Press Release

Inovasi Mahasiswa DKV UK Petra: Ajak Generasi Muda Menjadi Pemilih Aktif dalam Pemilu Melalui Media Sosial

8 March 2018

Tahun 2018, masyarakat Indonesia akan memasuki masa tahapan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada). Tercatat menurut Komisi Pemilihan Umum (KPU), akan ada 171 daerah yang mengikuti Pilkada 2018 secara serentak di Indonesia pada bulan Juni 2018 yang akan datang. Moment ini sangat penting untuk masa depan bangsa Indonesia, maka dari itu dibutuhkan kesiapan yang matang termasuk kampanye sosial bagi para pemilih. Bicara mengenai pemilih muda dan Pilkada, ada beragam tipe diantaranya pemilih muda yang hanya ikut-ikutan, cuek, pesimis hingga apatis. Padahal generasi muda (pemilih muda) ini merupakan generasi penerus bangsa yang seharusnya ikut peduli dalam membangun bangsa salah satunya dengan berpartisipasi aktif dalam pemilihan kepala daerah. Inilah yang perlu “ditangkap” agar hasil Pilkada 2018 bisa maksimal. Dua tim mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kristen Petra (UK Petra) tergelitik akan hal ini dengan membuat konsep ide kampanye sosial media.

 

  • Tim Stevie

Tim pertama ialah Selvie Lokito dan Teresa Stephanie yang merancang ide permainan facebook (FB) bernama “Kepo Yuk” akronim dari “Kenal Politik Yuk”. Kata “kepo” merupakan istilah yang sangat dikenal di kalangan anak muda yaitu Knowing Every Particular Object atau rasa ingin tahu sekali akan segala sesuatu. “Ini merupakan sebuah digital campaign yang mengajak pemilih muda untuk mau mengenal rekam jejak para kandidat Pilkada.”, urai Selvie. Awalnya, tim ini melihat fakta bahwa generasi muda yang sering disebut sebagai generasi milenial (alpha) disebut sebagai generasi yang suka dengan hal-hal instan. Sebenarnya generasi milenial paling terdidik namun memiliki daya juang yang rendah sehingga sering dikenal dengan generasi mager (males gerak). Maka tak heran, banyak anak muda mengharapkan hanya dengan menekan sebuah tombol saja maka semua masalah dapat terselesaikan. “Ditambah lagi mereka tak tertarik dengan politik sebab mempunyai anggapan siapapun yang menang maka Indonesia akan tetap begini-begini saja.”, tambah Teresa.

Permainan FB “Kepo Yuk” ini mempunyai lima fase yaitu attention, interest, Search, Action dan Share. Jika pemain berhasil menyelesaikan game muncul pesan: “Selamat! Kandidat yang Anda pilih sesuai dengan janjinya”. Sedangkan jika pemain gagal menyelesaikan game muncul pesan: “Untung ini cuma game, bayangkan jika ini sungguhan!”. Di akhir permainan muncul sebuah call to action: “Ayo kenali rekam jejak kandidatmu sebelum suarakan pilihanmu!”. “FB dipilih karena hasil permainan game ini akan ter-share secara otomatis di wall FB. Sehingga bisa menjadi viral dan makin banyak pemilih muda yang ingin memainkan game tersebut, sehingga tujuan dari digital campaign ini tersampaikan. Tidak hanya itu, anak muda identik dengan smartphonenya. Entah itu bersosial media ataupun bermain game. Jadi menurut kami ini pendekatan yang cocok sekali untuk menarik target audience tersebut”, tambah Selvie.

Ide ini pun terus dikembangkan menjadi kampanye yang berjudul “Gokil Sob” (Golongan Kritis Politik, Sobat), dengan memunculkan trigger own asset KEPO YUK di instagram dan iklan pop-up di website-website portal. “Anak muda diajak untuk menjadi “Superhero” yang gokil dengan bermain game di microsite GOKIL SOB!. Trigger diberikan dengan memprovokasi audience untuk menunjukkan seberapa gokil mereka. Tidak hanya itu, promosi dilakukan dengan promote video ads (anorganik) GOKIL SOB! di Instagram”, tambah tim yang berhasil meraih predikat silver (juara 2) dalam ajang Epicentrum 2017 di Universitas Padjadjaran-Bandung bulan November 2017 tersebut. Jika pemain berhasil menyelesaikan game: “Kalau main game gini aja kamu teliti, apalagi waktu Pileg 2019 nanti. Kamu gokil Sob!”. Jika pemaian gagal menyelesaikan game: “Kalau main game gini aja kamu tidak teliti, gimana mau teliti sama Pileg 2019 nanti? Untung ini cuma game, bayangkan jika ini sungguhan!”. Call to Action muncul di akhir “Mari gunakan hak pilihmu dalam Pileg 2019”. Mini game ini mengedukasi bagaimana menggunakan hak pilih itu penting, karena itu berpartisipasilah di Pileg 2019 demi #SelamatkanIndonesia!. Permainan sederhana namun unik ini menjadikan mencoblos kertas suara dan simbol kelingking bertinta sebagai simbol kebanggaan anak muda yang bisa menyelamatkan Indonesia.

 

  • Tim Ucullop

Lain halnya dengan tim kedua bernama Ucullop beranggotakan Eunike Sara Ardyta dan Alexander Gratianus. Mahasiswa semester 7 tersebut memilih media instagram dalam menyampaikan pesan-pesannya berupa kutipan dan fakta-fakta seputar pemilihan umum dengan bahasa yang mudah dan menarik di kalangan anak muda. Ucullop juga memanfaatkan semua fitur yang terdapat di instagram untuk menyebarkan kampanyenya, seperti membuat tagar yang mudah diingat oleh anak muda yaitu #cukuptau, game tag berantai, insta story, repost, dan hashtag sticker. “Tujuan dari pembuatan kampanye ini adalah memberikan wawasan dan himbauan kepada anak muda untuk menjadi pemilih yang cerdas supaya tidak salah pilih”, terang Eunike Sara Ardyta.

Mengapa instagram? Sebab Indonesia merupakan pasar terbesar instagram di Indonesia dan mayoritas anak muda membuka instagram lebih dari 3x dalam sehari. #cukuptau, sebuah hastag kampanye untuk untuk mengajak para pemilih muda menjadi smart voters. Mereka menggunakan lima langkah yaitu pertama menggunakan campaign ambassador yang sudah dikenal anak muda di bidangnya masing-masing (memiliki followers 7,7M, 8,47K). Sebab hal ini diharapkan mampu meningkatkan minat pemilih muda untuk ikut serta. Kedua, #factnotfake yaitu memposting mengenai fakta-fakta yang selama ini ada di tengah permasalahan pilkada atau pemilu. Dilanjutkan dengan langkah ketiga yaitu #quoteskuatan, yaitu yang berisi quates-quates percintaan khas anak muda yang dikaitkan dengan topik pilkada. Keempat, “Isi Sendiri” yaitu sebuah konten dimana para pemilih muda dapat aktif beropini. Yang terakhir, sebuah permainan sederhana untuk mencari tahu masuk tipe pemilih manakah selama ini. “Tujuan akhirnya hastag #cukuptau menjadi viral dengan content-kontentnya yang mengkombinasikan maslaah percintaan dan pilkada”, urai tim yang berhasil meraih predikat bronze (juara 3) dalam ajang Epicentrum 2017 di Universitas Padjadjaran-Bandung beberapa waktu lalu.

Ide ini di kembangkan kembali untuk kepentingan kompetisi dengan membuat official merchandise untuk pemilihan umum yang bernama The Z Brand dan membuat konten di instagram dengan analogi kehidupan dan pemilu. Pesan dari kampanye ini adalah para pemilih pemula yang merupakan anak-anak SMA memiliki  keputusan yang sangat berpengaruh untuk Indonesia.

 

Tak heran, tim karya Kepo Yuk dan The Z Brand ini berhasil mengantongi predikat silver (juara 2) dan Bronze (juara 3) dalam ajang Epicentrum 2017 dengan kategori Ideation: A(d) Creative Solution to Maximize Youth’s Participation on Indonesian Politics di Universitas Padjadjaran-Bandung. “Melalui kompetisi ini, kami mendapatkan wawasan baru dan yang pasti mendapatkan jejaring baru”,  ujar Teresa Stephanie.

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194

  • Tim Stevie. Pic Selvie (082140022811)
  • Tim Ucullop. Pic Eunike (081809116116)

 

Press Release

UK Petra Gelar Wisuda Ke 73 : Lepas 571 Lulusan

27 February 2018

Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya akan melepas sebanyak 571 lulusan dalam prosesi wisuda ke-73 yang digelar pada hari Sabtu, 3 Maret 2018. Perhelatan wisuda ke-73 ini akan dipimpin langsung oleh Prof. Djwantoro Hardjito, M.Eng. selaku rektor UK Petra di Auditorium UK Petra kampus Timur, jalan Siwalankerto 142-144 Surabaya. Pelaksanaan wisuda ke-73 terdiri dari wisudawan  program strata satu (S1) sebanyak 469 mahasiswa/i, program pasca sarjana (S2) sebanyak 34 mahasiwa/i, 15 mahasiswa/i program Profesi Insinyur dan satu mahasiswa pendidikan profesi Arsitek.

Prosesi ini menghasilkan 13 wisudawan cumlaude program S-2 dan 84 wisudawan cumlaude S-1. Wisudawan dari program S-1 yang berhasil meraih predikat cumlaude dengan IPK tertinggi 3,97 berhasil digenggam oleh Liliana Ester, seorang mahasiswi Program Sistem Informasi dengan judul Tugas Akhirnya bertajuk Aplikasi Pemilihan Rute Pengiriman Barang pada Perusahaan Elektronik di Surabaya Dengan Menggunakan Metode K-Means Clustering dan Google M sedangkan Ivonne Muliawati Hrasono dari Program Magister Sastra berhasil memperoleh IPK 4,00 dengan judul skripsi “A Study of Human Catalyst in Agatha Christie’s Curtain”.

 

Berikut beberapa profil wisudawan ke-73 UK Petra :

  • Fenny Destasia Chan

Pantai Wreda. Menjadi perhatian khusus bagi mahasiswi Program Studi Informatika UK Petra dan menjadikan bahan dalam proyek Tugas Akhirnya yang bertajuk Aplikasi Carring Assistance Untuk Perawat Manula Berbasis Android dan Raspberry Pi. Fenny, panggilan akrab mahasiswi pemilik IPK 3,61 sangat menaruh perhatian akan pemantauan layanan 24 jam kesehatan para manula. “Ada kalanya para perawat yang ada di panti wreda tidak bisa stand by 24 jam. Hal ini sangat berbahaya, sebab tak jarang di malam hari para manula membutuhkan bantuan. Teknologi ini menjadi perantara antara manula dengan perawat manula. Akan ada video life streaming, jadwal obat manula, daftar Rumah Sakit dan apotek terdekat”, urai mahasiswi peraih nilai A untuk TA-nya.

Pada dasarnya cara kerja aplikasi caring assistance untuk perawat manula ini berbasis Android. Tugasnya membantu perawat untuk memantau kesehatan manula mulai dari mengingatkan perawat manula mengenai jadwal obat manula, mampu melihat kondisi manula secara live streaming, daftar rumah sakit dan apotek terdekat dengan menggunakan fasilitas Google Places Application Programming Interface (API) dan Global Posittioning System (GPS) pada smartphone. “Tak banyak aplikasi yang menggunakan teknologi seperti ini sebab aplikasi yang ada sekarang dianggap kurang efektif. Aplikasi ini menggunakan hardware yang dapat dipegang manula dan dibantu dengan kamera Raspberry Pi yang tersambung ke mobile”, tutup Fenny.

  • Yiawla Ismarch Priadi

Kemajuan teknologi yang pesat saat ini menyebabkan permainan tradisional mulai dilupakan oleh anak-anak dan beralih pada gadget. Padahal gadget ini tak baik bagi perkembangan emosi dan sosial anak-anak. Keprihatinan inilah yang kemudian menjadikan mahasiswi Program Studi Desain Interior UK Petra membuat karya TA bertajuk Implementasi Permainan Tradisional Pada Perancangan Desain Elemen Interior Untuk Anak-anak. Kata tradisional yang dimaksud tidak sebatas pada konteks kedaerahan tetapi menekankan arti kata tradisional tersebut secara general yang kemudian diaplikasikan pada elemen interior untuk anak-anak.

Multifungsi. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan hasil karya TA dari mahasiswi peraih IPK 3,48 ini. Waktu yang tidak banyak dalam mengerjakan TA, membuat gadis berambut panjang ini hanya membuat prototype 1:1 dari konsep desain yang diberi nama CushPlay. “Nama CushPlay berasal dari kata cushion dan play. Materialnya menggunakan hard foam dan soft foam dengan pemilihan warna terang dan warna pastel. Satu set CushPlay ini terdiri dari 8 modular dengan tiga bentukan yaitu buah pisang, lingkaran dan ujung permainan dhakon”, urai gadis yang mempunyai hobi membaca buku. Jadi perancangan ini bisa digunakan untuk bermain sekaligus berfungsi sebagai sofa. “Dalam perancangan ini bisa dipakai untuk sofa, dakon, jungkit-jungkit hingga perosotan”, tutup Yiawla.  

  • Stanislaus Oscar Tobias Njo

Anak muda tapi suka dan peduli dengan budaya tradisional. Itulah Stanislaus Oscar Tobias Njo, mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UK Petra. Ia membuat ide perancangan untuk mengenalkan ludruk pada anak muda tetapi dengan cara anak muda bertajuk Perancangan Promosi Ludrukan Nom-Nom’an Tjap Arek Soeroboio. “Sederhananya agar anak muda mau kenal dengan kesenian ludruk”, ungkap mahasiswa peraih IPK 3,42.

Komunitas Ludruk Luntas atau Ludrukan Nom-noman Tjap Arek Soeroboio yang berdiri sejak 2016 ini menjadi bahan

penelitian Oscar. Oscar melakukan pilot project di kampus UK Petra. Ia menciptakan media promosi dalam rangka mengenalkan LUNTAS pada anak muda diantaranya pembuatan trailer pementasan, roadshow ke kampus UK Petra, melakukan happening art di kampus UK Petra, menyebarkan viral video, merencanakan konten sosial media hingga detail-detail pendukung pementasan saat di kampus UK Petra. “Saat saya melakukan happening art di kampus tentang pementasan suster gepeng saya menggunakan kostum yang sesuai dengan judul pementasan di UK Petra kala itu. Saat itu hasilnya memang tidak kasat mata, akan tetapi berdasarkan hasil survey yang saya lakukan beberapa mahasiswa UK Petra yang belum sama sekali mengenal ludruk akhirnya dapat mengenal dan menyaksikan secara langsung pementasan ludruk”, ungkap mahasiswa yang memiliki hobi menonton film.

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

 

  • Humas & Informasi Studi

 

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 8494830-31  psw : 3190-3193

Press Release

Mahasiswi DKV UK Petra: “doview” Berhasil Sabet Gold dalam Ajang BG Award Citra Pariwara

22 February 2018

Biasanya apa yang menyebabkan kita enggan berdonasi pada sebuah organisasi nirlaba? Salah satunya adalah konsistensi berdonasi dengan jumlah nominal uang yang jika dihitung pertahun lumayan besar. Lalu bagaimana caranya mengajak masyarakat berdonasi akan tetapi tanpa merasa mengeluarkan uang? Temukan jawabannya dalam program “doview” (donate by view). Ialah Joy Gloria Harendza dan Nita Elviani Limman, dua orang mahasiswi Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UK Petra yang menggagas ide “doview” ini hingga berhasil menyabet gelar Gold pada BG Award Citra Pariwara 2017 lalu yang diselenggarakan oleh Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) di Jakarta.

Kompetisi ini langsung memberikan kasus nyata pada para peserta. Sebagai obyeknya menggunakan Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia (Pita Kuning), merupakan yayasan filantropi bagi anak dengan kanker yang berdiri atas inisiasi komunitas volunteer muda yang dinamakan Community for Children with Cancer (C3). Pelayanan Yayasan Pita Kuning memberikan perawatan paliatif dan pedampingan psikologis bagi pasien anak dengan kanker. Bagaimana cara kerja “doview” ini? Ide unik dari Joy dan Nita mengambil konsep dengan menggandeng youtubers untuk mendonasikan 10% hasil pendapatannya yang didapat dari jumlah viewers dan subscribers pada Pita Kuning setiap bulannya selama minimal satu tahun. “Jadi dengan demikian bukan dalam bentuk real uang yang diberikan pada yayasan tersebut akan tetapi youtobe yang akan memberikannya pada Pita Kuning itu. Padahal jika dihitung, nominal itu juga besar apalagi jika youtobersnya adalah orang yang sudah sangat terkenal”, urai Joy.

Dengan menggunakan hastag #SAYAPITAKUNING maka ini digunakan sebagai penanda bagi para Youtubers yang berpartisipasi dalam kampanye ini. Cara kerjanya, youtubers akan memberitahu para penontonnya di awal atau di akhir video tentang kampanye ini. Sekali dalam satu bulan, Yayasan Pita Kuning akan mengirimkan sebuah bingkisan dari anak-anak yang tergabung dalam Yayasan Pita Kuning kepada para pencipta video sebagai wujud rasa terima kasih mereka karena telah bergabung dalam program ini. Para pencipta video bisa memasukkan bingkisan tersebut sebagai konten di kanal (saluran youtube) mereka.

Sebelum menentukan ide ini, Joy dan Nita melakukan riset kecil-kecilan ke beberapa teman mereka. Sehingga mereka akhirnya mendapatkan kesimpulan mengapa khususnya anak muda masih merasa enggan untuk berdonasi. Targetnya memang menyasar anak muda baik pria maupun wanita berusia 25-40 tahun yang senang menggunakan internet dan gadget. Menurut penelitian dari we are social dan hootsuite, media sosial yang tertinggi penggunaannya adalah youtube. Dan anak muda ini salah satu kebutuhannya adalah melihat youtube untuk mengisi waktu hidupnya. “Kami menyelesaikan ide ini hanya dalam dua hari sejak brief yang diberikan oleh panitia kami terima, jadi waktunya sangat terbatas”, urai Nita.

Tak sia-sia usaha keras mereka, dengan menyisihkan 53 peserta dari tujuh universitas yang ada di Indonesia. Joy dan Nita berhasil mendapatkan piala, sertifikat dan kesempatan belajar mengenai advertising dengan terbang ke AdFest di Thailand mulai tanggal 21-24 Maret 2018 yang akan datang. “Rasanya tak percaya bahwa kami bisa menjuarai perlombaan advertising yang bergengsi di Jakarta ini. Banyak pengetahuan baru yang didapatkan, bahkan kami juga sudah ditawari bekerja di beberapa agensi advertising saat malam penganugerahan pemenang”, urai keduanya mantap.

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194

Joy Gloria Harendza (082320001400) dan Nita Elviani Limman (082230

Press Release

Dosen UK Petra, Rolly Intan Raih Gelar Doktor Honoris Causa dari Dongseo University, Busan-Korea Selatan

12 February 2018

Rektor Universitas Kristen Petra (UK Petra), Surabaya-Indonesia periode 2009-2017, Rolly Intan, telah menerima gelar doktor kehormatan atau Doctor Honoris Causa di bidang Business Administration dari Dongseo University (DSU), Busan-Korea Selatan pada hari Jumat, 9 Februari 2018 yang lalu pukul 11.00 waktu setempat di Korea. Penganugerahan ini dilakukan bersamaan dengan upacara pelepasan wisudawan mulai bachelor degree (sarjana), master degree (Magister) hingga doctoral degree (Doktor) Dongseo University, Busan-Korea Selatan.

Prof. Dr. (HC) Rolly Intan, Dr. Eng. dihubungi beberapa saat setelah acara penganugerahan gelar kehormatan mengungkapkan perasaannya. “Saya merasa sangat terhormat atas capaian yang baru saja saya dapatkan. Sejujurnya saya merasa kaget tidak menduga akan menerima penghargaan ini. Mereka menilai saya layak mendapatkan gelar ini khususnya di bidang leadership dan manajemen”, ungkapnya via telepon. Pemberian gelar kehormatan ini diberikan langsung oleh Presiden DSU yaitu Dr. Jekuk Chang bersama dengan Dean of Graduate School, Jonghae Kim, Ph.D. di dalam gedung kampus DSU, Busan, Korea Selatan.

Seperti yang kita ketahui, pemberian gelar Doctor Honoris Causa ini hanya dapat diberikan pada seseorang bila telah dianggap berjasa dan atau berkarya luar biasa bagi ilmu pengetahuan dan umat manusia. Dihubungi secara terpisah, President DSU mengungkapkan alasannya memberikan gelar penghormatan pada Rolly Intan. “Kami menganggap bahwa kiprah Rolly Intan saat menjadi rektor sangat besar. Kepemimpinannya yang luar biasa (excellent) sekaligus berkontribusi yang besar dalam internasionalisasi dan pengembangan pendidikan tinggi di regional di Asia”, urai Dr. Jekuk Chang.

Kota Surabaya telah mengembangkan kerjasama kota kembar atau sering disebut dengan sister city dengan Busan, Korea Selatan sejak tahun 1996. Semenjak itulah hubungan aktif antara UK Petra dengan DSU, Korea Selatan terjalin hingga saat ini. Berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi pengembangan masyarakat pun telah dilakukan secara bersama. “Saya yakin ke depan UK Petra yang kini dipimpin oleh Prof. Djwantoro Hardjito, Ph.D. akan terus melanjutkan kerjasama dengan DSU semakin intens dan bermanfaat bagi pengembangan pendidikan tinggi di Asia, khususnya kedua universitas. Terima kasih sekali kepada Dongseo University di Korea Selatan atas kerjasamanya selama ini. Supportnya sungguh besar pada beberapa program yang telah dilakukan secara bersama dengan Universitas Kristen Petra”, rinci Prof. Dr. (HC) Rolly Intan, Dr. Eng. yang juga seorang dosen di Program Studi Informatika UK Petra.

Rektor UK Petra, Prof. Djwantoro Hardjito, Ph.D. yang turut hadir dalam penganugerahan ini mengungkapkan kegembiraannya. “Prestasi Prof. Dr. (HC) Rolly Intan, Dr.Eng benar-benar membuat keluarga besar Universitas Kristen Petra berbangga. Kolaborasi aktif dengan Dong Seo University di berbagai bidang ini amat penting untuk untuk terus dikembangkan, terlebih di masa Revolusi Industri 4.0, yang menghadapkan kita pada banyak tantangan dan sekaligus peluang”, ungkap Prof. Djwantoro.

Adapun berbagai kegiatan yang berkesinambungan tahun demi tahun antara Universitas Kristen Petra, Indonesia-Surabaya dengan Dongseo University, Busan-Korea Selatan antara lain:

  1. Program KKN Internasional yang disebut Community Outreach Program (sejak 1996)
  2. Asia Summer Program (sejak 2012) – UK Petra dan DSU sebagai founders;
  3. Partisipasi UK Petra dalam Asia University Presidents Forum atas rekomendasi DSU (sejak 2012);
  4. Penyelenggaraan Double Degree Program (2+2) di bidang  Film (sejak 2014)
  5. Penyelenggaraan Joint Degree Program dalam bidang  Digital Media (sejak 2016);
  6. Pembukaan Pusat Bahasa dan Budaya Korea,  King Sejong Institute Surabaya di UK Petra (2015);
  7. Pembukaan E-Class Korean, bekerjasama dengan Korean Association of Network Industries (2017).

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194

Press Release

Prestasi Mahasiswi Desain Interior UK Petra: Sabet Best Desain untuk SOHO Design Competition

18 January 2018

Semakin minimnya lahan tanah yang ada maka tak heran saat ini para penduduk di kota mulai mengemari hunian keatas. Apartemen pun menjadi salah satu pilihan gaya hidup masyarakat perkotaan. Akan tetapi bagaimana membuat apartemen yang nyaman di tinggali sekaligus menjadi kantor? Pemikiran inilah yang mendasari tiga mahasiswi Program Studi Desain Interior (DI) Universitas Kristen Petra (UK Petra) membuat OMAHUB!, an multifunction apartment yang kemudian berhasil menyabet Best Design kategori mahasiswa dalam SOHO Design Competition digelar oleh Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) pada tanggal 9 Januari 2018 yang lalu di Jakarta. Mereka adalah Melissa Ardani, Evania Tjandra Khosasih dan Natasya Angelina yang merupakan mahasiswi semester 5 Prodi DI UK Petra.

OMAHUB! merupakan sebuah small office home office (SOHO) yang terletak disebuah apartement di pusat kota Surabaya dengan luasan 42 m2 dan tinggi 3 meter. Ini disesuaikan dengan syarat perlombaan yang diminta mendesain hunian dan kantor dengan luasan antara 36 m2. “Kami mendesain dengan skenario untuk para professional muda yang dapat dihuni dua hingga 3 orang. Jadi apartement tersebut dapat dijadikan sebagai tempat bekerja, bertemu client, menerima tamu hingga tempat berkumpul dengan keluarga”, rinci Melissa. Omah diambil dari bahasa Jawa yang memiliki arti rumah, sedangkan Hub merupakan pusat dari aktifitas. Sehingga OMAHUB ini sebagai pusat aktivitas yang termasuk green building, dwi fungsi dan multi fungsi dengan didukung teknologi masa depan.

Aspek green building meliputi banyak hal yaitu penghawaan alami yaitu memiliki fitur yang mendapatkan penghawaan alami dan ditambah AC dengan sistem eco. Material juga dipikirkan dengan matang menggunakan sustainable dan low-emission yaitu material utamanya kayu, cork dan concert. Cork ini sebagai peredam suara sedangkan concrete mampu meningkatkan kualitas udara dalam ruangan sehingga biaya sedikit untuk perawatan. Tak lupa juga menggunakan Plumbing Fixture yaitu peralatan mandi yang mampu menghemat air lebih banyak dengan menggunakan limbah air wastafel sebagai flush toilet.

Uniknya, desain ini memiliki tiga layout yang berbeda jika dijabarkan yaitu situasi pagi hari, situasi kantor dan situasi di malam hari. Ini menggunakan smart partion yang mampu mengubah beragam situasi tersebut. Cara kerjanya menggunakan rel dibawahnya yang mampu mengubah fungsi area dari tempat bekerja menjadi ruang tidur didukung dengan LED yang mampu berubah warna sesuai dengan kebutuhan.

Tim ini juga mempertimbangkan pemilihan warna di setiap sisi dengan memilih warna coklat, biru, hijau dan orange yangmana memiliki artinya masing-masing. Misalnya saja, pemilihan warna biru memberikan efek untuk menstimulasi produktivitas, simbol dari jiwa muda. Sehingga membuat mood yang ceria, fresh, tenang sekaligus membuat ruangan terasa lebih luas. Desain OMAHUB! memiliki banyak keunikan sehingga tak heran mampu mengalahkan 69 peserta dari enam universitas yang ada di Indonesia. Kekuatan utama desain ini terletak pada lesehan yang disediakan sehingga nuansa local contentnya sangat terasa. “Jadi dalam apartemen ini nantinya para penghuninya bisa juga leyeh-leyeh seperti konsep rumah pada umumnya, sangat menyenangkan sebab biasanya itu yang tidak didapatkan pada fungsi apartemen pada umumnya”, ungkap Natasya.

Desain yang lengkap dan apik ini tak heran berhasil memboyong hadiah sebesar Rp. 20.000.000, Trophy dan sertifikat dengan gelar sebagai best design. Pengalaman yang menyenangkan ini sangat membekas bagi ketiga mahasiswi ini. “Kami sama-sama mendapat pengalaman dan pembelajaran baru bahwa jangan takut memberikan ide, lepas dan dituangkan saja. Jangan pernah merasa jago akan tetapi hauslah akan belajar banyak hal sebab di dunia luar masih banyak hal yang lebih bagus dari yang kita punya. Dan jika ada kesempatan diambil saja”, urai ketiganya mantap.

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194

  • Mahasiswi Prodi Desain Interior UK Petra: Melissa Ardani (081216447772), Evania Tjandra Khosasih (087851258997), Natasya Angelina (082122221250)
Press Release

Ibu-ibu PKK Siwalankerto Masak Bersama Makanan Korea

23 November 2017

Sejumlah 9 orang mahasiswa asal Korea yang sedang menimba ilmu di Universitas Kristen Petra (UK Petra) akan berinteraksi lebih dekat dengan 30 orang ibu-ibu PKK kelurahan Siwalankerto. Kegiatan Memasak Bersama Ala Korea ini akan berlangsung pada hari Jumat, 24 November 2017 mulai pukul 14.00-15.30 WIB di Pendopo Kelurahan Siwalankerto jalan Siwalankerto 132, Surabaya. Gelaran ini diusung oleh Biro Administrasi Kerjasama dan Pengembangan Institusi (BAKP) UK Petra bekerjasama dengan Kelurahan Siwalankerto.

“Acara ini sangat bagus. Dengan adanya kegiatan seperti ini maka mahasiswa asing yang ada di Indonesia khususnya yang sedang kuliah di UK Petra mengetahui seluk beluk kehidupan masyarakat Siwalankerto. Tahu bagaimana keguyuban warganya, kerukunan, tolong menolongnya dan masih banyak lagi sifat orang Indonesia”, ungkap Rury Damayanti, S.H., MH selaku Lurah Siwalankerto. Menariknya, acara ini akan memberikan kesempatan untuk berinteraksi lebih dekat antara mahasiswa asing Korea dengan para ibu-ibu PKK Siwalankerto tersebut. Peserta dibagi menjadi lima kelompok yang berbeda. Dalam masing-masing kelompok akan terdapat satu hingga dua mahasiswa Korea yang didampingi oleh mahasiswa dari Indonesia sebagai penerjemah. Menu makanan yang akan dipelajari tiap kelompokpun berbeda satu dengan yang lainnya. Di akhir acara, para peserta akan mendapatkan kumpulan resep dan cara memasak seluruh makanan yang diperkenalkan.

Makanan apa saja yang akan diajarkan? Gimbab, Jimdak, Pajeon, Gimchi Jeon dan Bimbimbap. Itulah lima makanan asal Korea yang akan diperkenalkan ke 9 mahasiswa Korea tersebut. “Para mahasiswa Korea ini merupakan bagian dari program pertukaran pelajar dan Indonesian Spectrum dengan masa studi satu semester dan atau satu tahun di UK Petra. Gelaran Memasak Bersama Ala Korea ini merupakan salah satu kegiatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia dengan mengenal keberadaan PKK yang merupakan perkumpulan khas Indonesia yang memiliki keunikan dan nilai yang luhur dari sikap bermasyarakat bangsa Indonesia”, urai Meilinda, S.S., M.A. selaku Kepala Biro Administrasi dan Pengembangan Institusi UK Petra. Makanan yang diajarkan sengaja dipilih makanan Korea yang mudah pembuatannya dan bahan-bahannya bisa dengan mudah didapatkan sehingga jika para ibu-ibu PKK dapat dengan mudah mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya seperti Gimbap yang terdiri dari nasi yang dibungkus dengan rumput laut seperti lemper. Atau misalkan Bimbimbap yang sejenis nasi campur di Surabaya berisikan semangkuk nasi putih dengan lauk di atasnya berupa sayur-sayuran, daging sapi, telur, dan saus pedas gochujang.

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194

Press Release

Merry Riana Berbagi Pengalaman Sukses di tengah MEA pada 800 mahasiswa

22 November 2017

Siapa yang tak kenal dengan Merry Riana? Seorang motivator muda yang sukses dengan pendapatan 1 juta dollarnya saat berusia 26 Tahun. Meski telah berhasil di Singapura tak membuat wanita Indonesia ini melupakan tanah kelahirannya. Rabu, 22 November 2017 mulai pukul 18.00-20.30 WIB, Merry Riana akan membakar semangat para mahasiswa dalam talkshow bertajuk Culture in Business Communication di Auditorium UK Petra, jalan Siwalankerto 121-131, Surabaya.

Kegiatan yang diusung oleh Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris UK Petra ini untuk menjawab kebutuhan mahasiswa akan pengetahuan tentang pentingnya peran dari pemahaman suatu kebudayaan dalam menjalin relasi dan kerjasama bisnis yang baik dengan orang lain. Tantangan terbesar bagi mahasiswa jika sudah menyelesaikan kuliahnya adalah memasuki dunia pekerjaan yang kini memasuki program Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Itu artinya mengharuskan kita menjalin kerjasama atau bisnis dengan pihak asing. “Akan tetapi masalahnya tiap negara mempunyai budaya yang berbeda, maka dari itu Merry Riana akan memberikan pengalaman pada mahasiswa UK Petra maupun kampus lain agar mampu menyelaraskan perbedaan budaya tersebut agar dapat menempatkan diri dan berperilaku yang tepat sehingga mampu membedakan hal-hal yang pantas dan tidak pantas dilakukan saat menjalin kerjasama dengan pihak asing”, ungkap Eva Violina selaku ketua acara talkshow. Dengan berlakunya Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional, hal ini secara tidak langsung memudahkan para lulusan universitas nantinya agar dapat lebih mudah dalam memahami dan berkomunikasi dengan negara diluar Indonesia. Hal ini diharapkan juga agar menaikkan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia agar dapat bersaing dengan negara lain.

Sejumlah 800 mahasiswa baik mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra) maupun universitas lain di Surabaya telah mendaftar dalam kegiatan ini. Merry Riana juga akan bicara mengenai peran vital yang dipegang oleh budaya dalam kelancaran suatu bisnis internasional, serta yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan saat berhadapan dengan pihak asing yang tentunya memiliki budaya yang berbeda dengan Indonesia.

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194

  • Eva Violina (085791817313)
Press Release

Unik, Tumpukan Ban Menjulang di Perpustakaan UK. Petra

13 December 2016

Ada yang unik di ruang pamer Perpustakaan Universitas Kristen Petra (U.K. Petra) hari Rabu tanggal 14 Desember 2016. Sebuah pohon natal yang terbuat dari berbagai ban mobil dan motor tersusun dengan cantiknya hingga 15 Januari 2017. Setiap lekuk ukiran pada badan ban tampak dengan jelas terlihat yang dipercantik dengan warna cat emas. Tak lupa juga dilengkapi dengan hiasan-hiasan natal agar semakin meriah. “Pohon natal unik ini dirancang dan dibuat oleh dosen UK. Petra bernama Ir. Titien Wahono. Setiap detail dalam rancangan ini memiliki arti yang mendalam. Pohon natal ban ini mencerminkan kehidupan umat Kristiani di dunia yang disadari tiga hal yaitu iman, pengharapan dan kasih.” ungkap Dian Wulandari, S.IIP. selaku Kepala Perpustakaan UK. Petra di ruang kerjanya.

Menghadirkan suasana dan semangat Natal yang selalu baru bagi para pengunjung, inilah keinginan Perpustakaan UK. Petra. Jika dicermati, tampak terlihat dengan jelas badan ban dalam pohon natal tersebut sengaja dibuat berukit-ukir agar mempunyai daya cengkeram yang kuat sehingga tidak mudah tergelincir, sebagaimana iman dalam kehidupan manusia. Bukanlah hiasan, akan tetapi sebagai pegangan hidup yang kokoh demi mencapai keselamatan. Pengharapan manusia akan keselamatan juga digambarkan dari sifat ban, yang bila makin lama dipakai makin menipis maka perlu diperbarui. Pengharapan manusia pun sering kali menipis akibat kejenuhan sehingga memerlukan pembaharuan dengan refleksi serta introspeksi diri, salah satunya melalui peringatan kelahiran Yesus Kristus sang Juru Selamat. Sifat dari kasih Kristiani yang tak memegahkan diri dan rela berkorban juga tergambar dari keberadaan ban, selalu di bagian paling bawah dari kendaraan yang membuat badannya akan habis tergerus demi tugas memikul seluruh penumpang agar sampai ke tujuan dengan selamat.

Tak ingin menyia-nyiakan pemandangan unik ini? Para pengunjung Perpustakaan UK. Petra diberikan kesempatan Photobooth secara Gratis esok Rabu, 14 Desember 2016 di Ruang Pamer Perpustakaan UK. Petra di Gedung Radius Prawiro lantai 6 kampus UK. Petra mulai pukul 11.00-15.00 WIB. Kesempatan terbatas loh…

 

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

·         Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131 Surabaya

Telp : 2983190-3194

  • Dian Wulandari, S.IIP. (08123016131)
Press Release

Internasional Vaganza 2016, Atraksi Mahasiswa dari 6 Negara

4 November 2016

Terlihat sejumlah 14 mahasiswa asing dari 6 negara yang berbeda berbaur  bersama mahasiswa Indonesia dalam kegiatan bertajuk International Vaganza 2016 Fantasix pada hari Jumat, 4 November 2016 mulai pukul 13.00-16.00 WIB di Atrium Gedung Radius Prawiro kampus U.K. Petra Surabaya. Kegiatan tahunan yang diusung oleh Biro Administrasi Kerja sama dan Pengembangan (BAKP) U.K. Petra ini sengaja digelar bagi para sivitas akademika U.K. Petra. “Selain kami ingin memperkenalkan aneka budaya dari Negara-negara asal para mahasiswa asing yang sedang belajar di U.K. Petra juga untuk menyegarkan kembali pengetahuan sekaligus berbagi pengalaman keuntungan mengikuti program kerjasama internasional yang ada di kampus ini. Diantaranya Student Exchange, Summer Program dan Join atau Double Degree”, ungkap Meilinda, S.S., M.M selaku Kepala BAKP U.K. Petra Surabaya. Ada kurang lebih 50 orang mahasiswa UK Petra yang tergabung dalam Petramate turut serta terlibat kegiatan ini. Petramate adalah kelompok sukarelawan mahasiswa UK Petra yang mendampingi mahasiswa asing untuk dapat beradaptasi lebih cepat di Surabaya. Selain itu teman- teman Petramate juga belajar tentang komunikasi lintas budaya untuk mengasah kemampuan mereka bersaing secara global.

Korea Selatan, Belanda, Mesir, Jerman, Thailand dan Italia itulah keenam Negara mahasiswa asing yang akan unjuk kebolehan dalam Internasional Vaganza 2016 Fantasix. Akan ada beragam kegiatan diantaranya booth makanan tradisional dari masing – masing Negara, penampilan dari mahasiswa asing hingga booth informasi dari kerjasama internasional yang ada di U.K. Petra. “Masing-masing Negara mendapatkan kesempatan kurang lebih waktu sebanyak 8 menit untuk menampilkan sesuatu. Baik itu menari, menyanyi dalam bahasa Indonesia, presentasi pengenalan negaranya, permainan hingga demo memasak sederhana makanan khas negaranya”, urai Ivana selaku ketua panitia acara ini.

Para mahasiswa Korea Selatan menampilkan dance serta menyajikan mie Samyang, sebuah makanan yang berbahan dasar mie dengan rasa yang pedas. Negara Belanda akan demo memasak poffertjes, kue tradisional yang renyah kecil dan manis serta mengajak sivitas bermain mainan khas Belanda. Di tengah hawa yang dingin-dingin saat ini, mahasiswa asal Mesir akan menyajikan Egytian Lentils Soup. Uniknya mahasiswa Mesir akan menyanyikan lagu dalam bahasa Indonesia. Tak ketinggalan dua mahasiswa Jerman akan membuat Pretzel, kue dengan rasa asin dan sedikit manis. Mereka juga akan menampilkan drama singkat serta presentasi negaranya. Mahasiswa asal Thailand akan menyajikan Green Papaya Salad dan mempresentasikan tempat wisata di Bangkok. Mahasiswa Italia akan mendemokan makanan Cold Pasta, yang berisi makanan segar yang disajikan dengan saus itali.

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

·         Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131 Surabaya

Telp : 031-2983190-3194

  • Meilinda, S.S., M.M (081217434488)
  • Ivana (Ketua Panitia) : 081803071313
Press Release

Mahasiswa Asing Program Darmasiswa Di UK Petra

30 September 2016

Universitas Kristen Petra (UK Petra) menerima lima (5) mahasiswa asing program beasiswa Darmasiswa dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri. Kelima mahasiswa ini berasal dari Negara Italia, Korea Selatan dan Thailand. DARMASISWA merupakan program beasiswa non-gelar satu tahun yang ditawarkan oleh pemerintah Indonesia untuk semua mahasiswa asing dari negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia untuk belajar Bahasa Indonesia, seni, musik, kerajinan, dan topik tertentu di beberapa Perguruan Tinggi Indonesia yang dipilih di berbagai kota di Indonesia.

“Sejak 2010, UK Petra dipilih oleh pemerintah Indonesia untuk mendapat mandat menjadi tuan rumah para mahasiswa asing beasiswa Darmasiswa ini. UK Petra memiliki program Indonesian Spectrum dibawah Departemen Mata Kuliah Umum yang  menitikberatkan peminatan di bidang bahasa Indonesia dan budaya Indonesia, sehingga kami mempunyai tim khusus dan kurikulum BIPA dalam proses pembelajaran para mahasiswa asing program Darmasiswa ini”, ungkap Meilinda, S.S., M.M selaku Kepala Biro Administrasi Kerjasama dan Pengembangan (BAKP) UK Petra. Para mahasiswa Darmasiswa ini memulai aktivitasnya belajar di UK Petra sejak 5 September 2016 yang lalu. Beragam kegiatan telah disusun, diantaranya Making Batik in Canvas Bag pada hari Rabu, 28 September 2016 mulai pukul 10.00-11.30 WIB dan 13.30-15.30 WIB di Laboratorium Bahan Program Studi Desain Interior UK Petra. Dalam kegiatan ini, para mahasiswa asing ini diajak untuk lebih mengenal salah satu budaya Indonesia yaitu Batik di atas media selain kain. Minggu lalu, mereka belajar batik di atas media topeng. Dengan dipandu oleh Andereas Pandu Setiawan, S.Sn., M.Sn seorang Dosen Program Studi Desain Interior UK Petra, kelima mahasiswa Darmasiswa ini sebelumnya belajar secara teori teknik membatik sebelum mengaplikasikannya. Mengapa batik? Batik ini mempunyai filosofi yang sangat Indonesia, ada proses dan ceritanya. Masing-masing motif batik mempunyai filosofinya tersendiri dan filosofi ini mewakili nilai masyarakat Indonesia. Dengan belajar batik sebenarnya mahasiswa internasional bukan hanya belajar proses dan motif tapi pemikiran pemikiran di balik proses dan seni batik itu sendiri. Pemahaman atas pemikiran – pemikiran ini yang membuat mahasiswa asing mengenal budaya dan pola pikir masyarakat kita untuk lebih dekat. “Hasil kreasi ini dapat mereka bawa pulang ke Negara asalnya sehingga harapannya para mahasiswa asing ini akan menyebarkan kisah yang positif tentang Indonesia ke negara asalnya. UK Petra mempunyai Laboratorium Batik, dengan pengajar yang menekuni Batik baik dalam bentuk karya baru maupun penelitian keilmuan sehingga sangat pas jika dikenalkan pada mahasiswa asing ini”, ungkap Meilinda lebih lanjut.

    Kelima mahasiswa ini adalah Aniello Iannone L yang berasal dari University of Naples L’Orientale (Italia), Lee So Yeong P dan Song Yu Jeong P asal Hankuk University of Foreign Studies (Korea Selatan), Bassoree Wani asal Yala Rajabhat, University Muang District (Thailand) dan Jiraphat Sirichon asal Walailak University (Thailand).

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194

  • Meilinda, S.S., M.M selaku Kepala BAKP UK Petra (081217434488)