Press Release

UK Petra ikut serta dalam Konferensi UN Habitat 3: Inclusive Building, Regerating Kampung dan Kompetisi Beauty of Indonesia

22 July 2016

Surabaya patut berbangga hati. Tak lama lagi, tepatnya pada tanggal 25 – 27 Juli 2016 yang akan datang menjadi jujugan para tamu seluruh dunia dalam acara Preparatory Committee (PrepCom) 3 for Habitat 3 yang digelar oleh UN Habitat (salah satu badan Perserikatan Bangsa-bangsa bergerak di bidang pemukiman dan pembangunan kota berkelanjutan). Dalam rangka menyambut kegiatan PrepCom 3 ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah bekerjasama dengan banyak pihak salah satunya Universitas Kristen Petra. UK Petra terlibat dalam dua agenda kegiatan parallel event yaitu Inclusive Building and Urban Parks in Surabaya Trip yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 23 Juli 2016 dan Regenerating Kampung pada hari Minggu, 24 Juli 2016. Seperti apa kunjungan kegiatan ini? Simak penjelasannya berikut

 

  • Inclusive Building and Urban Parks in Surabaya Trip

Dalam kunjungan ke gedung sekolah SMPLB-A YPAB di Jl. Gebang Putih No 5 Surabaya dan Taman Bungkul di Jl. Darmo Surabaya tersebut ternyata berhasil menarik hati peserta UN Habitat. Pasalnya mereka diajak untuk menilik langsung hasil perbaikan fisik fasilitas sekolah yang semakin memudahkan bagi para siswa disabilitas di sekolah tersebut dan ikut merasakan fasilitas taman di Surabaya yang mulai memperhatikan para disabilitas. “Perjalanan ini kami rancang sebab kota yang berkelanjutan harus mampu memfasilitasi kebutuhan semua orang termasuk para penyandang disabilitas. Maka dari itu, kami ingin sharing apa yang ada di Kota Surabaya ini sehingga harapannya bias ditetapkan diseluruh dunia mengenai bangunan inklusif. Sehingga ketika mendesain kota perlu melibatkan para penyandang disabilitas”, ungkap Gunawan Tanuwidjaya, M.Sc. selaku koordinator kunjungan Bangunan Inklusif dan Taman Kota di Surabaya tersebut.

Tercatat 40 peserta yang akan mengikuti perjalanan ini, salah satunya berasal dari Cityscope Amerika. Hari Sabtu, 23 Juli 2016 mulai pukul 09.00 WIB peserta akan berangkat menuju kampus UK Petra untuk mengikuti pengantar singkat mengenai Desain bangunan Inklusif hingga pukul 10.00 WIB di Ruang Konferensi 3 gedung Radius Prawiro lantai 10 kampus UK Petra. Pembekalan singkat ini akan dibawakan oleh dua narasumber yang berkompeten dibidangnya yaitu Dr. Arlinah Hayati, S.T., M.T seorang penyandang disabitas kruk sekaligus dosen ITS dan Gunawan Tanuwidjaja, M.Sc. selaku dosen Program Studi Arsitektur UK Petra yang juga pemerhati penyandang disabilitas.

Pukul 11.00-12.00 WIB, para peserta program Inclusive Building and Urban Parks in Surabaya Trip diajak berkeliling ke SMPLB-A YPAB, untuk meliht langsung sekolah serta kebutuhan di sekolah tersebut. Persembahan seni dari para penyandang disabilitas yang sangat memukau menutup kunjungan siang itu. Dilanjutkan pada pukul 14.00-15.00 WIB, para peserta diajak mengunjungi Taman Bungkul yang terletak di jalan Gubeng, Surabaya. Para pesera diajak merasakan fasilitas bagi kaum disabilitas yaitu mencoba menggunakan kursi roda di trotoar taman. Aksi menutup mata menggunakan kain penutup juga akan dilakukan untuk merasakan guiding path (ubin pemandu Tuna Netra).

 

  • Regenerating Kampung

Mlaku-mlaku nang Kampung Ampel. Itulah yang akan dilakukan dalam kegiatan

bertajuk Regenerating Kampung pada hari Minggu, 24 Juli 2016 mulai pukul 09.30 WIB. Film singkat mengenai Kampung Ampel akan mengawali perjalanan para peserta Regenerating Kampung yang terdiri dari 25 peserta UN Habitat dan 35 mahasisiwa Program Studi Arsitektur UK Petra tersebut. Mereka terkesima dengan film berdurasi 15 menit tersebut yang merupakan hasil karya Altrerosje Asri, S.T., M.T seorang dosen Program Studi Arsitektur yang sedang menyelesaikan disertasinya di Belfast, Irlandia. Film yang berjudul Life and event in Ampel itu berhasil membuat kagum tiga peserta asing asal Philipina, Srilanka dan Amerika Serikat.

Dengan dibantu oleh Kelompok Sadar Wisata Ampel (POKDARWIS Ampel) dan komunitas Fotografer Ampel, para peserta akan melakukan perjalanan ke Kampung Ampel mulai pukul 11.00-14.00 WIB. Total akan ada tujuh lokasi yang dituju dengan berjalan kaki yaitu Gapura Ampel Masjid, Sentra Belanja Ampel Masjid, Masjid&Pesantren Sunan Ampel, Sentra Belanja Ampel Suci (Gubah), Cagar Budaya Bangunan Makam Habib Habsyi, Gapura Lawang Agung dan sentra jajan khas Ampel. Ke 25 peserta UN Habitat yang juga dibarengi 35 mahasiswa Program Studi Arsitektur tersebut akan mengobservasi bangunan Ampel. “Uniknya nanti para peserta sambil lesehan akan menikmati makanan khas Ampel mulai dari roti Briyani, sate kambing dan masih banyak lainnya  sembari menikmati foto-foto hasil karya komunitas fotografi “Penantang Cahaya” di yayasan perguruan Bahreisy yang sarat dengan nuansa budaya Ampel”, ungkap Rully Damayanti, Ph.D. selaku koordinator kegiatan Regenerating Kampung ini.

Harapannya dengan adanya kegiatan ini, akan ada new agenda yang akan dibicarakan dalam Konferensi UN Habitat 3 khususnya kampung yang ada di perkotaan seperti Surabaya. “Kampung Ampel ini sangat sarat dengan makna. Semua yang ada di kampung Ampel ini kaya akan sejarah, budaya, bahkan perekonomian yang menarik untuk dikupas”, urai Rully.

 

————————————————————————————————————

 

Aksi 10 tim mahasiswa UK Petra bersaing menghias 30 buah payung kertas juga berhasil menarik minat para peserta UN Habitat di Grand City Mall, Surabaya. Mereka terkesima dengan tampilan payung kertas yang dikelompokkan sesuai dengan daerah yang ada di Indonesia yaitu Bali, Toraja, Aceh, Madura, Ponorogo, Dayak, NTT, Yogyakarta, Betawi dan Batak. “Jadi nantinya para peserta UN Habitat dari berbagai negara tersebut akan lebih mengenal keragaman dan keindahan budaya Indonesia melalui komposisi payung tradisional 2D-3D. Setiap tim lomba yang terdiri dari dua mahasiswa Program Studi Desain Interior UK Petra angkatan 2014 dan 2016 tersebut diharuskan menghias 3 buah payung berdiameter 70 cm sebanyak 1 buah dan 50 cm sebanyak 2 buah payung ,” ungkap Grace Setiati Kattu, S.Sn., M.Ds. selaku koordinator lomba.

Kompetisi bertajuk Beauty of Indonesia ini akan digelar selama dua hari mulai hari Senin-Selasa, 25-26 Juli 2016 mulai pukul 13.00 WIB di Grand City East Rotunda (depan Mark Spencer). Kriteria kompetisi hasil kerjasama antara Grand City dengan Program Studi Desain Interior UK Petra tersebut akan meliputi aplikasi konsep budaya, kreativitas, penyajian dan komposisi. Akan dipilih pemenang dengan mendatangkan 1 juri dari pihak Grand City, Surabaya dan 2 juri dari UK Petra. “Karena keterbatasan waktu yang ada, maka komposisi bahan dalam menghias payung kertas ini dibatasi yaitu 60% menempel dan 40% mengecat”, tutup Grace.

 

 

Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194

  • PIC Inclusive Building and Urban Parks in Surabaya Trip (Gunawan Tanuwidjaya, M.Sc.) : 081221220842
  • PIC Regenerating Kampung (Rully Damayanti, Ph.D.) :081296053100