Press Release

Mahasiswa Asing Program Darmasiswa Di UK Petra

30 September 2016

Universitas Kristen Petra (UK Petra) menerima lima (5) mahasiswa asing program beasiswa Darmasiswa dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri. Kelima mahasiswa ini berasal dari Negara Italia, Korea Selatan dan Thailand. DARMASISWA merupakan program beasiswa non-gelar satu tahun yang ditawarkan oleh pemerintah Indonesia untuk semua mahasiswa asing dari negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia untuk belajar Bahasa Indonesia, seni, musik, kerajinan, dan topik tertentu di beberapa Perguruan Tinggi Indonesia yang dipilih di berbagai kota di Indonesia.

“Sejak 2010, UK Petra dipilih oleh pemerintah Indonesia untuk mendapat mandat menjadi tuan rumah para mahasiswa asing beasiswa Darmasiswa ini. UK Petra memiliki program Indonesian Spectrum dibawah Departemen Mata Kuliah Umum yang  menitikberatkan peminatan di bidang bahasa Indonesia dan budaya Indonesia, sehingga kami mempunyai tim khusus dan kurikulum BIPA dalam proses pembelajaran para mahasiswa asing program Darmasiswa ini”, ungkap Meilinda, S.S., M.M selaku Kepala Biro Administrasi Kerjasama dan Pengembangan (BAKP) UK Petra. Para mahasiswa Darmasiswa ini memulai aktivitasnya belajar di UK Petra sejak 5 September 2016 yang lalu. Beragam kegiatan telah disusun, diantaranya Making Batik in Canvas Bag pada hari Rabu, 28 September 2016 mulai pukul 10.00-11.30 WIB dan 13.30-15.30 WIB di Laboratorium Bahan Program Studi Desain Interior UK Petra. Dalam kegiatan ini, para mahasiswa asing ini diajak untuk lebih mengenal salah satu budaya Indonesia yaitu Batik di atas media selain kain. Minggu lalu, mereka belajar batik di atas media topeng. Dengan dipandu oleh Andereas Pandu Setiawan, S.Sn., M.Sn seorang Dosen Program Studi Desain Interior UK Petra, kelima mahasiswa Darmasiswa ini sebelumnya belajar secara teori teknik membatik sebelum mengaplikasikannya. Mengapa batik? Batik ini mempunyai filosofi yang sangat Indonesia, ada proses dan ceritanya. Masing-masing motif batik mempunyai filosofinya tersendiri dan filosofi ini mewakili nilai masyarakat Indonesia. Dengan belajar batik sebenarnya mahasiswa internasional bukan hanya belajar proses dan motif tapi pemikiran pemikiran di balik proses dan seni batik itu sendiri. Pemahaman atas pemikiran – pemikiran ini yang membuat mahasiswa asing mengenal budaya dan pola pikir masyarakat kita untuk lebih dekat. “Hasil kreasi ini dapat mereka bawa pulang ke Negara asalnya sehingga harapannya para mahasiswa asing ini akan menyebarkan kisah yang positif tentang Indonesia ke negara asalnya. UK Petra mempunyai Laboratorium Batik, dengan pengajar yang menekuni Batik baik dalam bentuk karya baru maupun penelitian keilmuan sehingga sangat pas jika dikenalkan pada mahasiswa asing ini”, ungkap Meilinda lebih lanjut.

    Kelima mahasiswa ini adalah Aniello Iannone L yang berasal dari University of Naples L’Orientale (Italia), Lee So Yeong P dan Song Yu Jeong P asal Hankuk University of Foreign Studies (Korea Selatan), Bassoree Wani asal Yala Rajabhat, University Muang District (Thailand) dan Jiraphat Sirichon asal Walailak University (Thailand).

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194

  • Meilinda, S.S., M.M selaku Kepala BAKP UK Petra (081217434488)