Browsing Category

Press Release

Press Release

Kapolrestabes Surabaya Ajak Civitas UK Petra Perangi Hoax

9 April 2018

Kemajuan teknologi informasi membuat pertukaran informasi menjadi hal yang sangat mudah dan merasuk ke seluruh kegiatan masyarakat Indonesia. Banyak kemudahan dan kebaikan yang sudah dirasakan dengan hadirnya berbagai media sosial dan juga gadget yang membuat laju pertukaran informasi menjadi sangat cepat. Di balik kemudahan dan kebaikan tersebut terdapat juga sisi negatifnya, percepatan informasi ini meningkat bersamaan dengan banyaknya informasi palsu atau berita bohong yang kita kenal dengan hoax. Universitas Kristen Petra (UK Petra) turut serta dalam upaya memerangi hoax melalui kegiatan Seminar Anti Hoax “Hoaxbuster: Cerdas Mengelola dan Meneruskan Informasi”, yang diselenggarakan oleh Departemen Mata Kuliah Umum UK Petra pada hari Jumat, tanggal 6 April 2018 di Ruang AVT 503 Gedung T UK Petra.

Sekitar 210 peserta memenuhi ruangan AVT yang menghadirkan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, S.H., M.H. sebagai pembicara utama. Rudi membawakan seminar bertajuk “Bersama Mahasiswa Melawan Hoax”. Rudi mengawali pembicaraan dengan memberikan definisi hoax. Menurutnya, hoax adalah segala informasi yang tidak sesuai dengan aslinya. Ia kemudian menggambarkan bagaimana hoax menjadi viral dengan ilustrasi jika seseorang memiliki 11 ribu pengikut di media sosial, dan orang tersebut memasang suatu hoax. Lalu hoax ini kemudian di-share oleh pengikutnya yang juga memiliki ribuan pengikut. Maka dalam waktu singkat bisa dipastikan sejumlah besar pengguna internet sudah terpapar dengan informasi salah tersebut, situasi ini yang disebut dengan istilah viral. Rudi menjelaskan bahwa pemerintah sudah mengantisipasi hoax melalui perangkat perundangan. Kepolisian juga sudah melakukan tindakan terkait hoax, yaitu: preemtif, preventif, dan penegakan hukum. Rudi menyarankan kepada para pengguna internet untuk menjadi netizen yang cerdas dan bijak. Ia mengingatkan bahwa kepolisian saat ini sudah memiliki cyber patrol yang bekerja 24 jam setiap hari dan juga bekerjasama dengan para ahli. Pelanggar hukum di dunia cyber pasti tertangkap, Rudi mengatakan “Sekarang bukan lagi mulutmu harimaumu, tapi jempolmu harimaumu”. Sebagai penutup sesi ini, segenap peserta seminar melakukan deklarasi anti hoax serta penandatanganan ikrar melawan hoax di lembar Wall of Hopes.

Seusai sesi Kapolres, seminar dilanjutkan dengan sesi seminar bertajuk “Let’s Turn Back Hoax” yang diasuh oleh Rovien Aryunia, M.PPO., M.M., Koordinator Masyarakat Anti Fitnah Wilayah Surabaya. Rovien memberikan gambaran bahwa hoax meningkat di Indonesia karena rendahnya literasi digital pengguna internet di Indonesia. Rovien kemudian memberikan saran tentang bagaimana mengetahui ciri-ciri hoax, yaitu berita yang mengajak pembacanya membenci, fitnah/rekayasa yang memakai gambar yang tidak berkaitan dengan informasi yang disebarkan, dan menggunakan media abal-abal (yang tidak bertanggungjawab). Sesi terakhir seminar adalah seminar “Hoax dan Umat Beragama” dengan narasumber Pdt. Wahyu Pramudya, M.Th., Pendeta GKI Ngagel. Menurut Wahyu, semakin user friendly sebuah teknologi, semakin besar partisipasi tiap orang dalam pembuatan & penyebaran berita. Hal ini menyebabkan semakin besar pula dampaknya, baik itu positif atau negatif. Sally Azaria, S.Sos., M.PPO., dosen Departemen Mata Kuliah Umum dan koordinator seminar ini menyampaikan himbauannya terkait melawan hoax, ia mengatakan “Kita tidak bisa membuat berita hoax tidak ada. Tetapi yang kita bisa adalah meminimalkan dampak buruk dari hoax. Misalnya cerdas dalam menerima dan menyebarkan informasi atau bisa juga mengingatkan keluarga jika mereka menyebarkan hoax”.

Press Release

Ilmu yang Up-to-date dengan Teknologi

4 April 2018

Pertumbuhan ekonomi yang konstan dan pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia membawa angin segar bagi industri konstruksi Indonesia. Dinamika yang kondusif ini membuka peluang bagi para pelaku, praktisi dan akademisi industri konstruksi untuk meningkatkan kualitas serta memutakhirkan keahliannya. Salah satu komponen penting dalam industri ini adalah bidang keahlian rekayasa struktur yang kegiatannya adalah mendesain dan membangun struktur. Rekayasa struktur merupakan bidang profesi yang memerlukan ketrampilan teknis, intuisi, dan seni. Agar dapat mendesain dan membangun struktur yang aman dan ekonomis, praktisi industri konstruksi perlu mengikuti perkembangan terkini metode analisis struktur, metode desain, metode konstruksi dan peraturan-peraturan bangunan. Sebagai upaya memberikan pemahaman dan mengaktualkan ilmu mahasiswa serta kalangan praktisi industri konstruksi khususnya di bidang rekayasa struktur, Program Studi Magister Teknik Sipil UK Petra menyelenggarakan seminar bertajuk Structural Modelling, Analysis and Design pada hari Selasa, 3 April 2018.

Seminar yang dihadiri sekitar 50 orang praktisi, akademisi dan mahasiswa teknik sipil ini dipandu oleh Wong Foek Tjong, S.T., M.T., Ph.D., Kepala Program Studi S2 Teknik Sipil UK Petra. Hadir sebagai pembicara tunggal seminar ini Dr. Nathan Madutujuh. Nathan adalah pegiat rekayasa industri melalui perusahaan konsultan konstruksinya. Selain itu, Nathan juga memimpin ESRC yang mengembangkan program alat bantu desain struktur SANSPRO. Seminar dimulai dengan memberikan paparan tentang Desain Awal Gedung Tinggi di Daerah Seismik. Letak geografis Indonesia dikenal sebagai ‘cincin api’ karena berada di tempat dimana beberapa lempeng tektonik bertemu. Karakteristik daerah ini adalah resiko gempa bumi yang tinggi. “Karena karakteristik ini, regulasi konstruksi bangunan tinggi menuntut standar bangunan yang mampu mengakomodasi resiko gempa. Regulasi terkait resiko gempa ini didasarkan pada peta resiko gempa yang dinamis dan harus senantiasa diperbarui”, urai Nathan. Standar yang ditetapkan berbeda antara di area yang rentan gempa dan area yang jarang gempa. Karena perbedaan standar serta adanya kemungkinan standar terebut berubah, ada tuntutan tersendiri bagi para desainer struktur untuk bisa menghasilkan desain awal dengan cepat dan akurat. Desain awal berperan sentral perencanaan struktur karena para pemegang kepentingan membuat keputusan berdasarkan desain awal tersebut. Dalam membuat desain awal, finite element method (FEM / metode elemen hingga) memungkinkan adanya kalkulasi yang akurat dan penetapan batas error yang jelas dalam waktu yang singkat.

Sesi kedua diisi Nathan dengan penjelasan tentang pemakaian FEM dalam analisis struktur. Dalam analisis struktur banyak sekali ditemukan variabel yang saling mempengaruhi. Banyaknya variabel tersebut dan adanya efek saling mempengaruhi menyebabkan terjadinya penghitungan yang berulang-ulang kali dan bahkan berulang sampai tidak terhingga. FEM adalah metode menyederhanakan analisa tersebut. FEM dilakukan dengan memilih beberapa elemen spesifik dari banyaknya elemen yang ada untuk dianalisa, contoh: elemen tulang baja, kolom beton, tiang pondasi. Analisa dilakukan dengan kalkulasi statistik pada elemen-elemen tersebut dan menetapkan rasio kesalahan (error ratio) yang sesuai. Dengan FEM, perencanaan struktur bisa dilakukan dalam jangka waktu yang lebih singkat.

Bahasan terakhir dalam seminar ini adalah Capacity Design of Pile Foundations yang mengangkat tentang perancangan kapasitas tiang pondasi. Penghitungan kebutuhan tiang, regulasi standar gempa, dan kondisi tanah adalah kombinasi penghitungan yang sederhana namun memakan waktu dan perlu perhitungan berulang kali apabila dilakukan secara manual. Dengan program SANSPRO dan metode FEM kalkulasi tersebut bisa dilakukan dengan akurat dan waktu yang cepat. Menurut Nathan, perkembangan teknologi alat bantu kalkulasi dan penguasaan metode FEM ini akan memungkinkan industri konstruksi untuk lebih efisien, aman, dan membuat inovasi-inovasi baru. Akhir kata, Nathan menyampaikan anjuran bagi para pelaku industri konstruksi untuk terus memperkaya ilmu dan mengasah keterampilannya agar selalu relevan dengan perkembangan situasi. Ia mengatakan, “Semaju apa pun alat bantu, yang terpenting adalah orang yang mengoperasikannya”.

 

Press Release

International Day 2018, berpetualang sambil belajar

23 March 2018

Era Revolusi Industri ke 4.0 atau kita kenal dengan era Disruption, mulai terjadi saat ini. Perubahan pola baru ini menjadi tantangan terbesar bagi para mahasiswa yang sedang menuntut ilmu. Maka dari itu para generasi yang hidup di era Disruption harus memiliki daya saing yang tinggi, salah satunya memperlengkapi diri dengan pengetahuan lintas budaya. International Day 2018, itulah kegiatan yang diusung oleh Biro Administrasi Kerjasama dan Pengembangan Institusi (BAKP) Universitas Kristen Petra (UK Petra) selama dua hari berturut-turut pada hari Kamis-Jumat, 22-23 Maret 2018 di UK Petra dan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Siwalankerto 2, Surabaya.

Continue Reading…

Press Release

Mahasiswa Arsitektur UK Petra Tawarkan Desain Kota di Kawasan Darmo

19 March 2018

Surabaya. Sebagai ibukota provinsi Jawa Timur sekaligus kota terbesar kedua setelah Jakarta, Surabaya menyimpan berbagai catatan sejarah. Salah satunya yang terlihat di kawasan Darmo. Kawasan Darmo ini termasuk daerah yang strategis sebab berhimpitan dengan pusat kota dan sering menjadi salah satu alternatif pintu masuk bagi warga kota yang ingin ketengah kota. Banyak bangunan lama bernilai sejarah tinggi yang termasuk cagar budaya. Akan tetapi juga banyak bermunculan bangunan tinggi yang mengabaikan sejarahnya sebagai kota baru Surabaya di masa kolonial. Keresahan inilah yang dibaca para mahasiswa semester tujuh Program Studi Arsitektur Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan membuat Pameran Desain Tematik Fasilitas Seni dan Ruang Terbuka Hijau yang Berkelanjutan di Kawasan Darmo, Surabaya di ruang pamer Perpustakaan UK Petra Gedung Radius Prawiro lantai 6, Surabaya yang dapat dinikmati selama bulan Maret 2018 mulai pukul 08.00-15.00 WIB.

Continue Reading…

Press Release

Kompetisi Debat Tingkat Nasional “Aku Untuk Indonesiaku 2018”di UK Petra

18 March 2018

Sebagai negara berkembang yang memasuki era globalisasi, Indonesia harus siap dengan konsekuensi terbukanya segala informasi di kalangan masyarakat. Mulai dari informasi bidang politil, sosial dan ekonomi termasuk didalamnya membawa muatan informasi positif maupun negatif. Sebagai mahasiswa yang mempunyai sikap kritis sudah selayaknya harus mampu menyaring dan mengkritisi segala informasi yang ada. Salah satu cara mengkritisi sebuah informasi ini dengan bertukar pikiran yang dikemas dalam sebuah kompetisi debat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Kristen Petra (BEM UK Petra) yaitu “Aku Untuk Indonesiaku 2018” selama dua hari berturut-turut mulai 17-18 Maret 2018 mulai pukul 09.00 WIB di kampus UK Petra.

“Kompetisi ini merupkan kompetisi debat berbahasa Inggris tingkat nasional dalam rangka mewadahi para mahasiswa untuk berpikir kritis dan menjadi gen perubahan bagi Indonesia untuk menjadilebih baik”, ungkap Arnold Rezon selaku ketua acara. Tercatat 48 tim dengan dua orang tiap kelompoknya yang sudah mendaftar dalam lomba debat ini. Mereka adalah para mahasiswa dari berbagai jurusan dari 21 universitas yang berbeda di Indonesia seperti Universitas Indonesia-Jakarta, Universitas Surabaya, Universitas Airlangga, ITS-Surabaya, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Sumatera Utara dan lain-lain.

Sistem kompetisi yang dipakai adalah British Parliamentary System. Sistem tersebut akan memperlombakan 4 tim yang berbeda. Dalam satu match, membahas motion (topik) yang telah disiapkan oleh panitia. Dalam match tersebut, terdapat satu tim yang berlaku sebagai Opening Government team, satu tim yang berlaku sebagai Opening Opposition team, satu tim berlaku sebagai Closing Government team, dan satu tim berlaku sebagai Closing Opposition team. Kompetisi ini akan diadakan dalam  6 babak (4x babak penyisihan, 16 besar, 8 besar, 4 besar, perebutan juara 3, dan grand final). Uniknya, dalam lomba ini mendatangkan 12 juri mahasiswa yang sudah mempunyai pengalaman debat secara nasional di babak penyisihan dengan dua juri utama yaitu Noel Hasintongan (UGM-Yogyakarta) dan Bobi Andika Ruitang (UI-Jakarta). Hari ini (18 Maret 2018) di gedung P lantai 6 kampus UK Petra sedang berlangsung babak final untuk mencari pemenangnya.

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194

Arnold Rezon (081553006021)

Press Release

Bedah Buku, Kupas Sejarah yang dilupakan dari seorang Henk Ngantung

9 March 2018

Nama Hendrik Hermanus Joel Ngantung atau lebih dikenal Henk Ngantung, sudah mulai dilupakan. Seorang gubernur Jakarta sekaligus seniman ini sempat memimpin Jakarta di era tahun 1964-1965an. Orang yang pernah berjasa bagi kemajuan kota Jakarta tapi kini nama Henk Ngantung hampir tidak pernah diperdengarkan kisahnya bahkan jasanya terkubur dalam-dalam hingga para generasi muda pun tak mengenalnya. Siapakah sebenarnya Henk Ngantung ini, hingga bangsa Indonesia dipaksa untuk lupa? Untuk mengenal sejarah yang mulai dilupakan, Jurnal Mahasiswa UK Petra Discerning menggelar Bedah Buku bertajuk Pemimpin yang Disingkirkan dengan judul buku Henk Ngantung: Saya Bukan Gubernurnya PKI” pada hari Jumat, 16 Maret 2018 mulai pukul 13.00-15.00 WIB di Ruang Lesehan Perpustakaan UK Petra lantai 7, Gedung Radius Prawiro.

Bedah buku ini akan menghadirkan penulisnya langsung yaitu Obed Bima Wicandra, S.Sn., M.A. seorang dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UK Petra. Proses pembuatan buku ini sangat panjang, “diawali dengan riset terlebih dahulu di tahun 2011. Merupakan proyek yang didanai oleh Yayasan Kebangsaan. Henk Ngantung menjadi fokus penelitian saya untuk melengkapi penelitian dari anggota-anggota tim lain”, urai Obed. Buku ini bermaksud mengembalikan pikiran sebagai bangsa bahwa tidak ada hitam putih dalam sejarah bangsa Indonesia. Henk Ngantung mencoba membuka kesadaran kita semua bahwa berlatar belakang apapun di Indonesia maka sah menjadi pemimpin selama mempunyai kapasitas dan kapabilitas dalam memimpin serta membuat Indonesia maju. Tak hanya itu saja, bedah buku ini akan mendatangkan seorang pengajar yang belajar mengenai sosialisme dan kapitalisme yaitu Daniel Sihombing.

“Bagi saya, Henk Ngantung merupakan hal yang menarik bukan saja karena kesamaan latar belakang di seni rupa namun bagaimana jalan hidup yang ditempuh oleh seorang seniman yang ditakdirkan kemudian menjadi seorang Gubernur DKI Jakarta. Saya membayangkan bagaimana saat ia ditunjuk menjadi wakil gubernur dan kemudian gubernur, Henk tentu mengalami cibiran dari lawan-lawan politiknya yang menganggap hal itu sebagai tindakan ceroboh Presiden Sukarno yang memilih seorang seniman menjadi pejabat di pemerintahan. Catatan pers dalam bentuk berita ini kemudian memperlihatkan betapa mumpuninya seorang seniman bernama Henk Ngantung itu; bukan karena faktor kedekatannya dengan Presiden Sukarno, namun karena memang kapasitasnya untuk membenahi kota Jakarta”, urai Obed

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194

Press Release

Inovasi Mahasiswa DKV UK Petra: Ajak Generasi Muda Menjadi Pemilih Aktif dalam Pemilu Melalui Media Sosial

8 March 2018

Tahun 2018, masyarakat Indonesia akan memasuki masa tahapan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada). Tercatat menurut Komisi Pemilihan Umum (KPU), akan ada 171 daerah yang mengikuti Pilkada 2018 secara serentak di Indonesia pada bulan Juni 2018 yang akan datang. Moment ini sangat penting untuk masa depan bangsa Indonesia, maka dari itu dibutuhkan kesiapan yang matang termasuk kampanye sosial bagi para pemilih. Bicara mengenai pemilih muda dan Pilkada, ada beragam tipe diantaranya pemilih muda yang hanya ikut-ikutan, cuek, pesimis hingga apatis. Padahal generasi muda (pemilih muda) ini merupakan generasi penerus bangsa yang seharusnya ikut peduli dalam membangun bangsa salah satunya dengan berpartisipasi aktif dalam pemilihan kepala daerah. Inilah yang perlu “ditangkap” agar hasil Pilkada 2018 bisa maksimal. Dua tim mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kristen Petra (UK Petra) tergelitik akan hal ini dengan membuat konsep ide kampanye sosial media.

 

  • Tim Stevie

Tim pertama ialah Selvie Lokito dan Teresa Stephanie yang merancang ide permainan facebook (FB) bernama “Kepo Yuk” akronim dari “Kenal Politik Yuk”. Kata “kepo” merupakan istilah yang sangat dikenal di kalangan anak muda yaitu Knowing Every Particular Object atau rasa ingin tahu sekali akan segala sesuatu. “Ini merupakan sebuah digital campaign yang mengajak pemilih muda untuk mau mengenal rekam jejak para kandidat Pilkada.”, urai Selvie. Awalnya, tim ini melihat fakta bahwa generasi muda yang sering disebut sebagai generasi milenial (alpha) disebut sebagai generasi yang suka dengan hal-hal instan. Sebenarnya generasi milenial paling terdidik namun memiliki daya juang yang rendah sehingga sering dikenal dengan generasi mager (males gerak). Maka tak heran, banyak anak muda mengharapkan hanya dengan menekan sebuah tombol saja maka semua masalah dapat terselesaikan. “Ditambah lagi mereka tak tertarik dengan politik sebab mempunyai anggapan siapapun yang menang maka Indonesia akan tetap begini-begini saja.”, tambah Teresa.

Permainan FB “Kepo Yuk” ini mempunyai lima fase yaitu attention, interest, Search, Action dan Share. Jika pemain berhasil menyelesaikan game muncul pesan: “Selamat! Kandidat yang Anda pilih sesuai dengan janjinya”. Sedangkan jika pemain gagal menyelesaikan game muncul pesan: “Untung ini cuma game, bayangkan jika ini sungguhan!”. Di akhir permainan muncul sebuah call to action: “Ayo kenali rekam jejak kandidatmu sebelum suarakan pilihanmu!”. “FB dipilih karena hasil permainan game ini akan ter-share secara otomatis di wall FB. Sehingga bisa menjadi viral dan makin banyak pemilih muda yang ingin memainkan game tersebut, sehingga tujuan dari digital campaign ini tersampaikan. Tidak hanya itu, anak muda identik dengan smartphonenya. Entah itu bersosial media ataupun bermain game. Jadi menurut kami ini pendekatan yang cocok sekali untuk menarik target audience tersebut”, tambah Selvie.

Ide ini pun terus dikembangkan menjadi kampanye yang berjudul “Gokil Sob” (Golongan Kritis Politik, Sobat), dengan memunculkan trigger own asset KEPO YUK di instagram dan iklan pop-up di website-website portal. “Anak muda diajak untuk menjadi “Superhero” yang gokil dengan bermain game di microsite GOKIL SOB!. Trigger diberikan dengan memprovokasi audience untuk menunjukkan seberapa gokil mereka. Tidak hanya itu, promosi dilakukan dengan promote video ads (anorganik) GOKIL SOB! di Instagram”, tambah tim yang berhasil meraih predikat silver (juara 2) dalam ajang Epicentrum 2017 di Universitas Padjadjaran-Bandung bulan November 2017 tersebut. Jika pemain berhasil menyelesaikan game: “Kalau main game gini aja kamu teliti, apalagi waktu Pileg 2019 nanti. Kamu gokil Sob!”. Jika pemaian gagal menyelesaikan game: “Kalau main game gini aja kamu tidak teliti, gimana mau teliti sama Pileg 2019 nanti? Untung ini cuma game, bayangkan jika ini sungguhan!”. Call to Action muncul di akhir “Mari gunakan hak pilihmu dalam Pileg 2019”. Mini game ini mengedukasi bagaimana menggunakan hak pilih itu penting, karena itu berpartisipasilah di Pileg 2019 demi #SelamatkanIndonesia!. Permainan sederhana namun unik ini menjadikan mencoblos kertas suara dan simbol kelingking bertinta sebagai simbol kebanggaan anak muda yang bisa menyelamatkan Indonesia.

 

  • Tim Ucullop

Lain halnya dengan tim kedua bernama Ucullop beranggotakan Eunike Sara Ardyta dan Alexander Gratianus. Mahasiswa semester 7 tersebut memilih media instagram dalam menyampaikan pesan-pesannya berupa kutipan dan fakta-fakta seputar pemilihan umum dengan bahasa yang mudah dan menarik di kalangan anak muda. Ucullop juga memanfaatkan semua fitur yang terdapat di instagram untuk menyebarkan kampanyenya, seperti membuat tagar yang mudah diingat oleh anak muda yaitu #cukuptau, game tag berantai, insta story, repost, dan hashtag sticker. “Tujuan dari pembuatan kampanye ini adalah memberikan wawasan dan himbauan kepada anak muda untuk menjadi pemilih yang cerdas supaya tidak salah pilih”, terang Eunike Sara Ardyta.

Mengapa instagram? Sebab Indonesia merupakan pasar terbesar instagram di Indonesia dan mayoritas anak muda membuka instagram lebih dari 3x dalam sehari. #cukuptau, sebuah hastag kampanye untuk untuk mengajak para pemilih muda menjadi smart voters. Mereka menggunakan lima langkah yaitu pertama menggunakan campaign ambassador yang sudah dikenal anak muda di bidangnya masing-masing (memiliki followers 7,7M, 8,47K). Sebab hal ini diharapkan mampu meningkatkan minat pemilih muda untuk ikut serta. Kedua, #factnotfake yaitu memposting mengenai fakta-fakta yang selama ini ada di tengah permasalahan pilkada atau pemilu. Dilanjutkan dengan langkah ketiga yaitu #quoteskuatan, yaitu yang berisi quates-quates percintaan khas anak muda yang dikaitkan dengan topik pilkada. Keempat, “Isi Sendiri” yaitu sebuah konten dimana para pemilih muda dapat aktif beropini. Yang terakhir, sebuah permainan sederhana untuk mencari tahu masuk tipe pemilih manakah selama ini. “Tujuan akhirnya hastag #cukuptau menjadi viral dengan content-kontentnya yang mengkombinasikan maslaah percintaan dan pilkada”, urai tim yang berhasil meraih predikat bronze (juara 3) dalam ajang Epicentrum 2017 di Universitas Padjadjaran-Bandung beberapa waktu lalu.

Ide ini di kembangkan kembali untuk kepentingan kompetisi dengan membuat official merchandise untuk pemilihan umum yang bernama The Z Brand dan membuat konten di instagram dengan analogi kehidupan dan pemilu. Pesan dari kampanye ini adalah para pemilih pemula yang merupakan anak-anak SMA memiliki  keputusan yang sangat berpengaruh untuk Indonesia.

 

Tak heran, tim karya Kepo Yuk dan The Z Brand ini berhasil mengantongi predikat silver (juara 2) dan Bronze (juara 3) dalam ajang Epicentrum 2017 dengan kategori Ideation: A(d) Creative Solution to Maximize Youth’s Participation on Indonesian Politics di Universitas Padjadjaran-Bandung. “Melalui kompetisi ini, kami mendapatkan wawasan baru dan yang pasti mendapatkan jejaring baru”,  ujar Teresa Stephanie.

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194

  • Tim Stevie. Pic Selvie (082140022811)
  • Tim Ucullop. Pic Eunike (081809116116)

 

Press Release

UK Petra Gelar Wisuda Ke 73 : Lepas 571 Lulusan

27 February 2018

Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya akan melepas sebanyak 571 lulusan dalam prosesi wisuda ke-73 yang digelar pada hari Sabtu, 3 Maret 2018. Perhelatan wisuda ke-73 ini akan dipimpin langsung oleh Prof. Djwantoro Hardjito, M.Eng. selaku rektor UK Petra di Auditorium UK Petra kampus Timur, jalan Siwalankerto 142-144 Surabaya. Pelaksanaan wisuda ke-73 terdiri dari wisudawan  program strata satu (S1) sebanyak 469 mahasiswa/i, program pasca sarjana (S2) sebanyak 34 mahasiwa/i, 15 mahasiswa/i program Profesi Insinyur dan satu mahasiswa pendidikan profesi Arsitek.

Prosesi ini menghasilkan 13 wisudawan cumlaude program S-2 dan 84 wisudawan cumlaude S-1. Wisudawan dari program S-1 yang berhasil meraih predikat cumlaude dengan IPK tertinggi 3,97 berhasil digenggam oleh Liliana Ester, seorang mahasiswi Program Sistem Informasi dengan judul Tugas Akhirnya bertajuk Aplikasi Pemilihan Rute Pengiriman Barang pada Perusahaan Elektronik di Surabaya Dengan Menggunakan Metode K-Means Clustering dan Google M sedangkan Ivonne Muliawati Hrasono dari Program Magister Sastra berhasil memperoleh IPK 4,00 dengan judul skripsi “A Study of Human Catalyst in Agatha Christie’s Curtain”.

 

Berikut beberapa profil wisudawan ke-73 UK Petra :

  • Fenny Destasia Chan

Pantai Wreda. Menjadi perhatian khusus bagi mahasiswi Program Studi Informatika UK Petra dan menjadikan bahan dalam proyek Tugas Akhirnya yang bertajuk Aplikasi Carring Assistance Untuk Perawat Manula Berbasis Android dan Raspberry Pi. Fenny, panggilan akrab mahasiswi pemilik IPK 3,61 sangat menaruh perhatian akan pemantauan layanan 24 jam kesehatan para manula. “Ada kalanya para perawat yang ada di panti wreda tidak bisa stand by 24 jam. Hal ini sangat berbahaya, sebab tak jarang di malam hari para manula membutuhkan bantuan. Teknologi ini menjadi perantara antara manula dengan perawat manula. Akan ada video life streaming, jadwal obat manula, daftar Rumah Sakit dan apotek terdekat”, urai mahasiswi peraih nilai A untuk TA-nya.

Pada dasarnya cara kerja aplikasi caring assistance untuk perawat manula ini berbasis Android. Tugasnya membantu perawat untuk memantau kesehatan manula mulai dari mengingatkan perawat manula mengenai jadwal obat manula, mampu melihat kondisi manula secara live streaming, daftar rumah sakit dan apotek terdekat dengan menggunakan fasilitas Google Places Application Programming Interface (API) dan Global Posittioning System (GPS) pada smartphone. “Tak banyak aplikasi yang menggunakan teknologi seperti ini sebab aplikasi yang ada sekarang dianggap kurang efektif. Aplikasi ini menggunakan hardware yang dapat dipegang manula dan dibantu dengan kamera Raspberry Pi yang tersambung ke mobile”, tutup Fenny.

  • Yiawla Ismarch Priadi

Kemajuan teknologi yang pesat saat ini menyebabkan permainan tradisional mulai dilupakan oleh anak-anak dan beralih pada gadget. Padahal gadget ini tak baik bagi perkembangan emosi dan sosial anak-anak. Keprihatinan inilah yang kemudian menjadikan mahasiswi Program Studi Desain Interior UK Petra membuat karya TA bertajuk Implementasi Permainan Tradisional Pada Perancangan Desain Elemen Interior Untuk Anak-anak. Kata tradisional yang dimaksud tidak sebatas pada konteks kedaerahan tetapi menekankan arti kata tradisional tersebut secara general yang kemudian diaplikasikan pada elemen interior untuk anak-anak.

Multifungsi. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan hasil karya TA dari mahasiswi peraih IPK 3,48 ini. Waktu yang tidak banyak dalam mengerjakan TA, membuat gadis berambut panjang ini hanya membuat prototype 1:1 dari konsep desain yang diberi nama CushPlay. “Nama CushPlay berasal dari kata cushion dan play. Materialnya menggunakan hard foam dan soft foam dengan pemilihan warna terang dan warna pastel. Satu set CushPlay ini terdiri dari 8 modular dengan tiga bentukan yaitu buah pisang, lingkaran dan ujung permainan dhakon”, urai gadis yang mempunyai hobi membaca buku. Jadi perancangan ini bisa digunakan untuk bermain sekaligus berfungsi sebagai sofa. “Dalam perancangan ini bisa dipakai untuk sofa, dakon, jungkit-jungkit hingga perosotan”, tutup Yiawla.  

  • Stanislaus Oscar Tobias Njo

Anak muda tapi suka dan peduli dengan budaya tradisional. Itulah Stanislaus Oscar Tobias Njo, mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UK Petra. Ia membuat ide perancangan untuk mengenalkan ludruk pada anak muda tetapi dengan cara anak muda bertajuk Perancangan Promosi Ludrukan Nom-Nom’an Tjap Arek Soeroboio. “Sederhananya agar anak muda mau kenal dengan kesenian ludruk”, ungkap mahasiswa peraih IPK 3,42.

Komunitas Ludruk Luntas atau Ludrukan Nom-noman Tjap Arek Soeroboio yang berdiri sejak 2016 ini menjadi bahan

penelitian Oscar. Oscar melakukan pilot project di kampus UK Petra. Ia menciptakan media promosi dalam rangka mengenalkan LUNTAS pada anak muda diantaranya pembuatan trailer pementasan, roadshow ke kampus UK Petra, melakukan happening art di kampus UK Petra, menyebarkan viral video, merencanakan konten sosial media hingga detail-detail pendukung pementasan saat di kampus UK Petra. “Saat saya melakukan happening art di kampus tentang pementasan suster gepeng saya menggunakan kostum yang sesuai dengan judul pementasan di UK Petra kala itu. Saat itu hasilnya memang tidak kasat mata, akan tetapi berdasarkan hasil survey yang saya lakukan beberapa mahasiswa UK Petra yang belum sama sekali mengenal ludruk akhirnya dapat mengenal dan menyaksikan secara langsung pementasan ludruk”, ungkap mahasiswa yang memiliki hobi menonton film.

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

 

  • Humas & Informasi Studi

 

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 8494830-31  psw : 3190-3193

Press Release

Mahasiswi DKV UK Petra: “doview” Berhasil Sabet Gold dalam Ajang BG Award Citra Pariwara

22 February 2018

Biasanya apa yang menyebabkan kita enggan berdonasi pada sebuah organisasi nirlaba? Salah satunya adalah konsistensi berdonasi dengan jumlah nominal uang yang jika dihitung pertahun lumayan besar. Lalu bagaimana caranya mengajak masyarakat berdonasi akan tetapi tanpa merasa mengeluarkan uang? Temukan jawabannya dalam program “doview” (donate by view). Ialah Joy Gloria Harendza dan Nita Elviani Limman, dua orang mahasiswi Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UK Petra yang menggagas ide “doview” ini hingga berhasil menyabet gelar Gold pada BG Award Citra Pariwara 2017 lalu yang diselenggarakan oleh Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) di Jakarta.

Kompetisi ini langsung memberikan kasus nyata pada para peserta. Sebagai obyeknya menggunakan Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia (Pita Kuning), merupakan yayasan filantropi bagi anak dengan kanker yang berdiri atas inisiasi komunitas volunteer muda yang dinamakan Community for Children with Cancer (C3). Pelayanan Yayasan Pita Kuning memberikan perawatan paliatif dan pedampingan psikologis bagi pasien anak dengan kanker. Bagaimana cara kerja “doview” ini? Ide unik dari Joy dan Nita mengambil konsep dengan menggandeng youtubers untuk mendonasikan 10% hasil pendapatannya yang didapat dari jumlah viewers dan subscribers pada Pita Kuning setiap bulannya selama minimal satu tahun. “Jadi dengan demikian bukan dalam bentuk real uang yang diberikan pada yayasan tersebut akan tetapi youtobe yang akan memberikannya pada Pita Kuning itu. Padahal jika dihitung, nominal itu juga besar apalagi jika youtobersnya adalah orang yang sudah sangat terkenal”, urai Joy.

Dengan menggunakan hastag #SAYAPITAKUNING maka ini digunakan sebagai penanda bagi para Youtubers yang berpartisipasi dalam kampanye ini. Cara kerjanya, youtubers akan memberitahu para penontonnya di awal atau di akhir video tentang kampanye ini. Sekali dalam satu bulan, Yayasan Pita Kuning akan mengirimkan sebuah bingkisan dari anak-anak yang tergabung dalam Yayasan Pita Kuning kepada para pencipta video sebagai wujud rasa terima kasih mereka karena telah bergabung dalam program ini. Para pencipta video bisa memasukkan bingkisan tersebut sebagai konten di kanal (saluran youtube) mereka.

Sebelum menentukan ide ini, Joy dan Nita melakukan riset kecil-kecilan ke beberapa teman mereka. Sehingga mereka akhirnya mendapatkan kesimpulan mengapa khususnya anak muda masih merasa enggan untuk berdonasi. Targetnya memang menyasar anak muda baik pria maupun wanita berusia 25-40 tahun yang senang menggunakan internet dan gadget. Menurut penelitian dari we are social dan hootsuite, media sosial yang tertinggi penggunaannya adalah youtube. Dan anak muda ini salah satu kebutuhannya adalah melihat youtube untuk mengisi waktu hidupnya. “Kami menyelesaikan ide ini hanya dalam dua hari sejak brief yang diberikan oleh panitia kami terima, jadi waktunya sangat terbatas”, urai Nita.

Tak sia-sia usaha keras mereka, dengan menyisihkan 53 peserta dari tujuh universitas yang ada di Indonesia. Joy dan Nita berhasil mendapatkan piala, sertifikat dan kesempatan belajar mengenai advertising dengan terbang ke AdFest di Thailand mulai tanggal 21-24 Maret 2018 yang akan datang. “Rasanya tak percaya bahwa kami bisa menjuarai perlombaan advertising yang bergengsi di Jakarta ini. Banyak pengetahuan baru yang didapatkan, bahkan kami juga sudah ditawari bekerja di beberapa agensi advertising saat malam penganugerahan pemenang”, urai keduanya mantap.

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194

Joy Gloria Harendza (082320001400) dan Nita Elviani Limman (082230

Press Release

Dosen UK Petra, Rolly Intan Raih Gelar Doktor Honoris Causa dari Dongseo University, Busan-Korea Selatan

12 February 2018

Rektor Universitas Kristen Petra (UK Petra), Surabaya-Indonesia periode 2009-2017, Rolly Intan, telah menerima gelar doktor kehormatan atau Doctor Honoris Causa di bidang Business Administration dari Dongseo University (DSU), Busan-Korea Selatan pada hari Jumat, 9 Februari 2018 yang lalu pukul 11.00 waktu setempat di Korea. Penganugerahan ini dilakukan bersamaan dengan upacara pelepasan wisudawan mulai bachelor degree (sarjana), master degree (Magister) hingga doctoral degree (Doktor) Dongseo University, Busan-Korea Selatan.

Prof. Dr. (HC) Rolly Intan, Dr. Eng. dihubungi beberapa saat setelah acara penganugerahan gelar kehormatan mengungkapkan perasaannya. “Saya merasa sangat terhormat atas capaian yang baru saja saya dapatkan. Sejujurnya saya merasa kaget tidak menduga akan menerima penghargaan ini. Mereka menilai saya layak mendapatkan gelar ini khususnya di bidang leadership dan manajemen”, ungkapnya via telepon. Pemberian gelar kehormatan ini diberikan langsung oleh Presiden DSU yaitu Dr. Jekuk Chang bersama dengan Dean of Graduate School, Jonghae Kim, Ph.D. di dalam gedung kampus DSU, Busan, Korea Selatan.

Seperti yang kita ketahui, pemberian gelar Doctor Honoris Causa ini hanya dapat diberikan pada seseorang bila telah dianggap berjasa dan atau berkarya luar biasa bagi ilmu pengetahuan dan umat manusia. Dihubungi secara terpisah, President DSU mengungkapkan alasannya memberikan gelar penghormatan pada Rolly Intan. “Kami menganggap bahwa kiprah Rolly Intan saat menjadi rektor sangat besar. Kepemimpinannya yang luar biasa (excellent) sekaligus berkontribusi yang besar dalam internasionalisasi dan pengembangan pendidikan tinggi di regional di Asia”, urai Dr. Jekuk Chang.

Kota Surabaya telah mengembangkan kerjasama kota kembar atau sering disebut dengan sister city dengan Busan, Korea Selatan sejak tahun 1996. Semenjak itulah hubungan aktif antara UK Petra dengan DSU, Korea Selatan terjalin hingga saat ini. Berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi pengembangan masyarakat pun telah dilakukan secara bersama. “Saya yakin ke depan UK Petra yang kini dipimpin oleh Prof. Djwantoro Hardjito, Ph.D. akan terus melanjutkan kerjasama dengan DSU semakin intens dan bermanfaat bagi pengembangan pendidikan tinggi di Asia, khususnya kedua universitas. Terima kasih sekali kepada Dongseo University di Korea Selatan atas kerjasamanya selama ini. Supportnya sungguh besar pada beberapa program yang telah dilakukan secara bersama dengan Universitas Kristen Petra”, rinci Prof. Dr. (HC) Rolly Intan, Dr. Eng. yang juga seorang dosen di Program Studi Informatika UK Petra.

Rektor UK Petra, Prof. Djwantoro Hardjito, Ph.D. yang turut hadir dalam penganugerahan ini mengungkapkan kegembiraannya. “Prestasi Prof. Dr. (HC) Rolly Intan, Dr.Eng benar-benar membuat keluarga besar Universitas Kristen Petra berbangga. Kolaborasi aktif dengan Dong Seo University di berbagai bidang ini amat penting untuk untuk terus dikembangkan, terlebih di masa Revolusi Industri 4.0, yang menghadapkan kita pada banyak tantangan dan sekaligus peluang”, ungkap Prof. Djwantoro.

Adapun berbagai kegiatan yang berkesinambungan tahun demi tahun antara Universitas Kristen Petra, Indonesia-Surabaya dengan Dongseo University, Busan-Korea Selatan antara lain:

  1. Program KKN Internasional yang disebut Community Outreach Program (sejak 1996)
  2. Asia Summer Program (sejak 2012) – UK Petra dan DSU sebagai founders;
  3. Partisipasi UK Petra dalam Asia University Presidents Forum atas rekomendasi DSU (sejak 2012);
  4. Penyelenggaraan Double Degree Program (2+2) di bidang  Film (sejak 2014)
  5. Penyelenggaraan Joint Degree Program dalam bidang  Digital Media (sejak 2016);
  6. Pembukaan Pusat Bahasa dan Budaya Korea,  King Sejong Institute Surabaya di UK Petra (2015);
  7. Pembukaan E-Class Korean, bekerjasama dengan Korean Association of Network Industries (2017).

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194