Mei ini, Surabaya merayakan hari jadinya ke-725. Sebagai bentuk persembahan untuk kota tercinta, Perpustakaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) menggelar Surabaya Memory selama lima hari berturut-turut tepatnya pada tanggal 2-6 Mei 2018 mulai pukul 10.00 WIB di Pakuwon Mall Surabaya, jalan Puncak Indah Lontar no 2.

“Tema Surabaya Memory kali ini mengangkat tema “Harmoni Dalam keberagaman”. Tema ini sengaja dipilih karena belakangan semakin maraknya intoleransi dan disintegrasi bangsa karena sebagian masyarakat Indonesia yang mulai tidak menghargai keberagaman. Padahal keberagaman inilah yang membentuk masyarakat Indonesia”, urai urai Dian Wulandari, S.I.I.P. selaku Kepala Perpustakaan UK Petra Surabaya. Surabaya Memory hadir sebagai inisiatif yang didedikasikan bagi perekaman dan pelestarian pusaka (heritage) kota Surabaya yang menumbuhkan kepedulian masyarakat akan pelestarian pusaka kota Surabaya melalui media maya (online) dan media fisik (onsite).

Surabaya Memory 2018 bertajuk Suroboyoku Beragam ini akan menghadirkan pameran, lomba, lokakarya hingga talkshow. Hari pertama (Rabu, 02/05) pada pukul 13.00-15.00 WIB akan dimeriahkan dengan lomba Alat Peraga Edukatif (APE) bagi guru Preschool, TK dan SD yang dilakukan secara berkelompok. Dengan serunya, para pahlawan tanpa tanda jasa ini membuat alat peraga dengan tema Harmony in Diversity. Dilanjutkan malam harinya pada pukul 15.30-18.00 WIB diadakan opening ceremony. Menariknya saat Opening Ceremony akan diadakan launching Urban Discovery. Apa itu Urban Discovery? Sebuah panduan wisata sejarah Surabaya yang bisa di download melalui google playstore atau app store dan printed map. Fasilitas gratis bernama idiscover java ini merupakan kerjasama antara Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) dengan Surabaya Memory Perpustakaan UK Petra Surabaya. Selama gelaran Surabaya Memory 2018 juga digelar berbagai gelaran diantaranya karya perjalanan hidup Handinoto, seorang dosen Program Studi Arsitektur UK Petra yang banyak meneliti dan menulis buku mengenai arsitektur colonial Belanda hingga arsitektur Pecinan di Surabaya. Akan ada juga pameran potret kebersamaan masyarakat di kampung-kampung di Surabaya, pameran foto kampung etnis di Surabaya hingga foto bangunan Surabaya Tempo Dulu koleksi Surabaya Memory. Tak ketinggalan juga foto koleksi Anton Gautama, seorang praktisi fotografi arsitektur dan penulis buku peraih penghargaan National Geography Travel Photography (2016).

Hari ketiga (Jumat, 04/05) mulai pukul 10.00-12.00 WIB akan diadakan lomba presentasi siswa SMP dengan tema Membangun Harmoni dalam Keberagaman Berbangsa. Selama 10 menit, para siswa SMP ini akan mempresentasikan pandangan hingga pengalaman tentang pentingnya harmoni dalam keberagaman. Kemudian dilanjutkan pada pukul 15.00-17.00 WIB akan digelar kompetisi Public Speaking Harmoni in Diversity. Kompetisi ini diperuntukkan bagi siswa-siswa SMA. Pada pukul 18.30-20.30 WIB akan digekar workshop Jurnalistik dan Fotografi bagi umum yang dibantu oleh Komunitas Love Suroboyo. Dalam kegiatan ini, para peserta akan dibekali ilmu jurnalistik untuk menulis berita dan teknik dasar fotografi.

Hari keempat (Sabtu, 05/05) mulai 10.00-12.30 WIB akan digelar lomba menggambar dan mewarnai siswa SD kelas 4-5 yang merupakan kolaborasi antara Orang tua dengan anak. Sementara itu pada pukul 09.00-12.00 WIB akan ada workshop merajut (Komunitas My Sister’s Fingers). Para peserta ini berupa pita rajut bahan t-shirt yarn. Dilanjutkan pukul 13.00-15.00 WIB digelar kompetisi menyanyi lagu tradisional bagi siswa SD kelas 4-5. Penilaiannya meliputi teknik suara dan penjiwaan lagu. Workshop berkain yang dibantu oleh Perkumpulan Bangga Berkain Nusantara yang mengajarkan cara berkain panjang dan sarung yang simple, modern dan cepat mulai pukul 19.00-21.00 WIB.

Hari terakhir (Minggu, 06/05) dimeriahkan dengan fashion show siswa TK dan SD kelas 1-3 mulai pukul 10.00-13.00 WIB. Mereka akan membawakan fashion show bertemakan refleksi dari kampung-kampung di Surabaya diantaranya Kampung Ampel, Kapasan, Tambak Bayan, Peneleh, hingga Magersari. Tak hanya itu, mulai pukul 13.00-15.00 WIB akan digelar workshop layang-layang dari Komunitas Perlabaya. Talkshow Penyelamatan Pusaka Surabaya juga akan digelar mulai pukul 15.30-16.30 WIB. Penasaran? Yuk mari datang di Surabaya Memory 2018.

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194

  • Dian Wulandari, S.I.I.P. (Kepala Perpustakaan UK Petra) – 08123016131
Press Release

Soroti Kasus Bunuh Diri, PLT UK Petra Pentaskan “Customer is King”

30 April 2018

Jika ada orang yang berniat bunuh diri, apa yang bisa kita lakukan? Mencegahnya, cuek, atau bahkan menghakimi? Banyak dari masyarakat Indonesia merasa enggan terlibat jauh. Alih-alih sekadar enggan, kita juga sering memilih jalan menghujat tindakan bunuh diri ini. “Customer is King”, inilah judul penampilan berbahasa Inggris dari para mahasiswa Program English for Creative Industry (ECI) Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya yang mencoba menyoroti sisi kepedulian kita mengenai kasus bunuh diri yang marak terjadi. Pementasan ini akan digelar selama empat hari berturut-turut mulai hari Rabu-Sabtu tanggal 2-5 Mei 2018 mulai pukul 17.00-18.00 WIB (Rabu-Jumat) dan 18.00-19.00 WIB (Sabtu) di Studio Petra Little Theatre, Gedung B lantai 2 kampus UK Petra jalan Siwalankerto 121-131 Surabaya.

“Dua tahun belakangan ini kasus bunuh diri mewarnai perbincangan masyarakat serta pemberitaan media. Salah satu kasus yang menarik banyak perhatian adalah tindakan bunuh diri yang disiarkan secara langsung menggunakan salah satu media sosial. Maka dari itu kita perlu terus menggaungkan topik ini sehingga akan lebih banyak orang akan menyadari pentingnya permasalahan ini dan berusaha berperan aktif untuk mengatasinya,” urai Stefanny Irawan, S.S., M.A. selaku Managing Director PLT UK Petra, Surabaya. Naskah yang ditulis merupakan karya original dari Edwin Siongko Winarto yang juga seorang mahasiswa Program ECI UK Petra angkatan 2014. Karya ini ditulis sejak ia masih di kelas Playwriting pada tahun 2017 yang lalu. Proses audisi para pemain dimulai sejak Februari 2018 yang kemudian dilanjutkan dengan latihan yang disutradarai oleh Hapsari Lily Dewanti, mahasiswa Program ECI UK Petra angkatan 2014.

Pementasan “Customer is King” ini berdurasi kurang lebih 60 menit dengan tiga orang pemain yang semuanya merupakan mahasiswa Program ECI UK Petra. Cerita kali ini mengambil lokasi di sebuah hotel dan mengisahkan seorang manager hotel, karyawan magang, dan seorang pelanggan yang ingin bunuh diri. Berawal dari ajaran sang manager bahwa pelanggan adalah raja dan karenanya kita harus memberikan apapun yang mereka inginkan asalkan ada uang, si karyawan magang dihadapkan dengan konflik antara memilih menyelamatkan pekerjaan dan bisnis yang dipercayakan kepadanya atau menyelamatkan nyawa orang, bahkan ketika orang yang berusaha ia selamatkan bersikukuh menolak bantuannya. “Saya menyoroti isu upaya bunuh diri dari sudut bystander atau orang lain yang mengetahui adanya tindakan bunuh diri ini karena saya sangat terusik dengan sikap masyarakat terhadap kasus bunuh diri yang terjadi akhir-akhir ini. Tokoh manager hotel mewakili masyarakat Indonesia yang lebih memilih untuk cuek dan tidak terlibat jauh, sedangkan karyawan magang menggambarkan anak muda yang dinamis dan bertindak sebagai agen perubahan. Saya berharap naskah ini bisa mengingatkan bahwa ada pilihan lain selain menjadi orang yang tidak peduli atau menghakimi,” urai Edwin sang penulis naskah “Customer is King”. Bagaimana kisah selanjutnya? Akankah si karyawan magang memilih melakukan hal yang dia yakini benar meskipun begitu sulit atau mengikuti aturan meski itu mengusik nuraninya? Saksikan saja penampilan PLT di Studio Petra Little Theatre, Gedung B lantai 2 kampus UK Petra jalan Siwalankerto 121-131 Surabaya.

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194

  • Stefanny Irawan, S.S., M.A. (08132842305)
Press Release

Aliansi Jurnalis Indonesia Gandeng UK Petra Perangi Hoax

27 April 2018

Saat ini kita hidup di era ‘banjir informasi’, dimana informasi dapat dengan mudah kita peroleh dari manapun dan kapanpun. Selain itu internet membantu mempercepat informasi tersebar luas. Di era ini, seringkali kita mencerna informasi tanpa tahu itu fakta atau hanya hoax. Kebanyakan masyarakat hanya membagikan informasi tanpa tahu resikonya, bahkan seringkali masyarakat tahu bahwa informasi tersebut adalah hoax, tetapi tidak tahu bagaimana cara menyikapinya. Selain makin maraknya berita bohong atau hoax, kejahatan cyber seperti pembajakan akun pribadi dan pencurian data digital juga tidak jarang ditemui.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bekerja sama dengan Google News Initiative dan Internews mengadakan kegiatan Halfday Basic Workshop. Surabaya menjadi kota ke-9 diselenggarakannya kegiatan ini dari 30 kota di Indonesia. Bekerja sama dengan Komunitas Discerning, Universitas Kristen Petra (UK Petra) dipilih menjadi lokasi penyelenggaraan workshop bertajuk “Hoax Busting and Digital Hygiene” ini. Komunitas Discerning merupakan komunitas mahasiswa UK Petra yang bernaung dibawah Departemen Mata Kuliah Umum (DMU) bertujuan mengembangkan ketajaman mahasiswa dalam melihat realitas masyarakat, bangsa dan dunia serta mengasah kecermatan dalam mengaitkan bidang minat dan keilmuan yang ditekuni dengan pergumulan nyata di masyarakat. “Kami memilih UK Petra karena kami ingin sebaran informasi bisa merata dan kampus adalah ruang yang sangat strategis untuk menjadi agen-agen kritis dan menyebarkan di lingkungannya,” ungkap Miftah Faridl, selaku Ketua AJI Surabaya.

“Ada banyak sekali celah yang bisa dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab terhadap aktivitas kita di dunia digital. Tapi yang paling urgent dari acara ini adalah kita sedang membenihkan agen-agen yang bisa menjadi penyambung, karena kami sebagai jurnalis tidak bisa bekerja sendiri. Paling penting adalah mendidik pembaca agar kritis terhadap sesuatu informasi,” sambung pria yang biasa disapa Farid ini.

Workshop ini dilaksanakan pada 27 April 2018 di ruang Audio Visual 503, Gedung T UK Petra dan diikuti oleh sekitar 55 peserta yang terbuka untuk umum. Inggrid Dwi Wedhaswary dan Ika Ningtyas dari AJI memberikan materi-materi terkait ragam dis-misinformasi di sekitar kita, tips melawan hoax, tools melawan hoax, dan digital hygiene. Dalam menghadapi berita hoax, dalam materinya Inggrid dan Ika menjelaskan bahwa tips melawan hoax yaitu dengan cara tidak mudah percaya serta melakukan cek dan ricek.

Penyebaran berita hoax bisa melalui gambar, artikel maupun video, tetapi ada beberapa tools yang bisa dimanfaatkan untuk menyelidiki kebenarannya. Salah satunya adalah dengan menggunakan google reverse image research untuk melacak unggahan foto pertama pada sebuah website. Hal ini juga berlaku untuk menyelidiki sebuah video yaitu dengan mengcapture video dan melacaknya dengan menggunakan google reverse image research. Memperhatikan detail pada video dan foto, seperti nama gedung, toko, bangunan, plat nomor kendaraan, nama jalan, monumen, dan lainnya, setelah itu melacaknya dengan google maps atau aplikasi lainnya. Untuk keamanan digital, kita harus memperhatikan kekuatan kata sandi dari setiap akun yang kita miliki. Selain itu, kita juga harus rutin memperbaharui kata sandi.

“Pada jaman digital ini, opini seseorang sepertinya sudah dibentuk oleh sosial media. Saya berharap semakin banyak edukasi untuk literasi digital, dengan adanya kegiatan ini diharapkan kita dapat lebih selektif terhadap informasi-informasi yang kita terima,” ungkap Ivana Kurniawati, selaku Ketua Komunitas Discerning.

Press Release

Pelatihan Bahasa Isyarat di UK Petra

27 April 2018

Penyandang disabilitas mempunyai hak yang sama dengan yang lain sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Hal ini sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia nomer 8 tahun 2016. Akan tetapi yang terjadi sering para penyandang disabilitas ini tak mendapatkan haknya dengan baik. Termasuk didalamnya hak untuk mengakses fasilitas umum seperti perpustakaan. Perpustakaan sangat penting sebab sebagai salah satu fasilitas dalam dunia pendidikan. Perpustakaan UK Petra bekerjasama dengan Lembaga Pemberdayaan Tunanetra (LPT) menggelar sosialisasi unit layanan disabilitas di Ruang Teater Perpustakaan UK Petra, Gedung Radius Prawiro lantai 5 kampus UK Petra pada hari Sabtu, 28 April 2018 mulai pukul 09.00-12.00 WIB.  

Sosialisasi ini tak hanya diisi dengan seminar saja akan tetapi juga pelatihan bahasa isyarat. Sosialisasi ini menghadirkan tiga pembicara sekaligus yaitu Gunawan Tanuwidjaja,M.Sc., IAI seorang dosen Program Studi Arsitektur UK Petra, Dr. Arina Hayati, S.T., M.T sebagai disabilitas dan pengajar di ITS-Surabaya serta Tri Fatchu Yusrinawati,S.Pd. seorang guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Siswa Budhi-Surabaya.  “Perpustakaan UK Petra telah memiliki layanan ini sejak tahun 2017, mulai dari memberikan layanan peminjaman buku hingga akses layanan perpustakaan yang dibantu oleh pustakawan yang ada di kampus UK Petra. Dengan adanya seminar dan kegiatan pelatihan bahsa isyarat ini maka semakin banyak para disabilitas yang tahu bahwa tidak perlu ragu untuk datang ke perpustakaan”, ungkap Dian Dian Wulandari, S.I.I.P. selaku Kepala Perpustakaan UK Petra Surabaya.

Tercatat sekitar 60 orang akan menghadiri sosialisasi ini yaitu siswa SLB Siswa Budhi, dosen UK Petra dan mahasiswa UK Petra. Pembicara pertama, Gunawan Tanuwidjaja,M.Sc., IAI akan bicara mengenai unit layanan disabilitas Perpustakaan UK Petra. Sedangkan Dr. Arina Hayati, S.T., M.T yang juga seorang dosen Program Studi Arsitektur akan membagikan pengalamannya sebagai disabilitas dalam menempuh pendidikan hingga jenjang Perguruan Tinggi. Kemudian dilanjutkan dengan pengenalan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) sebagai unit layanan disabilitas. Pelatihan ini merupakan pengenalan isyarat tak hanya huruf saja akan tetapi juga kalimat. “Pelatihan ini juga perlu dikenalkan pada mahasiswa agar para mahasiswa semakin menghargai keberadaan para penyandang disabilitas dan tak ragu lagi untuk membantu jika penyandang disabilitas mengalami kesulitan”, urai Gunawan Tanuwidjaja,M.Sc., IAI yang juga koordinator kegiatan ini.

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194

  • Gunawan Tanuwidjaja,M.Sc., IAI (081221220842)
Press Release

Dosen Teknik Elektro UK Petra, Kembangkan Platform Kecerdasan Buatan/AI dengan teknologi Neuromorfis

23 April 2018

Dr. Ing, Indar Sugiarto,S.T., itulah dosen Program Studi Teknik Elektro dari Fakultas Teknologi Industri Universitas Kristen Petra (UK Petra) yang berhasil mengembangkan platform kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dengan teknologi Neuromorfis. Ide ini merupakan bagian dari disertasi yang baru saja ia selesaikan beberapa waktu lalu dan berhasil membawa pulang gelar doktoralnya kala menempuh pendidikannya di Technische Universitat Munchen (TUM), Jerman.

Apa itu teknologi Neuromorfis? Neuromorphic Engineering merupakan teknologi yang berusaha menghasilkan sistem yang mampu mengolah informasi layaknya cara kerja otak. Pendekatannya dengan cara mengimplementasikan struktur dan fisiologi sistem saraf pusat (otak) dalam bentuk hardware dan software. “Dengan kata lain sistem neuromorfis berusaha meniru cara kerja otak hingga level sel-sel otak. Dengan metode ini, robot akan dilengkapi dengan jutaan hingga milyaran sel-sel saraf tiruan sehingga mampu berpikir layaknya manusia yang mampu mengambil keputusan dalam kondisi yang penuh ketidakpastian serta mampu berinteraksi secara sosial”, urai Indar yang keahliannya di bidang robotik. Apa yang Indar lakukan? Salah satu hasil riset penelitian Indar yaitu mengembangkan platform robot dengan kecerdasan buatan untuk navigasi pintar, yang mana nantinya robot tersebut memiliki kemampuan navigasi semacam GPS (global positioning system) dengan menggunakan struktur cara kerja otak yang disebut grid-cell. Jadi Indar membuat ide desain platform kecerdasan buatannya dengan eksplorasi penataan ruang. “Kedepannya jika platform AI ini sudah diaplikasikan dalam robot maka akan dapat  merekam dan memetakan posisi dirinya dan jika misalkan berada di luar jangkauan maka bisa kembali. Berbeda dengan robot yang dikembangkan di tanah air, robot tersebut sangat tergantung dengan program yang diberikan oleh programmer dan tidak bisa secara adaptif bekerja dilingkungan yang dinamis”, rinci Indar.

Cara kerja robot cerdas dengan teknologi Neuromorfis ini menggunakan mesin teknologi canggih bernama SpiNNaker. Mesin yang awalnya dibuat oleh University of Manchester (United Kingdom) ini merupakan perangkat elektronik yang memiliki 48 chip dimana masing-masing chipnya memiliki neuromorphic processors. Di Asia Tenggara, perangkat ini hanya dimiliki oleh dua institusi saja yaitu National University of Singapore (NUS) dan Universitas Kristen Petra, Surabaya (UK Petra). Mesin ini akan digunakan untuk pengembangan robot navigasi pintar. “Saya tertarik mendesain robot ini karena saya lihat selama ini robot cerdas yang ada di dunia memiliki kemampuan kognitif yang kurang, harusnya cerdas secara alamiah bukan karena diatur. Pengembangan kecerdasan buatan ini tujuannya untuk meringkankan beban pekerjaan manusia. Kedepannya, akan dikembangkan robot yang lebih adaptif untuk dipakai dilingkungan dinamis dan bisa berinteraksi secara natural dengan manusia”, tutup Indar.

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194

  • Dr. Ing, Indar Sugiarto,S.T., (082139203291)
Press Release

Perempuan Perempatan, Sebuah Diary Visual tentang Perempuan

19 April 2018

Perempuan. Tantangan yang dihadapi perempuan masa kini berbeda dengan perempuan satu dekade lalu. Secara khusus perempuan masa kini dihadapkan dengan pilihan dan tuntutan yang lebih beragam dan kompleks. Lalu bagaimana perempuan mengekpresikan jati dirinya sebagai perempuan merdeka tanpa meninggalkan peran dan peluangnya sebagai bagian dari masyarakat? Berangkat dari ini, Perpustakaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) bekerjasama dengan dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kristen (UK) Petra Maria Nala Damajanti, S.Sn., M.Hum., serta Rumah Belajar dan Komunitas Film ASFS UK Petra, menggelar kegiatan bertajuk “/EMPUAN /EMPATAN” (Perempuan Perempatan). Gelaran ini akan digelar di ruang pamer Perpustakaan UK Petra, Gedung Radius Prawiro lantai 6 kampus UK Petra pada Jumat tanggal 20 April 2018 mulai pukul 13.30 WIB.  

Beberapa kegiatan akan digelar diantaranya pameran hasil workshop art therapy, pembukaan pameran Perempatan Perempuan hingga pemutaran film Marlina-si Pembunuh dalam Empat Babak. ”Dengan adanya kegiatan ini semoga para perempuan akan mendapatkan wawasan baru untuk lebih berani berekspresi menyalurkan ide dan pikirannya secara estetis”, ungkap Maria Nala. Apa itu workshop art theraphy? Sebuah workshop untuk healing through self-expression yang kali ini bertujuan relaksasi.  Nantinya peserta akan diajak untuk belajar mengekspresikan pikirannya melalui medium seni seperti kolase, mewarnai, menempel dan lain-lain. Workshop akan disampaikan oleh Heru Dwi Waluyanto bersama Maya. Peserta yang berjumlah 20 orang ibu akan diajak untuk mempraktekkan apa yang sudah dipelajari. Kemudian dilanjutkan dengan pembukaan Perempuan Perempatan pada hari Jumat, 20 April 2018 mulai pukul 13.30 WIB. Pada pembukaan ini selain dipamerkan finalisasi dan hasil karya workshop art theraphy juga akan dibuka dengan teatrikal dan musikalisasi puisi dengan tema perempuan. Hasil karya art therapy sejumlah 20 karya dari ibu-ibu Kecamatan Wonocolo dan Kecamatan Sawahan (Dolly) dan 30 hasil karya dari Maria Nala Damajanti, S.Sn., M.Hum. berupa ilustrasi grafis juga akan meramaikan suasana opening ini. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan pemutaran film Marlina, si Pembunuh dalam empat babak pada tanggal 27 April 2018 mulai pukul 10.30-14.00 WIB di Perpustakaan UK Petra.

Kegiatan dalam rangka Hari Kartini ini merupakan sebuah kegiatan untuk mengapresiasi perempuan dan karyanya yang jarang dilakukan selama ini. Karya-karya visual yang dipamerkan ini merespons isu sosial, lingkungan, anak, keluarga dan isu lainnya yang ditemui sehari-hari. “Pameran ini merupakan diary visual yang mencoba mengetengahkan gejolak rasa dan pikir setelah melihat, mengalami, dan menjalani peran sebagai perempuan dan ibu dengan segala dinamikanya. Ada juga karya yang merespon ‘sakit’ yang dialami para perempuan pekerja seks sebagai bagian dari kontemplasi personal dan perjalanan eksplorasi visual”, tutup Maya.

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194

  • Maria Nala Damajanti, S.Sn., M.Hum. (087854129188)
Press Release

UK Petra Kembali Dipercaya Menjadi Salah Satu Perguruan Tinggi Pengasuh

13 April 2018

Jumlah Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia saat ini mencapai 4.616 PT. Untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Direktorat Penjaminan Mutu Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan membuka kesempatan bagi Perguruan Tinggi unggul (ter-akreditasi A) untuk membina perguruan tinggi lain yang masih terakreditasi C melalui Hibah ”Program Asuh PT Unggul”. Di awal April ini, Universitas Kristen Petra bersama dengan 28 perguruan tinggi lain terpilih sebagai penerima Hibah tahun 2018.

Berita bahagia ini diterima langsung oleh Rektor UK Petra, Surabaya, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M. Eng. ”Puji Tuhan, kepercayaan ini merupakan sebuah kehormatan bagi UK Petra untuk berbagi pengalaman-pengalaman baik (best practice) pengelolaan perguruan tinggi dengan perguruan tinggi mitra. Sekaligus ini merupakan kesempatan berharga untuk menjadi berkat, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia”. Ada proses seleksi yang harus dilalui untuk menjadi perguruan tinggi asuh ini, dan ke-29 perguruan tinggi tersebut terpilih melalui seleksi dari antara 36 perguruan tinggi yang mengajukan proposal dalam hibah ”Program Asuh PT Unggul” ini. ”Tentunya UK Petra akan memberikan yang terbaik dalam melaksanakan amanat yang telah dipercayakan ini. Tim dan narasumber Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UK Petra akan mengawal pelaksanaan hibah PT Asuh ini”, urai Prof. Djwantoro saat dihubungi di kantornya. Pengesahan program ini didukung dengan penandatanganan perjanjian PT Asuh yang dihadiri langsung oleh Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UK Petra yaitu Dr. Dra. Gan Shu San, M.Sc. Berdasarkan release resmi dari Kemenristekdikti, para PT unggul diminta untuk dapat sharing best practice sekaligus untuk membangun budaya mutu sehingga terdorong menjadi unggul.

Peningkatan peringkat akreditasi merupakan hasil yang ingin diraih dari perbaikan manajemen mutu yang diterapkan di PT tersebut. Karenanya, UK Petra nantinya tak hanya fokus pada perbaikan peringkat program studi yang mendapat nilai C saja akan tetapi juga pembenahan manajemen mutunya, di antaranya komitmen terhadap mutu, pengembangan sistem penjaminan mutu dan penyediaan auditor mutu internal. Ada banyak kegiatan yang disiapkan untuk kegiatan program asuh ini, di antaranya lokakarya Sistem Penjaminan Mutu Internal, Audit Mutu Internal (AMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). Adapun tiga perguruan tinggi yang diasuh oleh UK Petra pada tahun 2018 adalah Universitas Kristen Wira Wacana, Sumba Timur-NTT, Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum, Jombang-Jatim, dan Institut Teknologi Del,Toba Samosir-Sumatra Utara.

”UK Petra siap mendukung program pemerintah dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Melalui program yang telah disusun, kami akan membagikan pengalaman mengelola sistem penjaminan mutu serta mendampingi agar PT yang diasuh siap melakukan reakreditasi untuk program studi yang masih terakreditasi C. Berdasarkan data dari Kemenristekdikti, pada program serupa tahun 2017 yang lalu, program studi terakreditasi C yang mengalami peningkatan peringkat menjadi  B atau A tercatat sejumlah 124 program studi dari 637 program studi yang diasuh. Untuk tahun 2017 lalu, UK Petra telah mengasuh Universitas Yudharta-Pasuruan, Universitas Dhyana Pura-Bali dan Universitas Kristen Artha Wacana-Kupang. Dari 22 program studi yang diasuh, terdapat 6 program studi yang meningkat akreditasinya dari C menjadi B”, tutup Gan Shu San.

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194

Press Release

Architecture Festival Bahas Contextual Micro Space di UK Petra

13 April 2018

Ruang sisa di perkotaan masih sering kita temui misalnya seperti pojok gang, pinggir sungai hingga kolong jembatan. Tak jarang ruang sisa ini kemudian dijadikan tempat yang negatif seperti sebagai lokasi pembuangan sampah, transaksi jual beli barang-barang terlarang hingga graffiti yang vandalisme. Padahal ruang sisa ini dapat digunakan untuk kegiatan yang positif. Isu ini sangat penting dan mendesak. Tapi apa yang dapat kita lakukan? Berkaca dari hal ini Himpunan Mahasiswa Arsitektur Petra menggelar kegiatan sayembara dan pameran bertajuk Architecture Festival pada hari Jumat, 13 April 2018 mulai pukul 13.30 WIB di Ruang Konferensi I, Gedung Radius Prawiro lantai 10 kampus UK Petra-Surabaya.

Architecture festival merupakan sayembara yang menjadi wadah bagi peserta nasional dan internasional untuk saling berkompetisi dan belajar satu sama lain. Kegiatannya berupa seminar dan pameran 25 karya sayembara yang bertemakan Contextual Micro Space. “Kami sengaja memilih tema ini karena sebagai calon arsitek sesungguhnya dilatih tak hanya terampil menciptakan solusi kreatif saja akan tetapi juga harus melihat secara kreatif sebuah kondisi sosial untuk kemudian disimpulkan potensi dan solusinya”, ungkap Richman selaku ketua acara Architecture Festival 2018.  Sayembara bertaraf internasional ini berhasil menjaring 170 kelompok mahasiswa dari enam negara yaitu Indonesia, Amerika Serikat, Hungaria, Australia, Irak dan Iran. Kemudian diseleksi dan terpilih 25 terbaik yang akan dipamerkan akan tetapi nantinya hanya 5 terbaik saja yang presentasi di hadapan juri. Adapun lima kelompok terbaik yang telah melakukan presentasi pagi ini (13/04) adalah satu kelompok mahasiswa Universitas Indonesia-Jakarta, dua kelompok mahasiswa UK Petra-Surabaya, satu kelompok mahasiswa Universitas Parahyangan-Bandung dan satu kelompok mahasiswa dari Hungaria. Uniknya, saat presentasi kelompok mahasiswa dari Hungaria ini

Setelah acara penjurian lima kelompok berlangsung dilanjutkan dengan seminar dari empat pembicara sekaligus mulai pukul 13.30 WIB. Adapun pembicara itu adalah Daliana Suryawinata dari SHAU architects, Hermawan Dasmanto, S.T. dari ARA Studio, Deffry Agatha Ardianta,S.T.,M.T dari dosen ITS dan Altrerosje Asri,S.T., M.T yang merupakan dosen Program Studi Arsitektur UK Petra.

 

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194